<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:googleplay="http://www.google.com/schemas/play-podcasts/1.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fu Kwet Khiong's podcast</title><link>https://www.spreaker.com/show/fu-kwet-khiongs-podcast</link><description><![CDATA[Digital Legacy]]></description><atom:link href="https://www.spreaker.com/show/4448486/episodes/feed" rel="self" type="application/rss+xml"/><language>en</language><category>Society &amp; Culture</category><copyright>Copyright Fu Kwet Khiong</copyright><image><url>https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/faca453d01873333b490fb9fd343f427.jpg</url><title>Fu Kwet Khiong's podcast</title><link>https://www.spreaker.com/show/fu-kwet-khiongs-podcast</link></image><lastBuildDate>Wed, 07 Apr 2021 16:52:19 +0000</lastBuildDate><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:owner><itunes:name>Fu Kwet Khiong</itunes:name><itunes:email>fukhiong153@gmail.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/faca453d01873333b490fb9fd343f427.jpg"/><itunes:subtitle>Digital Legacy</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Digital Legacy]]></itunes:summary><itunes:category text="Society &amp; Culture"/><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:type>episodic</itunes:type><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/faca453d01873333b490fb9fd343f427.jpg"/><googleplay:email>fukhiong153@gmail.com</googleplay:email><googleplay:description>Digital Legacy</googleplay:description><googleplay:category text="Society &amp; Culture"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit><item><title>Jaga Lidahmu</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/jaga-lidahmu</link><description><![CDATA[Hai gaes... kamu pasti stres mengendalikan keuangan kamu belakangan ini kan? Gimana gak stres kalo liat pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, kalo tarikan lebih gede dari pada setoran, betul ya? Semua juga ngalamin seperti itu... bagus juga kita rame-rame belajar mengendalikan penggunaan uang kita yang mungkin selama ini bocor seperti angin.<br /><br />Tapi ada satu lagi yang harus kita kendalikan di masa mencekik ini, yaitu penggunaan lidah kita. Hati-hati dengan barang kecil yang satu ini. Dia lembut tanpa tulang, bergerak lincah tanpa paksaan, abis itu dia sembunyi tanpa keliatan. Tapi dampak yang dia katakan bisa menyakiti hati orang, dan menimbulkan pertengkaran. Kalo sudah begitu stres kita jadi dobel porsi...<br /><br />Karena itu gaes, hati-hati ya dengan penggunaan lidah kamu sepanjang hari ini. Meski jiwa kamu lagi tertekan dan emosimu mau meledak, jangan ngomong sembarangan... Tetap jaga lidahmu, rapatkan kuat-kuat gigimu dan doa pada Tuhan agar Ia memberi roh pengendalian. PASTI KAMU BISA. NGERTI YA?<br /><br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Dibawakan : Pdt. Fu Kwet khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/40531540</guid><pubDate>Fri, 28 Aug 2020 04:10:19 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/40531540/draft_159858730421450_audio.mp3" length="1891683" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Hai gaes... kamu pasti stres mengendalikan keuangan kamu belakangan ini kan? Gimana gak stres kalo liat pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, kalo tarikan lebih gede dari pada setoran, betul ya? Semua juga ngalamin seperti itu... bagus juga...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Hai gaes... kamu pasti stres mengendalikan keuangan kamu belakangan ini kan? Gimana gak stres kalo liat pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, kalo tarikan lebih gede dari pada setoran, betul ya? Semua juga ngalamin seperti itu... bagus juga kita rame-rame belajar mengendalikan penggunaan uang kita yang mungkin selama ini bocor seperti angin.<br /><br />Tapi ada satu lagi yang harus kita kendalikan di masa mencekik ini, yaitu penggunaan lidah kita. Hati-hati dengan barang kecil yang satu ini. Dia lembut tanpa tulang, bergerak lincah tanpa paksaan, abis itu dia sembunyi tanpa keliatan. Tapi dampak yang dia katakan bisa menyakiti hati orang, dan menimbulkan pertengkaran. Kalo sudah begitu stres kita jadi dobel porsi...<br /><br />Karena itu gaes, hati-hati ya dengan penggunaan lidah kamu sepanjang hari ini. Meski jiwa kamu lagi tertekan dan emosimu mau meledak, jangan ngomong sembarangan... Tetap jaga lidahmu, rapatkan kuat-kuat gigimu dan doa pada Tuhan agar Ia memberi roh pengendalian. PASTI KAMU BISA. NGERTI YA?<br /><br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Dibawakan : Pdt. Fu Kwet khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>119</itunes:duration><itunes:keywords>solo,jakarta,babel,bandung,bali,jawa,aceh,semarang,surabaya,medan,palembang,malang,lidah,fukwetkhiong,bennysolihin,sumatera,gosil,jambi,bengkulu,jogya</itunes:keywords><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/924712ad29dff6b4b20753a35ee26dfb.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Hai gaes... kamu pasti stres mengendalikan keuangan kamu belakangan ini kan? Gimana gak stres kalo liat pengeluaran lebih besar dari pada penghasilan, kalo tarikan lebih gede dari pada setoran, betul ya? Semua juga ngalamin seperti itu... bagus juga kita rame-rame belajar mengendalikan penggunaan uang kita yang mungkin selama ini bocor seperti angin.

Tapi ada satu lagi yang harus kita kendalikan di masa mencekik ini, yaitu penggunaan lidah kita. Hati-hati dengan barang kecil yang satu ini. Dia lembut tanpa tulang, bergerak lincah tanpa paksaan, abis itu dia sembunyi tanpa keliatan. Tapi dampak yang dia katakan bisa menyakiti hati orang, dan menimbulkan pertengkaran. Kalo sudah begitu stres kita jadi dobel porsi...

Karena itu gaes, hati-hati ya dengan penggunaan lidah kamu sepanjang hari ini. Meski jiwa kamu lagi tertekan dan emosimu mau meledak, jangan ngomong sembarangan... Tetap jaga lidahmu, rapatkan kuat-kuat gigimu dan doa pada Tuhan agar Ia memberi roh pengendalian. PASTI KAMU BISA. NGERTI YA?


Renungan : Pdt. Benny Solihin
Dibawakan : Pdt. Fu Kwet khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/924712ad29dff6b4b20753a35ee26dfb.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Kapan Mereka Mulai Pengen Tahu Tentang Allah Kita? ACTION, Coi.</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/kapan-mereka-mulai-pengen-tahu-tentang-a</link><description><![CDATA[Kamu masih ingat lagu-lagu rohani yang liriknya "Allah kita hebat", "Allah kita dahsyat", atau lagu-lagu yang seperti itu deh? Waktu kamu nyanyiin lagu-lagu itu di kebaktian ngerasa gak kamu jadi on fire? Apalagi kalo sound sytem dan LED nya puluhan miliar, sampai kita keluar kebaktian rasanya mulut kita masih terus ngejoz.<br /><br />Cuma kamu pernah pikir gak, orang-orang di luar gereja, entah itu kenalan kita, atau yang cuma ngobrol satu dua kali, enggak peduli banget apakah Allah kita itu dahsyat. Buat mereka gak ngaruh apa-apa. Mereka cuwek, coi. Lalu, kapan mereka mulai pengen tahu tentang Allah kita yang dahsyat itu? Jawabnya, sampai kita peduli pada mereka. Peduli artinya kita punya perhatian sama mereka, punya telinga untuk dengarin curhat mereka, punya tangan untuk gandeng mereka, dan punya kaki untuk jalan sama-sama mereka. Wouw, coi, itu lebih dahsyat dari pada ribuan lagu dahsyat yang kita nyanyiin di gereja. <br /><br />Sekarang kita belum bisa lagi nyanyiin lagu-lagu dahsyat itu di gereja, kan masih pandemi. Tapi kenapa ya Tuhan yang dahsyat enggak musnahkan covid 19? Bisa jadi salah satu alasannya, BELIAU sudah bosan dengarin kita nyanyiin lagu seperti itu tapi hidup kita gak punya dampak. Dia pengennya kita itu jadi terang, terang yang jemput bola... pergi, ngobrol, peduli, dan jadi sesama bagi orang yang sedang sekarat. Siapa tahu di luar sana ada orang yang lagi tergeletak, butuh The Good Samaritan... Masa terang cuma liatin layar LED, dengarin musik, dan nyanyi. Gak ngefek, coi, kecuali kita peduli pada sesama. JANGAN NYANYI AJA, ACTION, COI.<br /><br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/40530760</guid><pubDate>Fri, 28 Aug 2020 02:21:24 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/40530760/draft_1598580265317532_audio.mp3" length="2871379" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kamu masih ingat lagu-lagu rohani yang liriknya "Allah kita hebat", "Allah kita dahsyat", atau lagu-lagu yang seperti itu deh? Waktu kamu nyanyiin lagu-lagu itu di kebaktian ngerasa gak kamu jadi on fire? Apalagi kalo sound sytem dan LED nya puluhan...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kamu masih ingat lagu-lagu rohani yang liriknya "Allah kita hebat", "Allah kita dahsyat", atau lagu-lagu yang seperti itu deh? Waktu kamu nyanyiin lagu-lagu itu di kebaktian ngerasa gak kamu jadi on fire? Apalagi kalo sound sytem dan LED nya puluhan miliar, sampai kita keluar kebaktian rasanya mulut kita masih terus ngejoz.<br /><br />Cuma kamu pernah pikir gak, orang-orang di luar gereja, entah itu kenalan kita, atau yang cuma ngobrol satu dua kali, enggak peduli banget apakah Allah kita itu dahsyat. Buat mereka gak ngaruh apa-apa. Mereka cuwek, coi. Lalu, kapan mereka mulai pengen tahu tentang Allah kita yang dahsyat itu? Jawabnya, sampai kita peduli pada mereka. Peduli artinya kita punya perhatian sama mereka, punya telinga untuk dengarin curhat mereka, punya tangan untuk gandeng mereka, dan punya kaki untuk jalan sama-sama mereka. Wouw, coi, itu lebih dahsyat dari pada ribuan lagu dahsyat yang kita nyanyiin di gereja. <br /><br />Sekarang kita belum bisa lagi nyanyiin lagu-lagu dahsyat itu di gereja, kan masih pandemi. Tapi kenapa ya Tuhan yang dahsyat enggak musnahkan covid 19? Bisa jadi salah satu alasannya, BELIAU sudah bosan dengarin kita nyanyiin lagu seperti itu tapi hidup kita gak punya dampak. Dia pengennya kita itu jadi terang, terang yang jemput bola... pergi, ngobrol, peduli, dan jadi sesama bagi orang yang sedang sekarat. Siapa tahu di luar sana ada orang yang lagi tergeletak, butuh The Good Samaritan... Masa terang cuma liatin layar LED, dengarin musik, dan nyanyi. Gak ngefek, coi, kecuali kita peduli pada sesama. JANGAN NYANYI AJA, ACTION, COI.<br /><br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>180</itunes:duration><itunes:keywords>solo,ntt,papua,babel,bandung,bali,pontianak,aceh,manado,semarang,makasar,nias,fukwetkhiong,peduli,bennysolihin,jogyakarta,pelembang,toraja,sumatera,kalimanatan</itunes:keywords><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/abb681235e29c9733256aec08f245a91.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kamu masih ingat lagu-lagu rohani yang liriknya "Allah kita hebat", "Allah kita dahsyat", atau lagu-lagu yang seperti itu deh? Waktu kamu nyanyiin lagu-lagu itu di kebaktian ngerasa gak kamu jadi on fire? Apalagi kalo sound sytem dan LED nya puluhan miliar, sampai kita keluar kebaktian rasanya mulut kita masih terus ngejoz.

Cuma kamu pernah pikir gak, orang-orang di luar gereja, entah itu kenalan kita, atau yang cuma ngobrol satu dua kali, enggak peduli banget apakah Allah kita itu dahsyat. Buat mereka gak ngaruh apa-apa. Mereka cuwek, coi. Lalu, kapan mereka mulai pengen tahu tentang Allah kita yang dahsyat itu? Jawabnya, sampai kita peduli pada mereka. Peduli artinya kita punya perhatian sama mereka, punya telinga untuk dengarin curhat mereka, punya tangan untuk gandeng mereka, dan punya kaki untuk jalan sama-sama mereka. Wouw, coi, itu lebih dahsyat dari pada ribuan lagu dahsyat yang kita nyanyiin di gereja. 

Sekarang kita belum bisa lagi nyanyiin lagu-lagu dahsyat itu di gereja, kan masih pandemi. Tapi kenapa ya Tuhan yang dahsyat enggak musnahkan covid 19? Bisa jadi salah satu alasannya, BELIAU sudah bosan dengarin kita nyanyiin lagu seperti itu tapi hidup kita gak punya dampak. Dia pengennya kita itu jadi terang, terang yang jemput bola... pergi, ngobrol, peduli, dan jadi sesama bagi orang yang sedang sekarat. Siapa tahu di luar sana ada orang yang lagi tergeletak, butuh The Good Samaritan... Masa terang cuma liatin layar LED, dengarin musik, dan nyanyi. Gak ngefek, coi, kecuali kita peduli pada sesama. JANGAN NYANYI AJA, ACTION, COI.


Renungan : Pdt. Benny Solihin
Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/abb681235e29c9733256aec08f245a91.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Exsplorasi Kitab Daniel 2:46-49</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/exsplorasi-kitab-daniel-2-46-49</link><description><![CDATA[Respons raja Nebukadnezar keoada Daniel atas pemaparan mimpi dan arti mimpi itu luar biasa! Mengejutkan! Ia melakukan dua hal kepada Daniel: <br />1) sujud menyembah, <br />2) memberikan persembahan serta ukupan. <br />Di peradaban purba dulu dan sampai kini di timur juga memang ada ungkapan pemberian hormat kepada pihak yang dianggap lebih tinggi kedudukan, lebih tua usia seperti kepada orangtua dalam bentuk menunduk sampai dalam. Dalam kebudayaan tertentu seperti budaya Jawa hanya kepada orangtua atau raja diberikan ungkapan sungkem. Bayangkan, raja yang di mimpinya ia melihat dirinya ada di bagian patung paling atas, kepala emas, kini menyembah sujud kepada seorang muda, hambanya, orang buangan dari Yehuda. Sedangkan arti mimpi yang sebenarnya menyiratkan kritik dan peringatan tentang kesementaraan Nebukadnezar dan kerajaannya.<br />Kerajaannya pasti akan berlalu dan digantikan oleh kerajaan lain juga akan lenyap tak berbekas oleh kedatangan kerajaan “batu yang bukan dari manusia dan membesar memenuhi bumi” itu.<br /><br />Mengapa bisa begitu reaksinya? Apa yang menyebabkan raja besar, haus kuasa, dan kejam kini tersungkur sujud menyembah Daniel? Lebih lagi, ia malah sampai memberikan persembahan dan ukupan. Semua ini pasti karena ia disadarkan bahwa ada hikmat, kejelian melihat, kuasa dan kehadiran ilahi yang besar dalam diri Daniel sampai mampu melakukan hal yang mustahil dilakukan oleh semua orang berhikmat Mesopotamia.<br /><br />Nebukadnezar tidak segan untuk memberi hormat dan pengakuan secara manusiawi juga memberi ungkapan,<br /> ini menyiratkan ia tersungkur, menyatakan diri sebagai abdi dari pihak yang ke hadapannya ia tersungkur, mencurahkan ukupan wewangian yang biasa dilakukan dalam upacara keagamaan. Lalu, bagaimanakah sikap Daniel merespons sembah sujud dan ukupan tersebut?<br /><br />Meski tidak disebutkan bagaimana reaksi Daniel, dari kata kerja yang dipakai di ayat 46 – raja “menjawab,” – berarti sesudah reaksi raja itu, Daniel pasti menyatakan penolakan. <br />dalam kisah-kisah selanjutnya, Daniel selalu menunjuk kepada sang sumber hikmat, kuasa, kedaulatan, yaitu Tuhan Allah, dan hormat, sujud, syukur dan persembahan senantiasa diberikannya kepada Tuhan. Itu sebab dikatakan, raja menjawab. Pasti Daniel kembali mengungkapkan sikap dan prinsip hidupnya yang elok – mengandalkan Tuhan, dan mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan saja – lalu menyadarkan raja bahwa sembah sujud hanya untuk Tuhan, dan bahwa Tuhan sendiri sajalah yang telah berkarya begitu dahsyat dalam diri Daniel. Itu sebab, jawaban raja kini adalah mengakui “Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu." <br /><br />Kembali kita belajar tentang sikap elok Daniel. Ia mendapatkan pemberian harta dan dua kedudukan penting dari raja, yaitu 1) kepala atas semua wilayah Nebukadnezar – semacam wakil raja atau perdana menteri, 2) kepala atas semua orang berhikmat di Babilonia. Dari bukan apa-apa, orang buangan, anak bawang di mata algojo Babil dan mungkin juga di pertimbangan para bijak Babil, terancam dibunuh bersama semua yang dianggap gagal, kini karena mencari hadirat Tuhan Allah beserta hikmat dan kuasa-Nya, lalu mengembalikan kemuliaan hanya kepada Tuhan, Daniel kini mendapatkan kekayaan, kekuasaan politik, dan bahkan menjadi kepala yang berpotensi untuk memengaruhi, mengarahkan, mengubahkan, meluruskan para jawara ilmu-ilmu Babil. Ajaib-Nya Tuhan, bukan?!<br /><br />Tetapi, Daniel tidak lupa tiga sekawannya yang sejauh ini telah bertumbuh bersama dia di dalam kekudusan, komitmen, doa. Daniel meminta raja untuk mengangkat Hananya, Misael dan Azarya yang menjadi penguasa wilayah Babilonia. artinya mungkin kekuasaan politis yang diberikan raja kepadanya, dialihkan kepada tiga kawan setianya itu.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Keluarga Kristen, sekolah Minggu gereja, kelas katekisasi, sekolah-sekolah Kristen kiranya sungguh menjadi instrumen Tuhan di Indonesia zaman ini untuk mendampingi proses pemuridan para Daniel baru! Kisah Daniel, menjaga kekudusan, membina hubungan dengan Tuhan dan persekutuan dengan saudara seiman, komitmen dan keberanian serta kebijaksanaan dalam berbagai tatanan pergaulan sampai berdampak sedemikian besar, kiranya perlu ditanamkan pada generasi muda Kristen kita.<br /><br />2) Fokus, Dana, Strategi, Rencana pelayanan gerejawi jangan hanya ke orang dewasa saja, harus lebih ke generasi muda.<br /><br />3) Nilai-nilai apa dalam diri Daniel saat ia diperhadapkan pada ketakjuban raja, dan<br />Nilai nilai apa saja dalam diri Daniel saat terbuka kesempatan untuk mendapatkan harta, kuasa dan pengaruh, yang perlu kita jaga dan praktikkan terus menerus di momen-momen perjalanan hidup kita?<br /><br />Penulis : Paul Hidayat<br />Disampaikan : Fu Kwet khiong<br /><br />Bapak Paul Hidayat adalah <br />Penggerak Pelayanan Literatur untuk Hamba Tuhan (PELIHAT)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/40482498</guid><pubDate>Tue, 25 Aug 2020 07:36:35 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/40482498/draft_159833936061483_audio.mp3" length="12555075" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Respons raja Nebukadnezar keoada Daniel atas pemaparan mimpi dan arti mimpi itu luar biasa! Mengejutkan! Ia melakukan dua hal kepada Daniel: 
1) sujud menyembah, 
2) memberikan persembahan serta ukupan. 
Di peradaban purba dulu dan sampai kini di...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Respons raja Nebukadnezar keoada Daniel atas pemaparan mimpi dan arti mimpi itu luar biasa! Mengejutkan! Ia melakukan dua hal kepada Daniel: <br />1) sujud menyembah, <br />2) memberikan persembahan serta ukupan. <br />Di peradaban purba dulu dan sampai kini di timur juga memang ada ungkapan pemberian hormat kepada pihak yang dianggap lebih tinggi kedudukan, lebih tua usia seperti kepada orangtua dalam bentuk menunduk sampai dalam. Dalam kebudayaan tertentu seperti budaya Jawa hanya kepada orangtua atau raja diberikan ungkapan sungkem. Bayangkan, raja yang di mimpinya ia melihat dirinya ada di bagian patung paling atas, kepala emas, kini menyembah sujud kepada seorang muda, hambanya, orang buangan dari Yehuda. Sedangkan arti mimpi yang sebenarnya menyiratkan kritik dan peringatan tentang kesementaraan Nebukadnezar dan kerajaannya.<br />Kerajaannya pasti akan berlalu dan digantikan oleh kerajaan lain juga akan lenyap tak berbekas oleh kedatangan kerajaan “batu yang bukan dari manusia dan membesar memenuhi bumi” itu.<br /><br />Mengapa bisa begitu reaksinya? Apa yang menyebabkan raja besar, haus kuasa, dan kejam kini tersungkur sujud menyembah Daniel? Lebih lagi, ia malah sampai memberikan persembahan dan ukupan. Semua ini pasti karena ia disadarkan bahwa ada hikmat, kejelian melihat, kuasa dan kehadiran ilahi yang besar dalam diri Daniel sampai mampu melakukan hal yang mustahil dilakukan oleh semua orang berhikmat Mesopotamia.<br /><br />Nebukadnezar tidak segan untuk memberi hormat dan pengakuan secara manusiawi juga memberi ungkapan,<br /> ini menyiratkan ia tersungkur, menyatakan diri sebagai abdi dari pihak yang ke hadapannya ia tersungkur, mencurahkan ukupan wewangian yang biasa dilakukan dalam upacara keagamaan. Lalu, bagaimanakah sikap Daniel merespons sembah sujud dan ukupan tersebut?<br /><br />Meski tidak disebutkan bagaimana reaksi Daniel, dari kata kerja yang dipakai di ayat 46 – raja “menjawab,” – berarti sesudah reaksi raja itu, Daniel pasti menyatakan penolakan. <br />dalam kisah-kisah selanjutnya, Daniel selalu menunjuk kepada sang sumber hikmat, kuasa, kedaulatan, yaitu Tuhan Allah, dan hormat, sujud, syukur dan persembahan senantiasa diberikannya kepada Tuhan. Itu sebab dikatakan, raja menjawab. Pasti Daniel kembali mengungkapkan sikap dan prinsip hidupnya yang elok – mengandalkan Tuhan, dan mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan saja – lalu menyadarkan raja bahwa sembah sujud hanya untuk Tuhan, dan bahwa Tuhan sendiri sajalah yang telah berkarya begitu dahsyat dalam diri Daniel. Itu sebab, jawaban raja kini adalah mengakui “Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu." <br /><br />Kembali kita belajar tentang sikap elok Daniel. Ia mendapatkan pemberian harta dan dua kedudukan penting dari raja, yaitu 1) kepala atas semua wilayah Nebukadnezar – semacam wakil raja atau perdana menteri, 2) kepala atas semua orang berhikmat di Babilonia. Dari bukan apa-apa, orang buangan, anak bawang di mata algojo Babil dan mungkin juga di pertimbangan para bijak Babil, terancam dibunuh bersama semua yang dianggap gagal, kini karena mencari hadirat Tuhan Allah beserta hikmat dan kuasa-Nya, lalu mengembalikan kemuliaan hanya kepada Tuhan, Daniel kini mendapatkan kekayaan, kekuasaan politik, dan bahkan menjadi kepala yang berpotensi untuk memengaruhi, mengarahkan, mengubahkan, meluruskan para jawara ilmu-ilmu Babil. Ajaib-Nya Tuhan, bukan?!<br /><br />Tetapi, Daniel tidak lupa tiga sekawannya yang sejauh ini telah bertumbuh bersama dia di dalam kekudusan, komitmen, doa. Daniel meminta raja untuk mengangkat Hananya, Misael dan Azarya yang menjadi penguasa wilayah Babilonia. artinya mungkin kekuasaan politis yang diberikan raja kepadanya, dialihkan kepada tiga kawan setianya itu.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Keluarga Kristen, sekolah Minggu gereja, kelas katekisasi, sekolah-sekolah...]]></itunes:summary><itunes:duration>785</itunes:duration><itunes:keywords>abednego,babel,gereja,raja,biblestudypodcast,rahasia,indonesianpodcast,generasi,alkitab,mimpi,fukwetkhiong,kitabdaniel,sadrak,mesakh,berkuasa,katekisasi</itunes:keywords><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/b3565e2d61c202ef0e18a2fceb371878.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Respons raja Nebukadnezar keoada Daniel atas pemaparan mimpi dan arti mimpi itu luar biasa! Mengejutkan! Ia melakukan dua hal kepada Daniel: 
1) sujud menyembah, 
2) memberikan persembahan serta ukupan. 
Di peradaban purba dulu dan sampai kini di timur juga memang ada ungkapan pemberian hormat kepada pihak yang dianggap lebih tinggi kedudukan, lebih tua usia seperti kepada orangtua dalam bentuk menunduk sampai dalam. Dalam kebudayaan tertentu seperti budaya Jawa hanya kepada orangtua atau raja diberikan ungkapan sungkem. Bayangkan, raja yang di mimpinya ia melihat dirinya ada di bagian patung paling atas, kepala emas, kini menyembah sujud kepada seorang muda, hambanya, orang buangan dari Yehuda. Sedangkan arti mimpi yang sebenarnya menyiratkan kritik dan peringatan tentang kesementaraan Nebukadnezar dan kerajaannya.
Kerajaannya pasti akan berlalu dan digantikan oleh kerajaan lain juga akan lenyap tak berbekas oleh kedatangan kerajaan “batu yang bukan dari manusia dan membesar memenuhi bumi” itu.

Mengapa bisa begitu reaksinya? Apa yang menyebabkan raja besar, haus kuasa, dan kejam kini tersungkur sujud menyembah Daniel? Lebih lagi, ia malah sampai memberikan persembahan dan ukupan. Semua ini pasti karena ia disadarkan bahwa ada hikmat, kejelian melihat, kuasa dan kehadiran ilahi yang besar dalam diri Daniel sampai mampu melakukan hal yang mustahil dilakukan oleh semua orang berhikmat Mesopotamia.

Nebukadnezar tidak segan untuk memberi hormat dan pengakuan secara manusiawi juga memberi ungkapan,
 ini menyiratkan ia tersungkur, menyatakan diri sebagai abdi dari pihak yang ke hadapannya ia tersungkur, mencurahkan ukupan wewangian yang biasa dilakukan dalam upacara keagamaan. Lalu, bagaimanakah sikap Daniel merespons sembah sujud dan ukupan tersebut?

Meski tidak disebutkan bagaimana reaksi Daniel, dari kata kerja yang dipakai di ayat 46 – raja “menjawab,” – berarti sesudah reaksi raja itu, Daniel pasti menyatakan penolakan. 
dalam kisah-kisah selanjutnya, Daniel selalu menunjuk kepada sang sumber hikmat, kuasa, kedaulatan, yaitu Tuhan Allah, dan hormat, sujud, syukur dan persembahan senantiasa diberikannya kepada Tuhan. Itu sebab dikatakan, raja menjawab. Pasti Daniel kembali mengungkapkan sikap dan prinsip hidupnya yang elok – mengandalkan Tuhan, dan mengembalikan kemuliaan kepada Tuhan saja – lalu menyadarkan raja bahwa sembah sujud hanya untuk Tuhan, dan bahwa Tuhan sendiri sajalah yang telah berkarya begitu dahsyat dalam diri Daniel. Itu sebab, jawaban raja kini adalah mengakui “Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu." 

Kembali kita belajar tentang sikap elok Daniel. Ia mendapatkan pemberian harta dan dua kedudukan penting dari raja, yaitu 1) kepala atas semua wilayah Nebukadnezar – semacam wakil raja atau perdana menteri, 2) kepala atas semua orang berhikmat di Babilonia. Dari bukan apa-apa, orang buangan, anak bawang di mata algojo Babil dan mungkin juga di pertimbangan para bijak Babil, terancam dibunuh bersama semua yang dianggap gagal, kini karena mencari hadirat Tuhan Allah beserta hikmat dan kuasa-Nya, lalu mengembalikan kemuliaan hanya kepada Tuhan, Daniel kini mendapatkan kekayaan, kekuasaan politik, dan bahkan menjadi kepala yang berpotensi untuk memengaruhi, mengarahkan, mengubahkan, meluruskan para jawara ilmu-ilmu Babil. Ajaib-Nya Tuhan, bukan?!

Tetapi, Daniel tidak lupa tiga sekawannya yang sejauh ini telah bertumbuh bersama dia di dalam kekudusan, komitmen, doa. Daniel meminta raja untuk mengangkat Hananya, Misael dan Azarya yang menjadi penguasa wilayah Babilonia. artinya mungkin kekuasaan politis yang diberikan raja kepadanya, dialihkan kepada tiga kawan setianya itu.

Pelajaran untuk masa kini:

1) Keluarga Kristen, sekolah Minggu gereja, kelas katekisasi, sekolah-sekolah Kristen kiranya sungguh menjadi instrumen Tuhan di Indonesia zaman ini untuk mendampingi proses...</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/b3565e2d61c202ef0e18a2fceb371878.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Eksplorasi Kitab Daniel 2:31-49</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/eksplorasi-kitab-daniel-2-31-49</link><description><![CDATA[Daniel 2:31-49<br /><br />Kini kita masuk ke bagian pemaparan isi dan arti mimpi Nebukadnezar. Mimpi itu adalah, “sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.” <br /><br />Yang mencolok dari patung itu ialah ia terdiri dari berbagai bahan – sebagian besar logam dan terakhir tanah liat. Kepala dari emas, dada dan lengan dari perak, perut dan paha dari tembaga, dan terakhir kaki-kaki dari campuran besi dan tanah liat. <br />Selanjutnya jatuh batu gunung yang bukan dilemparkan oleh manusia. Batu itu menimpa bagian kaki patung itu, lalu patung itu tumbang, remuk dan luar biasanya semua logam-logam patung itu dari yang paling mulia sampai yang paling keras menjadi seperti sekam, dihembus dan lenyap tak berbekas. Sedangkan batu itu bertumbuh-kembang menjadi gunung besar sampai memenuhi bumi.<br /><br />Bahkan sebelum mengerti arti mimpi itu, hanya mengetahui isinya saja memang sudah cukup membuat orang bingung dan heran. Dan inilah alasan Nebukadnezar sampai gelisah, tidak bisa tidur karena kejutan. Nebukadnezar keheranan sampai ingin tahu rinci mimpinya dan arti mimpi itu.<br /><br />Daniel sebelum menjelaskan arti mimpi tentang patung itu, <br />membuat pengakuan bahwa Tuhan telah menjadikan Nebukadnezar dengan Babilonianya menjadi raja segala raja, yang dikaruniai “kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.”<br /><br /> Tetapi ini menyiratkan kesementaraan Nebukadnezar dan Babilonia, hal ini juga bisa beresiko reaksi buruk Nebukadnezar kepada Daniel, <br />Karena Babilonia akan berganti dengan kerajaan lain yang dilihat sebagai bagian dada dan lengan perak, yang juga akan diganti lagi dengan kerajaan lain yang dilukiskan sebagai perut dan paha tembaga, dan diganti lagi dengan kerajaan yang seperti campuran besi dan tanah liat.<br /><br />Yang dijelaskan kepada Daniel dan disampaikan kepada Nebukadnezar hanya yang kepala emas itu adalah kerajaan Babilonia di bawah Nebukadnezar. Bagian-bagian lain dari patung itu, meski disebut sebagai kerajaan-kerajaan lain yang muncul sesudah Babilonia, sebenarnya tidak dijelaskan persis apa dan siapa oleh Daniel. Namun, dalam kebanyakan tafsiran itu dianggap merujuk kepada sejarah dekat kelanjutan dari Babilonia, yaitu Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Sedangkan batu yang bukan dari manusia dan menjadi besar memenuhi bumi itu biasanya ditafsirkan sebagai Yesus Kristus yang mendatangkan Kerajaan Allah di bumi, melalui para pengikut-Nya, yaitu Gereja yang Kudus dan Internasional dan Esa.<br /><br />Meski tafsiran itu populer dan cukup logis secara urut-urutan sejarah dalam konteks Daniel, <br />namun kita hendaknya tetap pada pesan utama yang mau dikatakan dalam mimpi itu. Yaitu, <br />1) mimpi itu sebenarnya adalah teguran awal Allah atas Nebukadnezar yang kejam, sombong, mengilahikan diri. Dan teguran itu kelak akan menjadi cambukan keras ketika di pasal berikut Nebukadnezar dihukum menjadi gila seperti binatang; <br />2) mimpi itu menegaskan bahwa kemuliaan dan kekuatan kerajaan-kerajaan dan apa pun dari dunia ini akan silih ganti, tidak kekal, dan akhirnya akan dilupakan. Tidak ada yang kekal;<br /> 3) dari kerajaan-kerajaan sesudah Babilonia itu ada sedikit isyarat yaitu kerajaan kedua akan kurang semulia Babilonia, yang ketiga akan memerintah seluruh bumi, dan yang keempat akan keras tetapi terbagi dan rapuh seperti besi yang bergabung dengan tanah liat. <br /><br />Penting untuk kita ingat bahwa khususnya tentang kerajaan ketiga tidak berarti harfiah meliput seluruh dunia atau bahkan menyamai wilayah eks Babilonia. Juga tidak berarti bahwa dalam seluruh perjalanan sejarah dunia Kerajaan Babilonia adalah yang paling hebat. Sebab, kita tahu bahwa di samping yang terjadi di Mesopotamia ada juga kerajaan-kerajaan di belahan bumi lain seperti India, Nusantara, Cina, Afrika, Amerika, dll.<br /> Dikaitkan dengan pasal tentang penglihatan apokaliptik lainnya (pasal 7 dan 10) telah terjadi debat tafsiran tentang periode dan kerajaan mana saja dalam peta eskatologis. <br />Tetapi kembali kepada yang dipaparkan di pasal 2 ini, mimpi itu sebenarnya adalah penglihatan dari konteks Nebukadnezar / zaman Daniel, dan inti pesannya adalah dalam penilaian Allah bahkan semua kerajaan termulia, terkuat, terhebat pun mengalami proses kemerosotan dan kemunduran dan pelemahan. Hanya Kerajaan Allah yang mulai dari batu hina tidak terduga yang akhirnya akan kekal selama lamanya<br /><br />Hal lain lagi adalah dari perspektif apokaliptik yang teleskopik, penglihatan dan artian tentang perjalanan sejarah dunia ini hanya melihat momen-momen tertentu dan tidak semua unsur, mengenai kerajaan dan momen dalam sejarah dunia. Ini penglihatan teleskopik yang bertumpuk dan meloncar-loncat.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Dari perspektif Daniel dkk: sadar akan kesanggupan Allah menolong, kekuasaan mutlak Allah dalam sejarah dunia, dan akibatnya keberanian untuk memberi artian yang menyiratkan peringatan Allah atas penguasa dunia. Juga tidak perlu bingung dan takut karena haru biru, gonjang ganjing pasang surut sikon sosial -ekonomi -politik dunia.<br /><br />2) Orang percaya perlu memiliki kepekaan dan kesanggupan melihat / membaca / menilai peristiwa-peristiwa dunia ini dalam dua perspektif, dua cara menilai dan berespons serta bersikap benar di tengah dunia yang tidak menentu ini.<br /><br />3) Apakah kita orang percaya dan gereja memiliki kesadaran lemah-kuat, hina-mulia, kecil-besar tentang pekerjaan Tuhan dalam gereja, misi, dan peran kita? Kita triumfalis atau inferior? Kita bangga atau rendah hati? Kita larut arus dunia atau main peran dalam drama Allah?<br /><br />Penulis : Paul Hidayat<br />Disampaikan : Fu Kwet khiong<br /><br />Bapak Paul Hidayat adalah <br />Penggerak Pelayanan Literatur untuk Hamba Tuhan (PELIHAT)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/40049880</guid><pubDate>Thu, 30 Jul 2020 05:02:57 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/40049880/draft_1596084074528013_audio.mp3" length="10612401" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Daniel 2:31-49

Kini kita masuk ke bagian pemaparan isi dan arti mimpi Nebukadnezar. Mimpi itu adalah, “sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.” 

Yang mencolok...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Daniel 2:31-49<br /><br />Kini kita masuk ke bagian pemaparan isi dan arti mimpi Nebukadnezar. Mimpi itu adalah, “sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.” <br /><br />Yang mencolok dari patung itu ialah ia terdiri dari berbagai bahan – sebagian besar logam dan terakhir tanah liat. Kepala dari emas, dada dan lengan dari perak, perut dan paha dari tembaga, dan terakhir kaki-kaki dari campuran besi dan tanah liat. <br />Selanjutnya jatuh batu gunung yang bukan dilemparkan oleh manusia. Batu itu menimpa bagian kaki patung itu, lalu patung itu tumbang, remuk dan luar biasanya semua logam-logam patung itu dari yang paling mulia sampai yang paling keras menjadi seperti sekam, dihembus dan lenyap tak berbekas. Sedangkan batu itu bertumbuh-kembang menjadi gunung besar sampai memenuhi bumi.<br /><br />Bahkan sebelum mengerti arti mimpi itu, hanya mengetahui isinya saja memang sudah cukup membuat orang bingung dan heran. Dan inilah alasan Nebukadnezar sampai gelisah, tidak bisa tidur karena kejutan. Nebukadnezar keheranan sampai ingin tahu rinci mimpinya dan arti mimpi itu.<br /><br />Daniel sebelum menjelaskan arti mimpi tentang patung itu, <br />membuat pengakuan bahwa Tuhan telah menjadikan Nebukadnezar dengan Babilonianya menjadi raja segala raja, yang dikaruniai “kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.”<br /><br /> Tetapi ini menyiratkan kesementaraan Nebukadnezar dan Babilonia, hal ini juga bisa beresiko reaksi buruk Nebukadnezar kepada Daniel, <br />Karena Babilonia akan berganti dengan kerajaan lain yang dilihat sebagai bagian dada dan lengan perak, yang juga akan diganti lagi dengan kerajaan lain yang dilukiskan sebagai perut dan paha tembaga, dan diganti lagi dengan kerajaan yang seperti campuran besi dan tanah liat.<br /><br />Yang dijelaskan kepada Daniel dan disampaikan kepada Nebukadnezar hanya yang kepala emas itu adalah kerajaan Babilonia di bawah Nebukadnezar. Bagian-bagian lain dari patung itu, meski disebut sebagai kerajaan-kerajaan lain yang muncul sesudah Babilonia, sebenarnya tidak dijelaskan persis apa dan siapa oleh Daniel. Namun, dalam kebanyakan tafsiran itu dianggap merujuk kepada sejarah dekat kelanjutan dari Babilonia, yaitu Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Sedangkan batu yang bukan dari manusia dan menjadi besar memenuhi bumi itu biasanya ditafsirkan sebagai Yesus Kristus yang mendatangkan Kerajaan Allah di bumi, melalui para pengikut-Nya, yaitu Gereja yang Kudus dan Internasional dan Esa.<br /><br />Meski tafsiran itu populer dan cukup logis secara urut-urutan sejarah dalam konteks Daniel, <br />namun kita hendaknya tetap pada pesan utama yang mau dikatakan dalam mimpi itu. Yaitu, <br />1) mimpi itu sebenarnya adalah teguran awal Allah atas Nebukadnezar yang kejam, sombong, mengilahikan diri. Dan teguran itu kelak akan menjadi cambukan keras ketika di pasal berikut Nebukadnezar dihukum menjadi gila seperti binatang; <br />2) mimpi itu menegaskan bahwa kemuliaan dan kekuatan kerajaan-kerajaan dan apa pun dari dunia ini akan silih ganti, tidak kekal, dan akhirnya akan dilupakan. Tidak ada yang kekal;<br /> 3) dari kerajaan-kerajaan sesudah Babilonia itu ada sedikit isyarat yaitu kerajaan kedua akan kurang semulia Babilonia, yang ketiga akan memerintah seluruh bumi, dan yang keempat akan keras tetapi terbagi dan rapuh seperti besi yang bergabung dengan tanah liat. <br /><br />Penting untuk kita ingat bahwa khususnya tentang kerajaan ketiga tidak berarti harfiah meliput seluruh dunia atau bahkan menyamai wilayah eks Babilonia. Juga tidak berarti bahwa dalam seluruh perjalanan sejarah dunia Kerajaan Babilonia adalah yang paling hebat. Sebab, kita tahu bahwa di samping yang terjadi di Mesopotamia ada juga kerajaan-kerajaan di belahan bumi lain seperti India, Nusantara, Cina, Afrika, Amerika, dll.<br /> Dikaitkan dengan pasal tentang penglihatan apokaliptik lainnya (pasal 7 dan 10) telah terjadi debat tafsiran...]]></itunes:summary><itunes:duration>664</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/3d125a9c36643e4849c3efa614882c75.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Daniel 2:31-49

Kini kita masuk ke bagian pemaparan isi dan arti mimpi Nebukadnezar. Mimpi itu adalah, “sebuah patung yang amat besar! Patung ini tinggi, berkilau-kilauan luar biasa, tegak di hadapan tuanku, dan tampak mendahsyatkan.” 

Yang mencolok dari patung itu ialah ia terdiri dari berbagai bahan – sebagian besar logam dan terakhir tanah liat. Kepala dari emas, dada dan lengan dari perak, perut dan paha dari tembaga, dan terakhir kaki-kaki dari campuran besi dan tanah liat. 
Selanjutnya jatuh batu gunung yang bukan dilemparkan oleh manusia. Batu itu menimpa bagian kaki patung itu, lalu patung itu tumbang, remuk dan luar biasanya semua logam-logam patung itu dari yang paling mulia sampai yang paling keras menjadi seperti sekam, dihembus dan lenyap tak berbekas. Sedangkan batu itu bertumbuh-kembang menjadi gunung besar sampai memenuhi bumi.

Bahkan sebelum mengerti arti mimpi itu, hanya mengetahui isinya saja memang sudah cukup membuat orang bingung dan heran. Dan inilah alasan Nebukadnezar sampai gelisah, tidak bisa tidur karena kejutan. Nebukadnezar keheranan sampai ingin tahu rinci mimpinya dan arti mimpi itu.

Daniel sebelum menjelaskan arti mimpi tentang patung itu, 
membuat pengakuan bahwa Tuhan telah menjadikan Nebukadnezar dengan Babilonianya menjadi raja segala raja, yang dikaruniai “kerajaan, kekuasaan, kekuatan dan kemuliaan.”

 Tetapi ini menyiratkan kesementaraan Nebukadnezar dan Babilonia, hal ini juga bisa beresiko reaksi buruk Nebukadnezar kepada Daniel, 
Karena Babilonia akan berganti dengan kerajaan lain yang dilihat sebagai bagian dada dan lengan perak, yang juga akan diganti lagi dengan kerajaan lain yang dilukiskan sebagai perut dan paha tembaga, dan diganti lagi dengan kerajaan yang seperti campuran besi dan tanah liat.

Yang dijelaskan kepada Daniel dan disampaikan kepada Nebukadnezar hanya yang kepala emas itu adalah kerajaan Babilonia di bawah Nebukadnezar. Bagian-bagian lain dari patung itu, meski disebut sebagai kerajaan-kerajaan lain yang muncul sesudah Babilonia, sebenarnya tidak dijelaskan persis apa dan siapa oleh Daniel. Namun, dalam kebanyakan tafsiran itu dianggap merujuk kepada sejarah dekat kelanjutan dari Babilonia, yaitu Media-Persia, Yunani, dan Romawi. Sedangkan batu yang bukan dari manusia dan menjadi besar memenuhi bumi itu biasanya ditafsirkan sebagai Yesus Kristus yang mendatangkan Kerajaan Allah di bumi, melalui para pengikut-Nya, yaitu Gereja yang Kudus dan Internasional dan Esa.

Meski tafsiran itu populer dan cukup logis secara urut-urutan sejarah dalam konteks Daniel, 
namun kita hendaknya tetap pada pesan utama yang mau dikatakan dalam mimpi itu. Yaitu, 
1) mimpi itu sebenarnya adalah teguran awal Allah atas Nebukadnezar yang kejam, sombong, mengilahikan diri. Dan teguran itu kelak akan menjadi cambukan keras ketika di pasal berikut Nebukadnezar dihukum menjadi gila seperti binatang; 
2) mimpi itu menegaskan bahwa kemuliaan dan kekuatan kerajaan-kerajaan dan apa pun dari dunia ini akan silih ganti, tidak kekal, dan akhirnya akan dilupakan. Tidak ada yang kekal;
 3) dari kerajaan-kerajaan sesudah Babilonia itu ada sedikit isyarat yaitu kerajaan kedua akan kurang semulia Babilonia, yang ketiga akan memerintah seluruh bumi, dan yang keempat akan keras tetapi terbagi dan rapuh seperti besi yang bergabung dengan tanah liat. 

Penting untuk kita ingat bahwa khususnya tentang kerajaan ketiga tidak berarti harfiah meliput seluruh dunia atau bahkan menyamai wilayah eks Babilonia. Juga tidak berarti bahwa dalam seluruh perjalanan sejarah dunia Kerajaan Babilonia adalah yang paling hebat. Sebab, kita tahu bahwa di samping yang terjadi di Mesopotamia ada juga kerajaan-kerajaan di belahan bumi lain seperti India, Nusantara, Cina, Afrika, Amerika, dll.
 Dikaitkan dengan pasal tentang penglihatan apokaliptik lainnya (pasal 7 dan 10) telah terjadi debat tafsiran tentang periode dan kerajaan mana saja dalam peta eskatologis. 
Tetapi kembali kepada yang dipaparkan di pasal 2 ini, mimpi...</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/3d125a9c36643e4849c3efa614882c75.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Exsplorasi Kitab Daniel 2:17-30</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/exsplorasi-kitab-daniel-2-17-30</link><description><![CDATA[Daniel 2:17-30<br /><br />Sekali lagi bagian ini bukan berfokus pada isi dan arti mimpi tentang peristiwa-peristiwa dunia sesudah Nebukadnezar, melainkan pada keelokan sifat, sikap dan tindakan Daniel,<br /> poros utamanya adalah kedaulatan. kemahatahuan, dan kemahabijakan Allah.<br /><br />Daniel sadar bahwa para orang bijak Babilonia itu sudah mengatakan, tidak ada siapa pun dapat memenuhi permintaan raja, hanya Tuhan Allah yang sanggup. <br />Maka Daniel bukan mencari kitab-kitab astrologi, nujum, tafsir mimpi Babil tetapi mencari Pribadi satu-satunya yang dapat menyingkapkan baik isi maupun arti mimpi Nebukadnezar.<br /><br />Sesudah permohonannya kepada raja agar hukuman mati ditunda, Daniel menemui tiga sahabatnya untuk berdoa memohon kasih sayang Tuhan yang mengetahui rahasia tentang mimpi raja sehingga mereka jangan mengalami hukuman mati itu. Tidak disebutkan apa isi doanya. Kalau kita bandingkan ke ucapan syukurnya sesudah memperoleh penjelasan Tuhan, juga ke ps 3 & 6, pasti doanya tidak berlebihan tetapi sederhana namun terpusat kepada Allah, kemuliaan Allah _(shamayim_), permintaan kasih sayang Allah untuk memaparkan rahasia _(raz_)_ mimpi; supaya jangan terjadi penghukuman yang kejam dan tidak adil itu. Inilah iman dalam tindakan. Meski dalam kondisi sangat mustahil, ada Allah yang pegang kendali, yang telah campur tangan dalam mimpi Nebukadnezar yang juga akan memberi rahasia itu. Momen genting itu menjadi momen kesempatan peragaan kuasa dan hikmat Allah kepada mata para petinggi dan pemikir dunia! <br />Seperti teertulis di Amsal 1:7, orang yang takut Allah, yang mengandalkan Allah dan mengutamakan hikmat dan kuasa serta pertolongan-Nya, beroleh hikmat sejati.<br /><br />Boleh jadi, semalaman mereka memohon dalam doa agar Allah mengaruniakan hal yang mustahil menjadi kenyataan. Dan, langsung sesudah Tuhan membukakan isi dan arti mimpi Nebukadnezar, hal yang para berilmu, berhikmat magis, pelihat nasib terbentur oleh batas wilayah kemahakuasaan, kemahatahuan dan kemahabijakan Tuhan Allah, mereka menaikkan mazmur pujian ini. <br />Mari kita renungkan, resapi dan belajar menjadikan hal berikut ini juga menjadi pola doa-doa penyembahan dan puji syukur kita:<br /><br />"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,<br /><br />sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! <br /><br />Dia mengubah saat dan waktu,<br /><br />Dia memecat raja dan mengangkat raja,<br /><br />Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; <br /><br />Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga<br /><br />dan yang tersembunyi,<br /><br />Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. <br /><br />Ya Allah nenek moyangku,<br /><br />kupuji dan kumuliakan Engkau,<br /><br />sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan,<br /><br />dan telah memberitahukan kepadaku<br /><br />sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu:<br /><br />Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja." <br /><br />Mazmur ini berisi beberapa poin penting dalam penyembahan dan doa kita:<br /><br />1) Memuji Tuhan dan mengakui Dia pemilik hikmat dan kekuatan.<br /><br />2) Mengakui kendali Tuhan atas waktu dan sejarah.<br /><br />3) Mengakui kebenaran sosial-politis: Tuhan mengendali jatuh bangun kuasa dan penguasa dunia ini.<br /><br />4) Dia yang memberi hikmat kepada orang yang berhikmat dan yang bijaksana,<br /><br />5) Dia yang menyingkapkan hal yang di luar pemikiran, pengertian dan penglihatan manusia.<br /><br />6) Tuhan Allah adalah Allah nenek moyang Daniel. Dengan kata lain: YHWH Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah yang hidup, Pencipta, Pemelihara, Perencana Keselamatan.<br /><br />7) Dimeteraikan dengan puji syukur atas pengabulan permintaan Daniel dalam sikon pelik dan genting itu.<br /><br /> <br />Daniel tidak melangkahi Ariokh, juga tidak pusing bahwa Ariokh seolah menonjolkan peran dirinya sambil mengecilkan Daniel ketika mempertemukan Daniel ke hadapan raja. Terlebih dulu ia mengingatkan supaya pelaksanaan hukuman dibatalkan sebab ia telah mendapat arti mimpi itu dari Tuhan. Demikian indahnya karakter dan sikap serta tindakan Daniel. Lebih lagi sesudah mendapat jawaban Tuhan, Daniel menyatakan kepada Ariokh kepeduliannya tentang nasib semua orang berhikmat yang terancam pembunuhan. Ia bukan hanya memikirkan kehidupannya sendiri, bukan juga mementingkan kelangsungan posisinya di Babilonia, melainkan memikirkan kesejahteraan orang lain.<br /><br />Apa isi ucapan Daniel di hadapan Nebukadnezar?<br /> 1) Daniel menyatakan fakta bahwa orang pandai dengan ilmu gaib apa pun bukan pihak yang patut raja andalkan! <br />2) Raja perlu disadarkan bahwa jalan dan rahasia sejarah ada d tangan Allah dan bukan di otak atau benak para dukun. Kuasa dan hikmat mereka palsu dan menyesatkan, sebab bukan berasal dari sumber hikmat dan kuasa sejati.<br /> 3) juga Raja perlu sadar untuk tidak sewenang-wenang menuntut dan memberi perintah kepada orang bawahannya.<br /><br />Mimpi Nebukadnezar itu sesungguhnya timbul pada Nebukadnezar karena<br /> “pikiran-pikiran tentang apa yang akan terjadi di kemudian hari,” dan <br />karena “Dia yang menyingkapkan rahasia-rahasia telah memberitahukan kepada tuanku apa yang akan terjadi.” Dengan kata lain, mimpi bisa merupakan tampilan gumulan jiwa sendiri dan mungkin berbarengan dengan itu Allah bekerja di dalam dan mengarahkan mimpi tersebut. <br />Siratan lain, mimpi Nebukadnezar – mimpi seorang raja kafir – menjadi wahyu tentang sejarah dunia dari Tuhan Allah atas sejarah.<br /> 4) Allah yang di sorga yang menyingkapkan rahasia2. Ia sendiri sebenarnya yang memberitahukan rahasia hari-hari kemudian (ke depan, di hari-hari akhir). <br /><br />*Pelajaran untuk masa kini:*<br /><br />1) Tanpa mengabaikan kepandaian yang kita dapat dari mempelajari berbagai ilmu dan kemampuan teknologi, orang percaya harus lebih memanfaatkan hikmat bijaksana yang datang dari Tuhan dan yang diterima melalui hubungan percaya, harap dan kasih yang riil dengan sang sumber kebenaran.<br /><br />2) Menyingkapkan kebenaran teologis sangat mungkin berarti menyampaikan kebenaran yang mengritik pihak lain dan berarti membahayakan diri orang percaya. Menyatakan bahwa Tuhan Allah mengangkat dan mengganti kuasa dan penguasa adalah benar namun sangat berbahaya. Orang percaya harus berani seperti Daniel dan Ester menegakkan kebenaran juga dalam ranah politik. Bandingkan pernyataan politis Daniel dengan BANYAK pernyataan politis lain dalam Alkitab. Lihat misalnya: Keluaran 15;6-7,<br /><br />3) Apa beda doa dan isi puja-puji-sembah Kristen kekinian dari yang dicontohkan Daniel ini? Harus bagaimana kita me-reformasi penyembahan kekinian?<br /><br />4) Tentang mimpi: Kita perlu kearifan membedakan mana yang natural, mana yang datang dari si jahat, mana yang natural yang dikendali oleh Allah menjadi penyingkapan oleh-Nya, dan mana yang sepenuhnya supernatural. Ini yang oleh Paulus disebut sebagai karunia Roh untuk membeda-bedakan roh.<br /><br />5) Masihkah Allah menyatakan diri dalam mimpi manusia? Masihkah mimpi dapat dianggap sebagai bagian dalam spiritualitas, teologi dan pertimbangan orang percaya zaman Perjanjian Baru? Dalam PL dan PB beberapa kali kita bertemu dengan Allah mewahyukan rencana atau kehendak-Nya melalui mimpi – misalnya Yusuf PL dan PB. Yoel menubuatkan bahwa akan terjadi pencurahan Roh (2:28, digenapi di hari Pentakosta – lihat Kisah Para Rasuk 2:17) dan orang usia tua akan bermimpi dan para teruna akan mendapatkan visi. Dari pertimbangan 1) nubuatan Yoel, <br />2) catatan tentang mimpi dan penglihatan dalam PL dan PB, <br />3) kebenaran teologis bahwa Tuhan Allah hidup dan terus berkarya,<br /> 4) kapasitas jiwa seperti pikiran, emosi, ingatan, imajinasi, dlsb. adalah potensi-potensi yang Allah ciptakan untuk manusia, <br />5) manusia dengan semua kapasitasnya telah jatuh dan cemar dalam dosa; maka, mimpi dan penglihatan masih bisa berlaku dan dapat diterima sejauh <br /><br /><br /><br />Penulis : Paul Hidayat<br />Disampaikan : Fu Kwet khiong<br /><br />Bapak Paul Hidayat adalah <br />Penggerak Pelayanan Literatur untuk Hamba Tuhan (PELIHAT)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/40029309</guid><pubDate>Wed, 29 Jul 2020 05:34:06 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/40029309/draft_1595999075409647_audio.mp3" length="11953214" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Daniel 2:17-30

Sekali lagi bagian ini bukan berfokus pada isi dan arti mimpi tentang peristiwa-peristiwa dunia sesudah Nebukadnezar, melainkan pada keelokan sifat, sikap dan tindakan Daniel,
 poros utamanya adalah kedaulatan. kemahatahuan, dan...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Daniel 2:17-30<br /><br />Sekali lagi bagian ini bukan berfokus pada isi dan arti mimpi tentang peristiwa-peristiwa dunia sesudah Nebukadnezar, melainkan pada keelokan sifat, sikap dan tindakan Daniel,<br /> poros utamanya adalah kedaulatan. kemahatahuan, dan kemahabijakan Allah.<br /><br />Daniel sadar bahwa para orang bijak Babilonia itu sudah mengatakan, tidak ada siapa pun dapat memenuhi permintaan raja, hanya Tuhan Allah yang sanggup. <br />Maka Daniel bukan mencari kitab-kitab astrologi, nujum, tafsir mimpi Babil tetapi mencari Pribadi satu-satunya yang dapat menyingkapkan baik isi maupun arti mimpi Nebukadnezar.<br /><br />Sesudah permohonannya kepada raja agar hukuman mati ditunda, Daniel menemui tiga sahabatnya untuk berdoa memohon kasih sayang Tuhan yang mengetahui rahasia tentang mimpi raja sehingga mereka jangan mengalami hukuman mati itu. Tidak disebutkan apa isi doanya. Kalau kita bandingkan ke ucapan syukurnya sesudah memperoleh penjelasan Tuhan, juga ke ps 3 & 6, pasti doanya tidak berlebihan tetapi sederhana namun terpusat kepada Allah, kemuliaan Allah _(shamayim_), permintaan kasih sayang Allah untuk memaparkan rahasia _(raz_)_ mimpi; supaya jangan terjadi penghukuman yang kejam dan tidak adil itu. Inilah iman dalam tindakan. Meski dalam kondisi sangat mustahil, ada Allah yang pegang kendali, yang telah campur tangan dalam mimpi Nebukadnezar yang juga akan memberi rahasia itu. Momen genting itu menjadi momen kesempatan peragaan kuasa dan hikmat Allah kepada mata para petinggi dan pemikir dunia! <br />Seperti teertulis di Amsal 1:7, orang yang takut Allah, yang mengandalkan Allah dan mengutamakan hikmat dan kuasa serta pertolongan-Nya, beroleh hikmat sejati.<br /><br />Boleh jadi, semalaman mereka memohon dalam doa agar Allah mengaruniakan hal yang mustahil menjadi kenyataan. Dan, langsung sesudah Tuhan membukakan isi dan arti mimpi Nebukadnezar, hal yang para berilmu, berhikmat magis, pelihat nasib terbentur oleh batas wilayah kemahakuasaan, kemahatahuan dan kemahabijakan Tuhan Allah, mereka menaikkan mazmur pujian ini. <br />Mari kita renungkan, resapi dan belajar menjadikan hal berikut ini juga menjadi pola doa-doa penyembahan dan puji syukur kita:<br /><br />"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,<br /><br />sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! <br /><br />Dia mengubah saat dan waktu,<br /><br />Dia memecat raja dan mengangkat raja,<br /><br />Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; <br /><br />Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga<br /><br />dan yang tersembunyi,<br /><br />Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. <br /><br />Ya Allah nenek moyangku,<br /><br />kupuji dan kumuliakan Engkau,<br /><br />sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan,<br /><br />dan telah memberitahukan kepadaku<br /><br />sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu:<br /><br />Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja." <br /><br />Mazmur ini berisi beberapa poin penting dalam penyembahan dan doa kita:<br /><br />1) Memuji Tuhan dan mengakui Dia pemilik hikmat dan kekuatan.<br /><br />2) Mengakui kendali Tuhan atas waktu dan sejarah.<br /><br />3) Mengakui kebenaran sosial-politis: Tuhan mengendali jatuh bangun kuasa dan penguasa dunia ini.<br /><br />4) Dia yang memberi hikmat kepada orang yang berhikmat dan yang bijaksana,<br /><br />5) Dia yang menyingkapkan hal yang di luar pemikiran, pengertian dan penglihatan manusia.<br /><br />6) Tuhan Allah adalah Allah nenek moyang Daniel. Dengan kata lain: YHWH Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah yang hidup, Pencipta, Pemelihara, Perencana Keselamatan.<br /><br />7) Dimeteraikan dengan puji syukur atas pengabulan permintaan Daniel dalam sikon pelik dan genting itu.<br /><br /> <br />Daniel tidak melangkahi Ariokh, juga tidak pusing bahwa Ariokh seolah menonjolkan peran dirinya sambil mengecilkan Daniel ketika mempertemukan Daniel...]]></itunes:summary><itunes:duration>748</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/aa8ed210eea2c5621c0d1cc61f2c329d.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Daniel 2:17-30

Sekali lagi bagian ini bukan berfokus pada isi dan arti mimpi tentang peristiwa-peristiwa dunia sesudah Nebukadnezar, melainkan pada keelokan sifat, sikap dan tindakan Daniel,
 poros utamanya adalah kedaulatan. kemahatahuan, dan kemahabijakan Allah.

Daniel sadar bahwa para orang bijak Babilonia itu sudah mengatakan, tidak ada siapa pun dapat memenuhi permintaan raja, hanya Tuhan Allah yang sanggup. 
Maka Daniel bukan mencari kitab-kitab astrologi, nujum, tafsir mimpi Babil tetapi mencari Pribadi satu-satunya yang dapat menyingkapkan baik isi maupun arti mimpi Nebukadnezar.

Sesudah permohonannya kepada raja agar hukuman mati ditunda, Daniel menemui tiga sahabatnya untuk berdoa memohon kasih sayang Tuhan yang mengetahui rahasia tentang mimpi raja sehingga mereka jangan mengalami hukuman mati itu. Tidak disebutkan apa isi doanya. Kalau kita bandingkan ke ucapan syukurnya sesudah memperoleh penjelasan Tuhan, juga ke ps 3 &amp; 6, pasti doanya tidak berlebihan tetapi sederhana namun terpusat kepada Allah, kemuliaan Allah _(shamayim_), permintaan kasih sayang Allah untuk memaparkan rahasia _(raz_)_ mimpi; supaya jangan terjadi penghukuman yang kejam dan tidak adil itu. Inilah iman dalam tindakan. Meski dalam kondisi sangat mustahil, ada Allah yang pegang kendali, yang telah campur tangan dalam mimpi Nebukadnezar yang juga akan memberi rahasia itu. Momen genting itu menjadi momen kesempatan peragaan kuasa dan hikmat Allah kepada mata para petinggi dan pemikir dunia! 
Seperti teertulis di Amsal 1:7, orang yang takut Allah, yang mengandalkan Allah dan mengutamakan hikmat dan kuasa serta pertolongan-Nya, beroleh hikmat sejati.

Boleh jadi, semalaman mereka memohon dalam doa agar Allah mengaruniakan hal yang mustahil menjadi kenyataan. Dan, langsung sesudah Tuhan membukakan isi dan arti mimpi Nebukadnezar, hal yang para berilmu, berhikmat magis, pelihat nasib terbentur oleh batas wilayah kemahakuasaan, kemahatahuan dan kemahabijakan Tuhan Allah, mereka menaikkan mazmur pujian ini. 
Mari kita renungkan, resapi dan belajar menjadikan hal berikut ini juga menjadi pola doa-doa penyembahan dan puji syukur kita:

"Terpujilah nama Allah dari selama-lamanya sampai selama-lamanya,

sebab dari pada Dialah hikmat dan kekuatan! 

Dia mengubah saat dan waktu,

Dia memecat raja dan mengangkat raja,

Dia memberi hikmat kepada orang bijaksana dan pengetahuan kepada orang yang berpengertian; 

Dialah yang menyingkapkan hal-hal yang tidak terduga

dan yang tersembunyi,

Dia tahu apa yang ada di dalam gelap, dan terang ada pada-Nya. 

Ya Allah nenek moyangku,

kupuji dan kumuliakan Engkau,

sebab Engkau mengaruniakan kepadaku hikmat dan kekuatan,

dan telah memberitahukan kepadaku

sekarang apa yang kami mohon kepada-Mu:

Engkau telah memberitahukan kepada kami hal yang dipersoalkan raja." 

Mazmur ini berisi beberapa poin penting dalam penyembahan dan doa kita:

1) Memuji Tuhan dan mengakui Dia pemilik hikmat dan kekuatan.

2) Mengakui kendali Tuhan atas waktu dan sejarah.

3) Mengakui kebenaran sosial-politis: Tuhan mengendali jatuh bangun kuasa dan penguasa dunia ini.

4) Dia yang memberi hikmat kepada orang yang berhikmat dan yang bijaksana,

5) Dia yang menyingkapkan hal yang di luar pemikiran, pengertian dan penglihatan manusia.

6) Tuhan Allah adalah Allah nenek moyang Daniel. Dengan kata lain: YHWH Abraham, Ishak, dan Yakub. Allah yang hidup, Pencipta, Pemelihara, Perencana Keselamatan.

7) Dimeteraikan dengan puji syukur atas pengabulan permintaan Daniel dalam sikon pelik dan genting itu.

 
Daniel tidak melangkahi Ariokh, juga tidak pusing bahwa Ariokh seolah menonjolkan peran dirinya sambil mengecilkan Daniel ketika mempertemukan Daniel ke hadapan raja. Terlebih dulu ia mengingatkan supaya pelaksanaan hukuman dibatalkan sebab ia telah mendapat arti mimpi itu dari Tuhan. Demikian indahnya karakter dan sikap serta tindakan Daniel. Lebih lagi sesudah mendapat jawaban Tuhan, Daniel menyatakan kepada Ariokh kepeduliannya tentang...</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/aa8ed210eea2c5621c0d1cc61f2c329d.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Eksplorasi Kitab Daniel 2:1-16</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/eksplorasi-kitab-daniel-2-1-16</link><description><![CDATA[Daniel 2:1-16 <br /><br />Pasal ini adalah satu-satunya mimpi dan tafsir mengenai kekuatan-kekuatan militer dan politik zaman Daniel periode Nebukadnezar dan selanjutnya. Karena isu isi dan arti mimpi ini, maka kecenderungan kita adalah memikirkan apa yang disingkapkan dalam mimpi Nebukadnezar itu tentang peristiwa-peristiwa mendatang. Padahal jika kita membaca pasal 2 ini sebagai kelanjutan dari pasal 1 dan ayat yang dipakai untuk penjelasan isi dan mimpi Nebukadnezar dibanding sikap Daniel tentang hal tersebut, maka pesan utama pasal ini bukan pada mimpi tetapi pada keutamaan Allah dan hikmat bijaksana ilahi yang Ia berikan kepada para hamba-Nya yang setia dan berkomitmen sambil memberi teguran kepada Nebukadnezar.<br /><br />Pasal 1 terutama menekankan bahwa disiplin makan Daniel dkk. yang mungkin mengandung makna moral-spiritual-teologis dan politis membuat mereka unggul secara jasmani terhadap para terdidik Universitas Babilonia lainnya. Kini di pasal 2 datang ujian lain ke hadapan para bijak tersebut: menceritakan isi mimpi Nebukadnezar dan memaparkan arti mimpi tersebut. Ternyata Daniel dkk. unggul lagi. Semua orang pandai dan berhikmat di Babilonia menyerah, Daniel dkk. sesudah berdoa dan mendapat penyingkapan dari Tuhan sanggup melakukan keduanya – menceritakan isi mimpi raja dan menyingkapkan artiannya. Daniel dkk., dengan menempuh disiplin diri tersebut bukan saja tidak mengalami kelemahan jasmani, bahkan kini terbukti bahwa mereka juga lebih unggul secara intelektual atau lebih lagi secara keilmuan Mesopotamia yang mencakup bidang meluas dari anatomi organ tubuh untuk meramal, sampai ramalan perbintangan, dan berbagai kesanggupan adikodrati lainnya.<br /><br />Maka pasal 2 ini seolah panggung pertandingan dua kelompok orang berhikmat. Di satu sisi semua orang Kasdim – Kasdim biasanya dipakai untuk seluruh bangsa Babilonia termasuk Nebukadnezar, tetapi di sini dipakai untuk semua orang cerdik pandai dan berhikmat, yaitu para astrolog, ahli nujum, pelihat, peramal, (sekarang dalam koteks kita di sini dikenal sebagai paranormal, ahli Feng Shui, dukun, orang pintar, ahli mantra, ahli totok aura, guru semedi, pelihat, indigo, dan semacam itu), termasuk Daniel dkk. yang juga sudah diajar dan membaca banyak buku perklenikan Babilonia dan Mesopotamia. Di sisi lain panggung adalah 4 sekawan itu, yang hanyalah orang buangan Yahudi (istilah itu dipakai oleh Ariokh: “orang-orang buangan Yehuda” (ay. 25), yang ternyata sanggup melakukan apa yang diminta raja Nebukadnezar. Dan ini terjadi karena Allah yang mengendalikan panggung sejarah dunia juga melihat sampai ke kedalaman rahasia hati, bawah sadar manusia. Malah mungkin dalam konteks ini, mimpi yang sejatinya adalah apokalip (penyingkapan) tersebut memang dimunculkan oleh Tuhan Allah ke dalam kerumitan kejiwaan Nebukadnezar.<br /><br />Nebukadnezar bermimpi. Entah ia benar-benar lupa isi mimpinya, atau ia hanya ingin menguji para berhikmat di sekitar dia, kita tidak diberitahu. Ia memanggil semua mereka dan meminta mereka memberitahu isi dan arti mimpinya. Sampai dua kali para berhikmat itu meminta raja menceritakan isi mimpinya dan mengakui bahwa, 1) tidak ada siapa pun di antara para cerdik pandai dapat melihat ke isi mimpi orang lain, 2) tidak ada raja mana pun pernah memberi tugas seberat itu, dan 3) hanya para dewa memiliki kemampuan yang diminta raja.<br /><br />Dua kali juga Nebukadnezar menjadi marah – marah pertama meningkat menjadi marah besar kali keduanya. Baik janji pahala maupun ancaman akan dibunuh tidak dapat mengubah fakta bahwa semua para berhikmat tidak memiliki kemampuan itu. Di Babel ada cara penyiksaan dimana tangan-kaki orang diikat ke batang pohon, pucuk pohon diikat, lalu sesudah tertarik ketat, ikatan tali dipotong, sehingga pohon2 akan menarik tubuh terikat itu tercabik 4. Meski dengan ancaman itu pun mereka memang tidak bisa berbuat apa2. Hanya para dewa yang bisa. Dalam frustrasi dan marahnya raja memutuskan memusnahkan mereka semua.<br /><br />Karena Daniel dkk. juga termasuk yang dididik untuk berhikmat Babilonia, ia dkk juga terancam akan dibunuh. Tetapi tanpa ada kesan panik, egois dlsb., dengan bijak dan cerdik ia bertanya kepada Ariokh, “mengapa perintah yang keras itu dikeluarkan oleh raja.” Lalu terjadilah penundaan terhadap pembantaian besar-besaran atas semua orang cerdik pandai.<br /><br />Situasi Daniel mirip situasi Ester, berdiam diri bukan selamat tetapi akan mati, berusaha sesuatu salah-salah akan mati juga. Bila di pasal 1 Daniel meminta kepada Aspenas agar dibolehkan berganti menu, kini “dengan cerdik dan bijaksana” Daniel menghadap Ariokh dan bertanya. Betapa penting bertanya, mengerti masalah / fakta sebelum bicara / bertindak! Apa tindakan Daniel? 1) menghadap raja dan meminta diberi waktu untuk memberitahukan mimpi & maknanya. Maksudnya Daniel ingin menanyakan Tuhan sendiri; 2) berbagi beban doa kepada tiga sahabatnya.<br /><br /> <br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Perjalanan hidup adalah rangkaian komitmen, ujian dan makin bersandar kepada Tuhan, dst. Peristiwa yang menguji itu bisa: <br />A) menjadi kesempatan untuk berperan lebih besar bisa juga terhenti total, <br />B) bentuknya kini adalah kontes yang berimplikasi konflik dengan kelompok yang mengandalkan kuasa gelap dan kuasa lain yang bukan dari Tuhan.<br /><br />2) Dekat Tuhan membuat hamba-Nya tidak panik dalam situasi krisis tetapi pikiran, perasaan, pertimbangan dan tindakan ditandai ketenangan, sikap bijak dalam relasi, pengendalian diri, rendah hati, dan selalu mencari hadirat Allah. Meski pandai dan berilmu menurut kriteria Universitas Babilonia, mereka tetap mengandalkan Tuhan.<br /><br />3) Catatan: John Calvin dalam tafsirannya menyalahkan Daniel yang meminta supaya perintah raja ditunda. Menurut dia sebaiknya perintah itu dibiarkan dulu terjadi supaya semua para astrolog, praktisi klenik Babil dilenyapkan. Bagaimana komentar Anda?<br /><br /><br />Penulis : Paul Hidayat<br />Dibawakan : Fu Kwet khiong<br /><br />Bapak Paul Hidayat adalah <br />Penggerak Pelayanan Literatur untuk Hamba Tuhan (PELIHAT)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39932088</guid><pubDate>Fri, 24 Jul 2020 07:19:51 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39932088/draft_1594966710901622_audio.mp3" length="13514292" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Daniel 2:1-16 

Pasal ini adalah satu-satunya mimpi dan tafsir mengenai kekuatan-kekuatan militer dan politik zaman Daniel periode Nebukadnezar dan selanjutnya. Karena isu isi dan arti mimpi ini, maka kecenderungan kita adalah memikirkan apa yang...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Daniel 2:1-16 <br /><br />Pasal ini adalah satu-satunya mimpi dan tafsir mengenai kekuatan-kekuatan militer dan politik zaman Daniel periode Nebukadnezar dan selanjutnya. Karena isu isi dan arti mimpi ini, maka kecenderungan kita adalah memikirkan apa yang disingkapkan dalam mimpi Nebukadnezar itu tentang peristiwa-peristiwa mendatang. Padahal jika kita membaca pasal 2 ini sebagai kelanjutan dari pasal 1 dan ayat yang dipakai untuk penjelasan isi dan mimpi Nebukadnezar dibanding sikap Daniel tentang hal tersebut, maka pesan utama pasal ini bukan pada mimpi tetapi pada keutamaan Allah dan hikmat bijaksana ilahi yang Ia berikan kepada para hamba-Nya yang setia dan berkomitmen sambil memberi teguran kepada Nebukadnezar.<br /><br />Pasal 1 terutama menekankan bahwa disiplin makan Daniel dkk. yang mungkin mengandung makna moral-spiritual-teologis dan politis membuat mereka unggul secara jasmani terhadap para terdidik Universitas Babilonia lainnya. Kini di pasal 2 datang ujian lain ke hadapan para bijak tersebut: menceritakan isi mimpi Nebukadnezar dan memaparkan arti mimpi tersebut. Ternyata Daniel dkk. unggul lagi. Semua orang pandai dan berhikmat di Babilonia menyerah, Daniel dkk. sesudah berdoa dan mendapat penyingkapan dari Tuhan sanggup melakukan keduanya – menceritakan isi mimpi raja dan menyingkapkan artiannya. Daniel dkk., dengan menempuh disiplin diri tersebut bukan saja tidak mengalami kelemahan jasmani, bahkan kini terbukti bahwa mereka juga lebih unggul secara intelektual atau lebih lagi secara keilmuan Mesopotamia yang mencakup bidang meluas dari anatomi organ tubuh untuk meramal, sampai ramalan perbintangan, dan berbagai kesanggupan adikodrati lainnya.<br /><br />Maka pasal 2 ini seolah panggung pertandingan dua kelompok orang berhikmat. Di satu sisi semua orang Kasdim – Kasdim biasanya dipakai untuk seluruh bangsa Babilonia termasuk Nebukadnezar, tetapi di sini dipakai untuk semua orang cerdik pandai dan berhikmat, yaitu para astrolog, ahli nujum, pelihat, peramal, (sekarang dalam koteks kita di sini dikenal sebagai paranormal, ahli Feng Shui, dukun, orang pintar, ahli mantra, ahli totok aura, guru semedi, pelihat, indigo, dan semacam itu), termasuk Daniel dkk. yang juga sudah diajar dan membaca banyak buku perklenikan Babilonia dan Mesopotamia. Di sisi lain panggung adalah 4 sekawan itu, yang hanyalah orang buangan Yahudi (istilah itu dipakai oleh Ariokh: “orang-orang buangan Yehuda” (ay. 25), yang ternyata sanggup melakukan apa yang diminta raja Nebukadnezar. Dan ini terjadi karena Allah yang mengendalikan panggung sejarah dunia juga melihat sampai ke kedalaman rahasia hati, bawah sadar manusia. Malah mungkin dalam konteks ini, mimpi yang sejatinya adalah apokalip (penyingkapan) tersebut memang dimunculkan oleh Tuhan Allah ke dalam kerumitan kejiwaan Nebukadnezar.<br /><br />Nebukadnezar bermimpi. Entah ia benar-benar lupa isi mimpinya, atau ia hanya ingin menguji para berhikmat di sekitar dia, kita tidak diberitahu. Ia memanggil semua mereka dan meminta mereka memberitahu isi dan arti mimpinya. Sampai dua kali para berhikmat itu meminta raja menceritakan isi mimpinya dan mengakui bahwa, 1) tidak ada siapa pun di antara para cerdik pandai dapat melihat ke isi mimpi orang lain, 2) tidak ada raja mana pun pernah memberi tugas seberat itu, dan 3) hanya para dewa memiliki kemampuan yang diminta raja.<br /><br />Dua kali juga Nebukadnezar menjadi marah – marah pertama meningkat menjadi marah besar kali keduanya. Baik janji pahala maupun ancaman akan dibunuh tidak dapat mengubah fakta bahwa semua para berhikmat tidak memiliki kemampuan itu. Di Babel ada cara penyiksaan dimana tangan-kaki orang diikat ke batang pohon, pucuk pohon diikat, lalu sesudah tertarik ketat, ikatan tali dipotong, sehingga pohon2 akan menarik tubuh terikat itu tercabik 4. Meski dengan ancaman itu pun mereka memang tidak bisa berbuat apa2. Hanya para dewa yang bisa. Dalam frustrasi dan marahnya raja memutuskan memusnahkan mereka semua.<br /><br...]]></itunes:summary><itunes:duration>845</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/179cfed25b6d7d2a0755a43d01052aba.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Daniel 2:1-16 

Pasal ini adalah satu-satunya mimpi dan tafsir mengenai kekuatan-kekuatan militer dan politik zaman Daniel periode Nebukadnezar dan selanjutnya. Karena isu isi dan arti mimpi ini, maka kecenderungan kita adalah memikirkan apa yang disingkapkan dalam mimpi Nebukadnezar itu tentang peristiwa-peristiwa mendatang. Padahal jika kita membaca pasal 2 ini sebagai kelanjutan dari pasal 1 dan ayat yang dipakai untuk penjelasan isi dan mimpi Nebukadnezar dibanding sikap Daniel tentang hal tersebut, maka pesan utama pasal ini bukan pada mimpi tetapi pada keutamaan Allah dan hikmat bijaksana ilahi yang Ia berikan kepada para hamba-Nya yang setia dan berkomitmen sambil memberi teguran kepada Nebukadnezar.

Pasal 1 terutama menekankan bahwa disiplin makan Daniel dkk. yang mungkin mengandung makna moral-spiritual-teologis dan politis membuat mereka unggul secara jasmani terhadap para terdidik Universitas Babilonia lainnya. Kini di pasal 2 datang ujian lain ke hadapan para bijak tersebut: menceritakan isi mimpi Nebukadnezar dan memaparkan arti mimpi tersebut. Ternyata Daniel dkk. unggul lagi. Semua orang pandai dan berhikmat di Babilonia menyerah, Daniel dkk. sesudah berdoa dan mendapat penyingkapan dari Tuhan sanggup melakukan keduanya – menceritakan isi mimpi raja dan menyingkapkan artiannya. Daniel dkk., dengan menempuh disiplin diri tersebut bukan saja tidak mengalami kelemahan jasmani, bahkan kini terbukti bahwa mereka juga lebih unggul secara intelektual atau lebih lagi secara keilmuan Mesopotamia yang mencakup bidang meluas dari anatomi organ tubuh untuk meramal, sampai ramalan perbintangan, dan berbagai kesanggupan adikodrati lainnya.

Maka pasal 2 ini seolah panggung pertandingan dua kelompok orang berhikmat. Di satu sisi semua orang Kasdim – Kasdim biasanya dipakai untuk seluruh bangsa Babilonia termasuk Nebukadnezar, tetapi di sini dipakai untuk semua orang cerdik pandai dan berhikmat, yaitu para astrolog, ahli nujum, pelihat, peramal, (sekarang dalam koteks kita di sini dikenal sebagai paranormal, ahli Feng Shui, dukun, orang pintar, ahli mantra, ahli totok aura, guru semedi, pelihat, indigo, dan semacam itu), termasuk Daniel dkk. yang juga sudah diajar dan membaca banyak buku perklenikan Babilonia dan Mesopotamia. Di sisi lain panggung adalah 4 sekawan itu, yang hanyalah orang buangan Yahudi (istilah itu dipakai oleh Ariokh: “orang-orang buangan Yehuda” (ay. 25), yang ternyata sanggup melakukan apa yang diminta raja Nebukadnezar. Dan ini terjadi karena Allah yang mengendalikan panggung sejarah dunia juga melihat sampai ke kedalaman rahasia hati, bawah sadar manusia. Malah mungkin dalam konteks ini, mimpi yang sejatinya adalah apokalip (penyingkapan) tersebut memang dimunculkan oleh Tuhan Allah ke dalam kerumitan kejiwaan Nebukadnezar.

Nebukadnezar bermimpi. Entah ia benar-benar lupa isi mimpinya, atau ia hanya ingin menguji para berhikmat di sekitar dia, kita tidak diberitahu. Ia memanggil semua mereka dan meminta mereka memberitahu isi dan arti mimpinya. Sampai dua kali para berhikmat itu meminta raja menceritakan isi mimpinya dan mengakui bahwa, 1) tidak ada siapa pun di antara para cerdik pandai dapat melihat ke isi mimpi orang lain, 2) tidak ada raja mana pun pernah memberi tugas seberat itu, dan 3) hanya para dewa memiliki kemampuan yang diminta raja.

Dua kali juga Nebukadnezar menjadi marah – marah pertama meningkat menjadi marah besar kali keduanya. Baik janji pahala maupun ancaman akan dibunuh tidak dapat mengubah fakta bahwa semua para berhikmat tidak memiliki kemampuan itu. Di Babel ada cara penyiksaan dimana tangan-kaki orang diikat ke batang pohon, pucuk pohon diikat, lalu sesudah tertarik ketat, ikatan tali dipotong, sehingga pohon2 akan menarik tubuh terikat itu tercabik 4. Meski dengan ancaman itu pun mereka memang tidak bisa berbuat apa2. Hanya para dewa yang bisa. Dalam frustrasi dan marahnya raja memutuskan memusnahkan mereka semua.

Karena Daniel dkk. juga termasuk yang dididik untuk...</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/179cfed25b6d7d2a0755a43d01052aba.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Rencana Tuhan Sudah Pasti Lebih Baik</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/rencana-tuhan-sudah-pasti-lebih-baik</link><description><![CDATA[apakah impian kamu hancur di masa covid-19 ini? <br />kamu patah semangat? kamu tanpa harapan? <br />semua yang kamu rencanakan tidak berjalan di tahun ini, <br />padahal kamu sudah punya rencana indah dengan teman-temanmu, hendak berlibur kesana sini, akan kuliah disini atau disitu, rencana join bisnis buka usaha baru. <br />semua rencanatidak terwujud. <br /><br />kamu tidak habis pikir, kenapa saat usiamu sedang produktif, kondisi dunia seperti ini. <br />Kamu berencana keluar dari mimpi buruk ini dan kamu segera merencanakan jalan keluar.<br />Kamu sangat yakin kemana langkah selanjutnya. <br />Rencana kamu tampak bagus , jauh lebih bagus daripada yang sebelumnya.<br />kamu berpikir , hal terbaik untuk dilakukan adalah cepat-cepat memulai awal yang baru. <br />kamu begitu terobsesi mengejar rencana baru yang lebih baik lagi.<br /><br />Masalahnya Tuhan memiliki rencana lain yang jauh lebih baik dan jauh lebib indah. <br />kalau kamu sudah menulis babak kehidupan selanjutnya <br />dan<br />kamu pikir kamu lebih tahu apa yang ada di depan, <br />maka kamu sebenarnya sedang terjebak kembali ke dalam perangkap kesombongan.<br /><br />Kamu lupa bahwa ada penulis kehidupan kamu <br />sesungguhnya adalah Tuhan. <br />Tuhan punya rencana lain yang tidak terselami oleh hati kamu, dan itu semua untuk kebaikan kamu. <br />Hikmat dan anugerah Tuhan tidak terbatas. <br />Kisah kamu adalah anugerah yang ditulis Dia.<br /><br />setiap kejutan dalam cerita kamu dirancang untuk kebaikanmu.<br />Setia peristiwa yang tak terduga adalah alat anugerah Tuhan merangkai hidupmu.<br />Setiap temanmu yang tak terduga merupakan alat anugerah Tuhan membentuk hidupmu. <br />Setiap babak baru kehidupan kamu adalah untuk menjalankan rencana Tuhan. <br /><br />Firman Tuhan berkata, <br />Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya. <br />Mengatakan rencana Tuhan itu lebih baik terdengar seperti penghinaan, sebab hal itu sudah pasti dan tentu sudah jelas. <br /><br />Cara Tuhan lebih baik daripada cara kamu.<br />Rencana Tuhan sudah pasti lebih baik daripada rencana apapun yang kamu punya untuk dirimu. <br />Syukurlah bukan kamu jadi penulis kisah kehidupan kamu sendiri.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39892773</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2020 03:29:54 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39892773/draft_159538769854321_audio.mp3" length="3544711" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>apakah impian kamu hancur di masa covid-19 ini? 
kamu patah semangat? kamu tanpa harapan? 
semua yang kamu rencanakan tidak berjalan di tahun ini, 
padahal kamu sudah punya rencana indah dengan teman-temanmu, hendak berlibur kesana sini, akan kuliah...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[apakah impian kamu hancur di masa covid-19 ini? <br />kamu patah semangat? kamu tanpa harapan? <br />semua yang kamu rencanakan tidak berjalan di tahun ini, <br />padahal kamu sudah punya rencana indah dengan teman-temanmu, hendak berlibur kesana sini, akan kuliah disini atau disitu, rencana join bisnis buka usaha baru. <br />semua rencanatidak terwujud. <br /><br />kamu tidak habis pikir, kenapa saat usiamu sedang produktif, kondisi dunia seperti ini. <br />Kamu berencana keluar dari mimpi buruk ini dan kamu segera merencanakan jalan keluar.<br />Kamu sangat yakin kemana langkah selanjutnya. <br />Rencana kamu tampak bagus , jauh lebih bagus daripada yang sebelumnya.<br />kamu berpikir , hal terbaik untuk dilakukan adalah cepat-cepat memulai awal yang baru. <br />kamu begitu terobsesi mengejar rencana baru yang lebih baik lagi.<br /><br />Masalahnya Tuhan memiliki rencana lain yang jauh lebih baik dan jauh lebib indah. <br />kalau kamu sudah menulis babak kehidupan selanjutnya <br />dan<br />kamu pikir kamu lebih tahu apa yang ada di depan, <br />maka kamu sebenarnya sedang terjebak kembali ke dalam perangkap kesombongan.<br /><br />Kamu lupa bahwa ada penulis kehidupan kamu <br />sesungguhnya adalah Tuhan. <br />Tuhan punya rencana lain yang tidak terselami oleh hati kamu, dan itu semua untuk kebaikan kamu. <br />Hikmat dan anugerah Tuhan tidak terbatas. <br />Kisah kamu adalah anugerah yang ditulis Dia.<br /><br />setiap kejutan dalam cerita kamu dirancang untuk kebaikanmu.<br />Setia peristiwa yang tak terduga adalah alat anugerah Tuhan merangkai hidupmu.<br />Setiap temanmu yang tak terduga merupakan alat anugerah Tuhan membentuk hidupmu. <br />Setiap babak baru kehidupan kamu adalah untuk menjalankan rencana Tuhan. <br /><br />Firman Tuhan berkata, <br />Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya. <br />Mengatakan rencana Tuhan itu lebih baik terdengar seperti penghinaan, sebab hal itu sudah pasti dan tentu sudah jelas. <br /><br />Cara Tuhan lebih baik daripada cara kamu.<br />Rencana Tuhan sudah pasti lebih baik daripada rencana apapun yang kamu punya untuk dirimu. <br />Syukurlah bukan kamu jadi penulis kisah kehidupan kamu sendiri.]]></itunes:summary><itunes:duration>222</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/8d0c1cc599c15201d2397519cd5beedb.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>apakah impian kamu hancur di masa covid-19 ini? 
kamu patah semangat? kamu tanpa harapan? 
semua yang kamu rencanakan tidak berjalan di tahun ini, 
padahal kamu sudah punya rencana indah dengan teman-temanmu, hendak berlibur kesana sini, akan kuliah disini atau disitu, rencana join bisnis buka usaha baru. 
semua rencanatidak terwujud. 

kamu tidak habis pikir, kenapa saat usiamu sedang produktif, kondisi dunia seperti ini. 
Kamu berencana keluar dari mimpi buruk ini dan kamu segera merencanakan jalan keluar.
Kamu sangat yakin kemana langkah selanjutnya. 
Rencana kamu tampak bagus , jauh lebih bagus daripada yang sebelumnya.
kamu berpikir , hal terbaik untuk dilakukan adalah cepat-cepat memulai awal yang baru. 
kamu begitu terobsesi mengejar rencana baru yang lebih baik lagi.

Masalahnya Tuhan memiliki rencana lain yang jauh lebih baik dan jauh lebib indah. 
kalau kamu sudah menulis babak kehidupan selanjutnya 
dan
kamu pikir kamu lebih tahu apa yang ada di depan, 
maka kamu sebenarnya sedang terjebak kembali ke dalam perangkap kesombongan.

Kamu lupa bahwa ada penulis kehidupan kamu 
sesungguhnya adalah Tuhan. 
Tuhan punya rencana lain yang tidak terselami oleh hati kamu, dan itu semua untuk kebaikan kamu. 
Hikmat dan anugerah Tuhan tidak terbatas. 
Kisah kamu adalah anugerah yang ditulis Dia.

setiap kejutan dalam cerita kamu dirancang untuk kebaikanmu.
Setia peristiwa yang tak terduga adalah alat anugerah Tuhan merangkai hidupmu.
Setiap temanmu yang tak terduga merupakan alat anugerah Tuhan membentuk hidupmu. 
Setiap babak baru kehidupan kamu adalah untuk menjalankan rencana Tuhan. 

Firman Tuhan berkata, 
Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya. 
Mengatakan rencana Tuhan itu lebih baik terdengar seperti penghinaan, sebab hal itu sudah pasti dan tentu sudah jelas. 

Cara Tuhan lebih baik daripada cara kamu.
Rencana Tuhan sudah pasti lebih baik daripada rencana apapun yang kamu punya untuk dirimu. 
Syukurlah bukan kamu jadi penulis kisah kehidupan kamu sendiri.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/8d0c1cc599c15201d2397519cd5beedb.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Segala Yang Kita Punya Adalah Milik Allah</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tuhan-tidak-pernah-berutang</link><description><![CDATA[Jargon "Tuhan tak pernah berhutang" sudah sering kita dengar, bukan? Kebanyakan kita pasti menyetujuinya. Tapi kalau dipikir lebih dalam, ada yang salah ga sih dari kalimat itu? Kapan Tuhan pernah minta utang sama kita? Kapan Dia kekurangan? Bukankah Dia adalah Allah yang Mahakaya dan self-sufficient. Dia adalah Allah yang bisa mencukupi diri-Nya sendiri. Apakah Dia menciptakan dan membesarkan kita supaya kalau Dia kekurangan Dia bisa ngutang dari kita?<br /><br />Yang selalu kekurangan dan berutang terus menerus adalah kita. Kita berutang kasih-Nya, pemeliharaan-Nya, penebusan-Nya, nyawa Anak-Nya, pengampunan-Nya, talenta-talenta dari-Nya, dan kehidupan kita sendiri, semua yang kita miliki tidak ada yang tidak berasal dari-Nya. Kita ini tidak lebih dari manusia bangkrut yang engga bisa ngasih apa-apa kepada Tuhan. Kalau pun kita ngasih Tuhan, yang kita kasih itu juga dari Tuhan. Mirip anak kecil yang bangga ngasih coklat sama bapaknya, padahal coklat itu juga berasal dari bapaknya.<br /><br />Pemahaman jargon itu memutar balik kebenaran yang sesungguhnya sehingga kita merasa bisa mengutangi Allah dan lebih buruk lagi mengharapkan Dia membalas berkali-kali lipat kebaikan kita itu. Ini mirip konsep orang Yahudi yang hidup dalam Taurat dan tetangga sebelah kita yang hidup dalam konsep amal dan pahala. Bila suatu kebaikan dilakukan karena mengharapkan akan dibalas lebih banyak lagi, namanya bukan kebaikan tetapi dagang, sama seperti rentenir.<br /><br />Duh... tentu Allah tidak "selugu" itu. Bila kita pancing dengan umpan sedikit, lalu Dia akan dengan sukacita memberi lebih banyak supaya Dia dikatakan tidak pernah berutang. Kalau Allah melakukan itu, kita semua akan salah memahami Pribadi-Nya.<br /><br />Ada dari kita mungkin yang berkata, "Saya sudah mengalaminya. Allah membayar berkali-kali lipat apa yang saya tabur." Saya mau mengatakan, tanpa Anda "mengutangi Allah pun, kalau Allah mau memberi kepada Anda maka Anda akan diberi." Pemberian Allah tidak bersyarat dan tidak tergantung apakah Anda memberi Dia dulu dan berapa besarnya pemberian Anda itu. Inilah yang disebut anugerah karena Allah itu murah hati.<br /><br />Karenanya, bila kita ingin memberi persembahan untuk pekerjaan Allah, berilah dengan kesadaran bahwa segala yang kita punya adalah milik Allah, dan berilah dengan kerelaan, bukan dengan mengharap imbalan.<br /><br />Semoga mencerahkan bro and sis.<br /><br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Dibawakan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39857316</guid><pubDate>Mon, 20 Jul 2020 03:47:00 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39857316/draft_1595216135318468_audio.mp3" length="3227062" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Jargon "Tuhan tak pernah berhutang" sudah sering kita dengar, bukan? Kebanyakan kita pasti menyetujuinya. Tapi kalau dipikir lebih dalam, ada yang salah ga sih dari kalimat itu? Kapan Tuhan pernah minta utang sama kita? Kapan Dia kekurangan? Bukankah...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Jargon "Tuhan tak pernah berhutang" sudah sering kita dengar, bukan? Kebanyakan kita pasti menyetujuinya. Tapi kalau dipikir lebih dalam, ada yang salah ga sih dari kalimat itu? Kapan Tuhan pernah minta utang sama kita? Kapan Dia kekurangan? Bukankah Dia adalah Allah yang Mahakaya dan self-sufficient. Dia adalah Allah yang bisa mencukupi diri-Nya sendiri. Apakah Dia menciptakan dan membesarkan kita supaya kalau Dia kekurangan Dia bisa ngutang dari kita?<br /><br />Yang selalu kekurangan dan berutang terus menerus adalah kita. Kita berutang kasih-Nya, pemeliharaan-Nya, penebusan-Nya, nyawa Anak-Nya, pengampunan-Nya, talenta-talenta dari-Nya, dan kehidupan kita sendiri, semua yang kita miliki tidak ada yang tidak berasal dari-Nya. Kita ini tidak lebih dari manusia bangkrut yang engga bisa ngasih apa-apa kepada Tuhan. Kalau pun kita ngasih Tuhan, yang kita kasih itu juga dari Tuhan. Mirip anak kecil yang bangga ngasih coklat sama bapaknya, padahal coklat itu juga berasal dari bapaknya.<br /><br />Pemahaman jargon itu memutar balik kebenaran yang sesungguhnya sehingga kita merasa bisa mengutangi Allah dan lebih buruk lagi mengharapkan Dia membalas berkali-kali lipat kebaikan kita itu. Ini mirip konsep orang Yahudi yang hidup dalam Taurat dan tetangga sebelah kita yang hidup dalam konsep amal dan pahala. Bila suatu kebaikan dilakukan karena mengharapkan akan dibalas lebih banyak lagi, namanya bukan kebaikan tetapi dagang, sama seperti rentenir.<br /><br />Duh... tentu Allah tidak "selugu" itu. Bila kita pancing dengan umpan sedikit, lalu Dia akan dengan sukacita memberi lebih banyak supaya Dia dikatakan tidak pernah berutang. Kalau Allah melakukan itu, kita semua akan salah memahami Pribadi-Nya.<br /><br />Ada dari kita mungkin yang berkata, "Saya sudah mengalaminya. Allah membayar berkali-kali lipat apa yang saya tabur." Saya mau mengatakan, tanpa Anda "mengutangi Allah pun, kalau Allah mau memberi kepada Anda maka Anda akan diberi." Pemberian Allah tidak bersyarat dan tidak tergantung apakah Anda memberi Dia dulu dan berapa besarnya pemberian Anda itu. Inilah yang disebut anugerah karena Allah itu murah hati.<br /><br />Karenanya, bila kita ingin memberi persembahan untuk pekerjaan Allah, berilah dengan kesadaran bahwa segala yang kita punya adalah milik Allah, dan berilah dengan kerelaan, bukan dengan mengharap imbalan.<br /><br />Semoga mencerahkan bro and sis.<br /><br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Dibawakan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>202</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/752e1321fad0b73ba23511d96add1897.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Jargon "Tuhan tak pernah berhutang" sudah sering kita dengar, bukan? Kebanyakan kita pasti menyetujuinya. Tapi kalau dipikir lebih dalam, ada yang salah ga sih dari kalimat itu? Kapan Tuhan pernah minta utang sama kita? Kapan Dia kekurangan? Bukankah Dia adalah Allah yang Mahakaya dan self-sufficient. Dia adalah Allah yang bisa mencukupi diri-Nya sendiri. Apakah Dia menciptakan dan membesarkan kita supaya kalau Dia kekurangan Dia bisa ngutang dari kita?

Yang selalu kekurangan dan berutang terus menerus adalah kita. Kita berutang kasih-Nya, pemeliharaan-Nya, penebusan-Nya, nyawa Anak-Nya, pengampunan-Nya, talenta-talenta dari-Nya, dan kehidupan kita sendiri, semua yang kita miliki tidak ada yang tidak berasal dari-Nya. Kita ini tidak lebih dari manusia bangkrut yang engga bisa ngasih apa-apa kepada Tuhan. Kalau pun kita ngasih Tuhan, yang kita kasih itu juga dari Tuhan. Mirip anak kecil yang bangga ngasih coklat sama bapaknya, padahal coklat itu juga berasal dari bapaknya.

Pemahaman jargon itu memutar balik kebenaran yang sesungguhnya sehingga kita merasa bisa mengutangi Allah dan lebih buruk lagi mengharapkan Dia membalas berkali-kali lipat kebaikan kita itu. Ini mirip konsep orang Yahudi yang hidup dalam Taurat dan tetangga sebelah kita yang hidup dalam konsep amal dan pahala. Bila suatu kebaikan dilakukan karena mengharapkan akan dibalas lebih banyak lagi, namanya bukan kebaikan tetapi dagang, sama seperti rentenir.

Duh... tentu Allah tidak "selugu" itu. Bila kita pancing dengan umpan sedikit, lalu Dia akan dengan sukacita memberi lebih banyak supaya Dia dikatakan tidak pernah berutang. Kalau Allah melakukan itu, kita semua akan salah memahami Pribadi-Nya.

Ada dari kita mungkin yang berkata, "Saya sudah mengalaminya. Allah membayar berkali-kali lipat apa yang saya tabur." Saya mau mengatakan, tanpa Anda "mengutangi Allah pun, kalau Allah mau memberi kepada Anda maka Anda akan diberi." Pemberian Allah tidak bersyarat dan tidak tergantung apakah Anda memberi Dia dulu dan berapa besarnya pemberian Anda itu. Inilah yang disebut anugerah karena Allah itu murah hati.

Karenanya, bila kita ingin memberi persembahan untuk pekerjaan Allah, berilah dengan kesadaran bahwa segala yang kita punya adalah milik Allah, dan berilah dengan kerelaan, bukan dengan mengharap imbalan.

Semoga mencerahkan bro and sis.


Renungan : Pdt. Benny Solihin
Dibawakan : Pdt. Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/752e1321fad0b73ba23511d96add1897.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Eksplorasi Kitab Daniel 1:8-15</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/eksplorasi-kitab-daniel-1-8-15</link><description><![CDATA[Bagian ini menarik karena sesudah “menerima” penggantian nama dan (mungkin juga) pengebirian, kini Daniel dkk. meminta izin untuk tidak memakan diet yang ditentukan raja. Raja jelas menetapkan diet mereka adalah “santapan raja dan anggur minuman raja.” <br />Perhatikan bagaimana ayat 1-7 dengan singkat, cepat menarasikan tentang kejatuhan Yerusalem, pembuangan Daniel dkk. ke Babilonia, penggantian nama mereka, <br />sementara untuk resolusi dan permintaan dan hasil dari menu beda dari hidangan raja butuh lebih banyak ayat.<br /> Ini menyiratkan bahwa ada perenungan mendalam dan pergumulan cukup lama atau sukar sebelum mereka bulat dengan keputusan itu <br />dan akhirnya memetik hasil yang mengherankan. Dan di balik semua itu ada perkenan dan belas kasih Tuhan untuk mereka.<br /><br />Mereka tidak menolak begitu saja atau melakukan mogok makan – intinya mereka tidak menunjukkan sikap dan tindakan frontal gegabah atau tergesa untuk menentang dan menolak makanan dan minuman itu. Melainkan, sesudah perenungan mendalam baru mereka mengajukan usul atau permintaan agar diet tersebut diganti dengan sayuran dan air minum biasa. Aspenas tidak berani mengabulkan permohonan tersebut, karena khawatir kalau sampai “daniel dkk kelihatan kurang sehat” dibanding para kaum muda terdidik lainnya yang menyantap makanan dan minuman raja.<br /><br />Daniel dkk. kemudian memohon agar dibuat uji-coba selama sepuluh hari. Dan karena terbukti bahwa tampilan jasmani mereka sehat, bahkan “perawakan mereka lebih baik dan lebih gemuk daripada semua orang muda yang makan dari santapan raja,” maka Aspenas mengabulkan permintaan mereka. Rupanya diet makan sayuran dan minum air biasa itu berlanjut selama tiga tahun pendidikan Universitas Babilonia.<br /><br />Pertanyaan yang menggelitik ialah, mengapa ganti nama dan belajar ilmu klenik serta dikebiri tidak mereka tolak, sedangkan makan santapan raja mereka tolak? Jawaban pastinya mungkin hanya pembaca masa itu yang tahu dan kita di zaman kini tidak tahu persis. Namun ada beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan kemungkinan. <br />Pertama, peraturan santapan (Imamat 11) tentang yang dibolehkan dan yang dilarang (kosher dan non-kosher, istilah sekarang halal dan haram), termasuk bersantap dengan siapa saja yang dibolehkan dan dilarang. Tetapi, dalam peraturan tersebut tidak ada larangan minum anggur dan harus minum air biasa saja. Atau kedua, bisa jadi di kalangan bangsa-bangsa yang tidak mengenal YHWH ada kebiasaan mempersembahkan makanan dan minuman kepada dewa-dewa mereka. Tetapi, tidak seperti di Korintus yang hanya mempersembahkan daging, di Babilonia sayur pun dipersembahkan kepada berhala.<br /><br />Kemungkinan lain, merujuk ke 10:3, rupanya sesudah tiga tahun masa pendidikan oleh dekrit Nebukadnezar itu, Daniel juga menyantap daging dan anggur. Karena, dikatakan bahwa ketika ia menetapkan untuk berkabung dalam puasa, ia tidak makan daging dan minum anggur. Dengan kata lain, diet Daniel dkk. sesudah masa tiga tahun pendidikan itu kembali seperti biasa meski mengikuti aturan Imamat Lewi 11. Maka, kemungkinan politis bisa dijadikan pertimbangan sebagai alasan mengapa Daniel dkk. menolak ikut makan diet raja. Rupanya makan hidangan raja bukan sekadar isu moral, spiritual dan teologis tetapi isu loyalitas dan ketundukan kepada raja. (Lihat 2 Raja-raja 25:29.) Bisa jadi menolak makanan dan minuman raja adalah pembahasaan “kami menolak untuk tunduk menjadi alat raja” – dan ini mungkin maksud dari mereka tidak mau “menajiskan diri” yaitu dalam arti menundukkan diri menjadi hamba dari raja yang kejam dan fasik dan tidak mengenal YHWH.<br /><br />Pertimbangan Nebukadnezar untuk orang berhikmat yang ia inginkan adalah tampak sehat. Dari gambaran zaman itu, para penguasa digambarkan berotot, sementara para berhikmat digambarkan berkepala botak, mata besar, dan gemuk. Jadi isu persisnya apa kita tidak bisa mutlak, meski alasan politis itu bisa jadi pertimbangan cukup penting.<br /><br />Isu yang terpenting adalah, TUHAN Allah berkenan pada keputusan tersebut dan memberkati empat sekawan itu dengan kasih sayang kepala istana, kesehatan dan kebijaksanaan. Pasal ini mulai dari Tuhan Allah yang kudus, berdaulat, mengatur panggung politik dunia, menyiapkan Daniel dkk. memasuki posisi berpengaruh di dalam kerajaan adidaya, dan beroleh kasih karunia Allah untuk berdiri sebagai hamba YHWH dan bukan hamba Nebukadnezar. <br /><br />Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi. Setelah lewat waktu yang ditetapkan raja, mereka sekalian dibawa Aspenas untuk menghadap Nebukadnezar. Raja bercakap-cakap dengan mereka; dan di antara mereka sekalian itu tidak didapati yang setara dengan Daniel, Hananya, Misael dan Azarya; maka bekerjalah mereka itu pada raja. Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya. (ay 16-20)<br /><br />Apa artinya ini? Mereka menguasai ilmu bedah liver untuk prediksi sikon, mereka menguasai ilmu perbintangan, mereka tahu semua mitos dan epik penciptaan, air bah, dlsb., mereka unggul melebihi semua para bijak lainnya. Semua akibat kesetiaan dan komitmen mereka kepada TUHAN Allah dan Tuhan memberkati mereka dengan hikmat dan kepandaian.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Kita perlu memiliki kesetiaan dan komitmen kepada Tuhan sedini mungkin, agar dapat membedakan sejauh mana kita dapat dan boleh berinteraksi dan belajar dari kebudayaan luas, pada isu apa kita harus mengambil garis pisah yang jelas dan tegas. Keputusan awal ini pasti berpengaruh pada keputusan dan kemampuan lain sesudahnya, seperti pada peristiwa dapur api, gua singa, kemampuan melihat mimpi raja dan menafsirkannya.<br /><br />2) Ada hal yang kadang kita anggap besar (ganti nama, dikebiri dll.) untuk Daniel dkk. zaman itu) mereka anggap masih bisa dijalani, ada hal kecil (untuk kita mungkin, yaitu kuliner dan sikap politis) yang ternyata justru mereka sikapi dengan tegas. Bagaimana kita dapat memiliki kepekaan seperti mereka? Kita perlu memiliki tidak saja moral-spiritual yang lurus tetapi juga dalam seluruh aspek kehidupan luas termasuk aspek sosial-ekonomi-politik.<br /><br />3) Di akhir pasal ini Nebukadnezar harus menyadari bahwa ia tidak berkuasa atas Daniel dkk. dan yang ia atur tidak menentukan kondisi Daniel dkk. melainkan perkenan Tuhan Allah yang menentukan kondisi Daniel dkk. Bagaimana realitas ini boleh kita pupuk dalam interaksi sosial-ekonomi-politik kita masa kini?<br /><br /><br />Ditulis : Paul Hidayat<br /><br />Disampaikan : Fu Kwet Khiong<br /><br />Bapak Paul Hidayat adalah <br />Penggerak Pelayanan Literatur untuk Hamba Tuhan (PELIHAT)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39808139</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2020 06:53:41 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39808139/draft_1594963264877906_audio.mp3" length="13309074" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Bagian ini menarik karena sesudah “menerima” penggantian nama dan (mungkin juga) pengebirian, kini Daniel dkk. meminta izin untuk tidak memakan diet yang ditentukan raja. Raja jelas menetapkan diet mereka adalah “santapan raja dan anggur minuman...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Bagian ini menarik karena sesudah “menerima” penggantian nama dan (mungkin juga) pengebirian, kini Daniel dkk. meminta izin untuk tidak memakan diet yang ditentukan raja. Raja jelas menetapkan diet mereka adalah “santapan raja dan anggur minuman raja.” <br />Perhatikan bagaimana ayat 1-7 dengan singkat, cepat menarasikan tentang kejatuhan Yerusalem, pembuangan Daniel dkk. ke Babilonia, penggantian nama mereka, <br />sementara untuk resolusi dan permintaan dan hasil dari menu beda dari hidangan raja butuh lebih banyak ayat.<br /> Ini menyiratkan bahwa ada perenungan mendalam dan pergumulan cukup lama atau sukar sebelum mereka bulat dengan keputusan itu <br />dan akhirnya memetik hasil yang mengherankan. Dan di balik semua itu ada perkenan dan belas kasih Tuhan untuk mereka.<br /><br />Mereka tidak menolak begitu saja atau melakukan mogok makan – intinya mereka tidak menunjukkan sikap dan tindakan frontal gegabah atau tergesa untuk menentang dan menolak makanan dan minuman itu. Melainkan, sesudah perenungan mendalam baru mereka mengajukan usul atau permintaan agar diet tersebut diganti dengan sayuran dan air minum biasa. Aspenas tidak berani mengabulkan permohonan tersebut, karena khawatir kalau sampai “daniel dkk kelihatan kurang sehat” dibanding para kaum muda terdidik lainnya yang menyantap makanan dan minuman raja.<br /><br />Daniel dkk. kemudian memohon agar dibuat uji-coba selama sepuluh hari. Dan karena terbukti bahwa tampilan jasmani mereka sehat, bahkan “perawakan mereka lebih baik dan lebih gemuk daripada semua orang muda yang makan dari santapan raja,” maka Aspenas mengabulkan permintaan mereka. Rupanya diet makan sayuran dan minum air biasa itu berlanjut selama tiga tahun pendidikan Universitas Babilonia.<br /><br />Pertanyaan yang menggelitik ialah, mengapa ganti nama dan belajar ilmu klenik serta dikebiri tidak mereka tolak, sedangkan makan santapan raja mereka tolak? Jawaban pastinya mungkin hanya pembaca masa itu yang tahu dan kita di zaman kini tidak tahu persis. Namun ada beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan kemungkinan. <br />Pertama, peraturan santapan (Imamat 11) tentang yang dibolehkan dan yang dilarang (kosher dan non-kosher, istilah sekarang halal dan haram), termasuk bersantap dengan siapa saja yang dibolehkan dan dilarang. Tetapi, dalam peraturan tersebut tidak ada larangan minum anggur dan harus minum air biasa saja. Atau kedua, bisa jadi di kalangan bangsa-bangsa yang tidak mengenal YHWH ada kebiasaan mempersembahkan makanan dan minuman kepada dewa-dewa mereka. Tetapi, tidak seperti di Korintus yang hanya mempersembahkan daging, di Babilonia sayur pun dipersembahkan kepada berhala.<br /><br />Kemungkinan lain, merujuk ke 10:3, rupanya sesudah tiga tahun masa pendidikan oleh dekrit Nebukadnezar itu, Daniel juga menyantap daging dan anggur. Karena, dikatakan bahwa ketika ia menetapkan untuk berkabung dalam puasa, ia tidak makan daging dan minum anggur. Dengan kata lain, diet Daniel dkk. sesudah masa tiga tahun pendidikan itu kembali seperti biasa meski mengikuti aturan Imamat Lewi 11. Maka, kemungkinan politis bisa dijadikan pertimbangan sebagai alasan mengapa Daniel dkk. menolak ikut makan diet raja. Rupanya makan hidangan raja bukan sekadar isu moral, spiritual dan teologis tetapi isu loyalitas dan ketundukan kepada raja. (Lihat 2 Raja-raja 25:29.) Bisa jadi menolak makanan dan minuman raja adalah pembahasaan “kami menolak untuk tunduk menjadi alat raja” – dan ini mungkin maksud dari mereka tidak mau “menajiskan diri” yaitu dalam arti menundukkan diri menjadi hamba dari raja yang kejam dan fasik dan tidak mengenal YHWH.<br /><br />Pertimbangan Nebukadnezar untuk orang berhikmat yang ia inginkan adalah tampak sehat. Dari gambaran zaman itu, para penguasa digambarkan berotot, sementara para berhikmat digambarkan berkepala botak, mata besar, dan gemuk. Jadi isu persisnya apa kita tidak bisa mutlak, meski alasan politis itu bisa jadi pertimbangan cukup penting.<br /><br />Isu yang terpenting...]]></itunes:summary><itunes:duration>832</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/2f8a08b60e9d2cfc8efb03903cdbe184.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Bagian ini menarik karena sesudah “menerima” penggantian nama dan (mungkin juga) pengebirian, kini Daniel dkk. meminta izin untuk tidak memakan diet yang ditentukan raja. Raja jelas menetapkan diet mereka adalah “santapan raja dan anggur minuman raja.” 
Perhatikan bagaimana ayat 1-7 dengan singkat, cepat menarasikan tentang kejatuhan Yerusalem, pembuangan Daniel dkk. ke Babilonia, penggantian nama mereka, 
sementara untuk resolusi dan permintaan dan hasil dari menu beda dari hidangan raja butuh lebih banyak ayat.
 Ini menyiratkan bahwa ada perenungan mendalam dan pergumulan cukup lama atau sukar sebelum mereka bulat dengan keputusan itu 
dan akhirnya memetik hasil yang mengherankan. Dan di balik semua itu ada perkenan dan belas kasih Tuhan untuk mereka.

Mereka tidak menolak begitu saja atau melakukan mogok makan – intinya mereka tidak menunjukkan sikap dan tindakan frontal gegabah atau tergesa untuk menentang dan menolak makanan dan minuman itu. Melainkan, sesudah perenungan mendalam baru mereka mengajukan usul atau permintaan agar diet tersebut diganti dengan sayuran dan air minum biasa. Aspenas tidak berani mengabulkan permohonan tersebut, karena khawatir kalau sampai “daniel dkk kelihatan kurang sehat” dibanding para kaum muda terdidik lainnya yang menyantap makanan dan minuman raja.

Daniel dkk. kemudian memohon agar dibuat uji-coba selama sepuluh hari. Dan karena terbukti bahwa tampilan jasmani mereka sehat, bahkan “perawakan mereka lebih baik dan lebih gemuk daripada semua orang muda yang makan dari santapan raja,” maka Aspenas mengabulkan permintaan mereka. Rupanya diet makan sayuran dan minum air biasa itu berlanjut selama tiga tahun pendidikan Universitas Babilonia.

Pertanyaan yang menggelitik ialah, mengapa ganti nama dan belajar ilmu klenik serta dikebiri tidak mereka tolak, sedangkan makan santapan raja mereka tolak? Jawaban pastinya mungkin hanya pembaca masa itu yang tahu dan kita di zaman kini tidak tahu persis. Namun ada beberapa pertimbangan yang bisa dijadikan kemungkinan. 
Pertama, peraturan santapan (Imamat 11) tentang yang dibolehkan dan yang dilarang (kosher dan non-kosher, istilah sekarang halal dan haram), termasuk bersantap dengan siapa saja yang dibolehkan dan dilarang. Tetapi, dalam peraturan tersebut tidak ada larangan minum anggur dan harus minum air biasa saja. Atau kedua, bisa jadi di kalangan bangsa-bangsa yang tidak mengenal YHWH ada kebiasaan mempersembahkan makanan dan minuman kepada dewa-dewa mereka. Tetapi, tidak seperti di Korintus yang hanya mempersembahkan daging, di Babilonia sayur pun dipersembahkan kepada berhala.

Kemungkinan lain, merujuk ke 10:3, rupanya sesudah tiga tahun masa pendidikan oleh dekrit Nebukadnezar itu, Daniel juga menyantap daging dan anggur. Karena, dikatakan bahwa ketika ia menetapkan untuk berkabung dalam puasa, ia tidak makan daging dan minum anggur. Dengan kata lain, diet Daniel dkk. sesudah masa tiga tahun pendidikan itu kembali seperti biasa meski mengikuti aturan Imamat Lewi 11. Maka, kemungkinan politis bisa dijadikan pertimbangan sebagai alasan mengapa Daniel dkk. menolak ikut makan diet raja. Rupanya makan hidangan raja bukan sekadar isu moral, spiritual dan teologis tetapi isu loyalitas dan ketundukan kepada raja. (Lihat 2 Raja-raja 25:29.) Bisa jadi menolak makanan dan minuman raja adalah pembahasaan “kami menolak untuk tunduk menjadi alat raja” – dan ini mungkin maksud dari mereka tidak mau “menajiskan diri” yaitu dalam arti menundukkan diri menjadi hamba dari raja yang kejam dan fasik dan tidak mengenal YHWH.

Pertimbangan Nebukadnezar untuk orang berhikmat yang ia inginkan adalah tampak sehat. Dari gambaran zaman itu, para penguasa digambarkan berotot, sementara para berhikmat digambarkan berkepala botak, mata besar, dan gemuk. Jadi isu persisnya apa kita tidak bisa mutlak, meski alasan politis itu bisa jadi pertimbangan cukup penting.

Isu yang terpenting adalah, TUHAN Allah berkenan pada keputusan tersebut dan memberkati empat sekawan itu...</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/2f8a08b60e9d2cfc8efb03903cdbe184.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Keluar Dari Zona Nyaman</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/keluar-dari-zona-nyaman</link><description><![CDATA[Keluar dari zona nyaman bener-bener engga nyaman. Mirip dengan keadaan new normal yang engga normal. Kamu ngerasa ga, ada kecemasan, ketakutan, dan ketidakpastian dalam diri kamu untuk menjalani hari-hari di depan? Kamu lihat jalan di depan kamu engga jelas dan celakanya kamu seperti dipaksa melangkah dengan mata yang tertutup. Kamu engga tahu ke mana arahnya? Apa pegangannya? Duh.. bener-bener bikin sport jantung.<br /><br />Tapi jangan kamu lupa, ada TUHAN. Dia yang telah ngejagain ke luar masuk kamu selama ini akan ngejagain kamu terus. Walau kamu engga ngelihat-Nya, sebenarnya Dia lagi menggenggam kamu erat-erat dalam telapak tangan-Nya. Pandangan kamu boleh ga jelas, tapi bagi Dia tidak. Jalan kamu boleh menakutkan, tapi bagi Dia tidak. Asal kamu percaya penuh pada-Nya, kamu akan ngalami betapa ajaibnya penyertaan TUHAN. Tenang aja....<br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Dibawakan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39807464</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2020 05:04:02 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39807464/draft_1594961998631881_audio.mp3" length="1716140" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Keluar dari zona nyaman bener-bener engga nyaman. Mirip dengan keadaan new normal yang engga normal. Kamu ngerasa ga, ada kecemasan, ketakutan, dan ketidakpastian dalam diri kamu untuk menjalani hari-hari di depan? Kamu lihat jalan di depan kamu engga...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Keluar dari zona nyaman bener-bener engga nyaman. Mirip dengan keadaan new normal yang engga normal. Kamu ngerasa ga, ada kecemasan, ketakutan, dan ketidakpastian dalam diri kamu untuk menjalani hari-hari di depan? Kamu lihat jalan di depan kamu engga jelas dan celakanya kamu seperti dipaksa melangkah dengan mata yang tertutup. Kamu engga tahu ke mana arahnya? Apa pegangannya? Duh.. bener-bener bikin sport jantung.<br /><br />Tapi jangan kamu lupa, ada TUHAN. Dia yang telah ngejagain ke luar masuk kamu selama ini akan ngejagain kamu terus. Walau kamu engga ngelihat-Nya, sebenarnya Dia lagi menggenggam kamu erat-erat dalam telapak tangan-Nya. Pandangan kamu boleh ga jelas, tapi bagi Dia tidak. Jalan kamu boleh menakutkan, tapi bagi Dia tidak. Asal kamu percaya penuh pada-Nya, kamu akan ngalami betapa ajaibnya penyertaan TUHAN. Tenang aja....<br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Dibawakan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>108</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/80d995eb10458c6510d91fd3e2c12239.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Keluar dari zona nyaman bener-bener engga nyaman. Mirip dengan keadaan new normal yang engga normal. Kamu ngerasa ga, ada kecemasan, ketakutan, dan ketidakpastian dalam diri kamu untuk menjalani hari-hari di depan? Kamu lihat jalan di depan kamu engga jelas dan celakanya kamu seperti dipaksa melangkah dengan mata yang tertutup. Kamu engga tahu ke mana arahnya? Apa pegangannya? Duh.. bener-bener bikin sport jantung.

Tapi jangan kamu lupa, ada TUHAN. Dia yang telah ngejagain ke luar masuk kamu selama ini akan ngejagain kamu terus. Walau kamu engga ngelihat-Nya, sebenarnya Dia lagi menggenggam kamu erat-erat dalam telapak tangan-Nya. Pandangan kamu boleh ga jelas, tapi bagi Dia tidak. Jalan kamu boleh menakutkan, tapi bagi Dia tidak. Asal kamu percaya penuh pada-Nya, kamu akan ngalami betapa ajaibnya penyertaan TUHAN. Tenang aja....

Renungan : Pdt. Benny Solihin
Dibawakan : Pdt. Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/80d995eb10458c6510d91fd3e2c12239.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Eksplorasi Kitab Daniel 1:3-7</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/eksplorasi-kitab-daniel-1-3-7</link><description><![CDATA[Kelaziman waktu itu adalah kerajaan yang ditaklukkan dijadikan bawahan kerajaan yang menang dan dituntut membayar upeti. Juga kerajaan yang menang akan meminta yang kalah mengirim SDM mereka untuk dijadikan pegawai dengan tujuan memantapkan cengkeraman penjajahan. Supaya tujuan itu tercapai SDM tersebut harus melalui pendidikan berbagai aspek kebudayaan kerajaan penakluk<br />supaya SDM tersebut menjadi serasi dengan pola budaya penakluk dan melaksanakan kepentingan penakluk atas bangsa asalnya (yang takluk).<br /><br /> Pada waktu itu mungkin lebih dari empat orang Yehuda yang dikirim ke Babilonia, tetapi hanya Daniel, Hananya, Misael dan Azarya <br /><br />Daniel (Allah Hakimku), <br />Hananya (Allah penuh rahmat),<br /> Misael (siapa seperti Allah), dan Azarya (Allah pertolonganku).<br /><br /> Tindakan pertama “cuci otak” itu adalah nama mereka diganti menjadi Beltsazar (Baal melindungi), <br />Sadrakh (hamba Sin – dewa bulan), Mesakh (bayangan pangeran), Abednego (hamba Ishtar / Nabu). Meski nama-nama baru itu mengandung unsur kepercayaan kepada berhala namun sepertinya tidak ada penolakan dari pihak Daniel dkk. Tetapi tidak berarti bahwa Daniel dkk. menerima saja penggantian jatidiri dengan konsep berhala asing, sebab di bagian berikutnya nama asli mereka yang tetap disebut. Di pasal 3 memang nama baru atas tiga sekawan yang dipakai. Tetapi penyebutan nama-nama tersebut dikaitkan dengan ucapan para Kasdim. Ini berarti bahwa jatidiri Daniel, Hananya, Misael dan Azarya tetap dalam perspektif keumatan, meski ada upaya dari kekuatan Babilonia yang ingin mengubah itu. Artinya, sejauh pemanggilan nama masing-masing, mereka belum merasa perlu membuat garis pemisah jatidiri mereka dari kebudayaan yang tidak percaya TUHAN Allah.<br /><br />Tidak dijelaskan berapa usia mereka waktu itu. Yeladim bisa berarti remaja atau bahkan teruna. Merujuk bahwa Daniel masih berperan penting sampai tahun ke-3 Koresy (536 SK) maka waktu ia dkk. diangkut (606 SK), kemungkinan masih berusia 12-16 tahun.<br /><br />Empat sekawan itu memenuhi kriteria istana: “orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim (ay. 4). Istana mementingkan baik tampilan jasmani maupun kemampuan jiwani. Untuk kepentingan peluasan pengaruh kerajaan Babilonia, Nebukadnezar memasukkan mereka ke proses pendidikan “Universitas Babilonia” untuk diajar “tulisan (literatur atau sastra) dan bahasa orang Kasdim.” Zaman itu, Aramaik adalah bahasa percakapan sedangkan bahasa sastra dan literatur adalah Akadian. Bukan saja Akadian adalah bahasa yang sangat sukar, isi sastra dan literatur yang harus mereka pelajari sangat berbahaya dan dapat meracuni iman kepercayaan mereka yang bersumber dalam firman-firman yang diwahyukan Tuhan Allah. Misalnya, mereka pasti harus membaca beragam mitos dan epik dari Mesopotamia, termasuk Enuma Elis dan Atrahasis. Ini adalah kisah penciptaan dunia dan manusia versi Babilonia dimana dikisahkan Marduk si dewa kepala mencipta melalui peperangan antar para dewa. Juga mereka pasti mendapat masukan tentang Epik Gilgames, mitos air bah yang melibatkan ketegangan dan tipu daya para dewa Enlil, Ea, dan Utnapistim. Dengan kata lain kurikulum Universitas Babilonia itu bisa meracuni iman percaya mereka akan YHWH satu-satunya Allah yang benar dan sejati.<br /><br />Itu masih belum apa-apa dibanding hal lain yang harus mereka pelajari yaitu perklenikan atau perdukunan Babilonia. Dari literatur Babilonia yang ditemukan oleh arkeologi kita dapatkan praktik bedah hati binatang dan menafsirkan kondisinya, menafsir nasib melalui perbintangan, dan dalam konteks kitab Daniel ilmu menafsirkan mimpi menjadi bagian penting dalam perklenikan Babilonia. Sekali lagi, pendidikan yang harus dilalui oleh Daniel dkk. berbahaya karena memercayai ilah-ilah palsu yang dapat mengacaukan iman kepada TUHAN Allah, dan mempelajari metode pedukunan yang dilarang oleh Hukum Taurat.<br /><br />Mengingat pada zaman itu kelaziman untuk para pegawai ring inti istana untuk dikebiri (Aspenas dalam bahasa asli disebut kepala sida-sida / pegawai istana yang dikebiri), maka sangat mungkin Daniel dkk. pun harus dikebiri. Dan bila memang demikian, melalui proses ini di samping penggantian nama, pun mereka masih tidak menunjukkan keberatan atau penolakan.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Ada masa ketika orang percaya mau tidak mau terpaksa belajar tentang apa yang diajarkan, diyakini, dipraktikkan oleh kebudayaan yang bertentangan dengan kebenaran Alkitab. Proses tersebut membutuhkan keber-akar-an yang dalam dan kokoh orang percaya di dalam Alkitab dan aliran penguatan tanpa putus dari Roh Allah.<br /><br />2) Proses belajar hal yang dari dunia ini dapat dipakai Tuhan untuk membuat kita lebih tajam,<br /> beda dari hikmat dunia, bahkan sampai mengalahkan para berhikmat menurut dunia ini.<br /><br />3) Memang orang percaya harus berani bukan saja tampil beda melainkan berani berbeda dalam akar-akar kepercayaan, namun kapan dan tentang apa beda itu perlu kepekaan bersumber Alkitab dalam hikmat Roh Kudus.<br /><br />Ditulis : Paul Hidayat<br />Disampaikan : Fu Kwet Khiong<br /><br /><br />Bapak Paul Hidayat adalah <br />Penggerak Pelayanan Literatur untuk Hamba Tuhan (PELIHAT)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39807172</guid><pubDate>Fri, 17 Jul 2020 04:19:23 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39807172/draft_1594958598598638_audio.mp3" length="9264901" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kelaziman waktu itu adalah kerajaan yang ditaklukkan dijadikan bawahan kerajaan yang menang dan dituntut membayar upeti. Juga kerajaan yang menang akan meminta yang kalah mengirim SDM mereka untuk dijadikan pegawai dengan tujuan memantapkan...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kelaziman waktu itu adalah kerajaan yang ditaklukkan dijadikan bawahan kerajaan yang menang dan dituntut membayar upeti. Juga kerajaan yang menang akan meminta yang kalah mengirim SDM mereka untuk dijadikan pegawai dengan tujuan memantapkan cengkeraman penjajahan. Supaya tujuan itu tercapai SDM tersebut harus melalui pendidikan berbagai aspek kebudayaan kerajaan penakluk<br />supaya SDM tersebut menjadi serasi dengan pola budaya penakluk dan melaksanakan kepentingan penakluk atas bangsa asalnya (yang takluk).<br /><br /> Pada waktu itu mungkin lebih dari empat orang Yehuda yang dikirim ke Babilonia, tetapi hanya Daniel, Hananya, Misael dan Azarya <br /><br />Daniel (Allah Hakimku), <br />Hananya (Allah penuh rahmat),<br /> Misael (siapa seperti Allah), dan Azarya (Allah pertolonganku).<br /><br /> Tindakan pertama “cuci otak” itu adalah nama mereka diganti menjadi Beltsazar (Baal melindungi), <br />Sadrakh (hamba Sin – dewa bulan), Mesakh (bayangan pangeran), Abednego (hamba Ishtar / Nabu). Meski nama-nama baru itu mengandung unsur kepercayaan kepada berhala namun sepertinya tidak ada penolakan dari pihak Daniel dkk. Tetapi tidak berarti bahwa Daniel dkk. menerima saja penggantian jatidiri dengan konsep berhala asing, sebab di bagian berikutnya nama asli mereka yang tetap disebut. Di pasal 3 memang nama baru atas tiga sekawan yang dipakai. Tetapi penyebutan nama-nama tersebut dikaitkan dengan ucapan para Kasdim. Ini berarti bahwa jatidiri Daniel, Hananya, Misael dan Azarya tetap dalam perspektif keumatan, meski ada upaya dari kekuatan Babilonia yang ingin mengubah itu. Artinya, sejauh pemanggilan nama masing-masing, mereka belum merasa perlu membuat garis pemisah jatidiri mereka dari kebudayaan yang tidak percaya TUHAN Allah.<br /><br />Tidak dijelaskan berapa usia mereka waktu itu. Yeladim bisa berarti remaja atau bahkan teruna. Merujuk bahwa Daniel masih berperan penting sampai tahun ke-3 Koresy (536 SK) maka waktu ia dkk. diangkut (606 SK), kemungkinan masih berusia 12-16 tahun.<br /><br />Empat sekawan itu memenuhi kriteria istana: “orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim (ay. 4). Istana mementingkan baik tampilan jasmani maupun kemampuan jiwani. Untuk kepentingan peluasan pengaruh kerajaan Babilonia, Nebukadnezar memasukkan mereka ke proses pendidikan “Universitas Babilonia” untuk diajar “tulisan (literatur atau sastra) dan bahasa orang Kasdim.” Zaman itu, Aramaik adalah bahasa percakapan sedangkan bahasa sastra dan literatur adalah Akadian. Bukan saja Akadian adalah bahasa yang sangat sukar, isi sastra dan literatur yang harus mereka pelajari sangat berbahaya dan dapat meracuni iman kepercayaan mereka yang bersumber dalam firman-firman yang diwahyukan Tuhan Allah. Misalnya, mereka pasti harus membaca beragam mitos dan epik dari Mesopotamia, termasuk Enuma Elis dan Atrahasis. Ini adalah kisah penciptaan dunia dan manusia versi Babilonia dimana dikisahkan Marduk si dewa kepala mencipta melalui peperangan antar para dewa. Juga mereka pasti mendapat masukan tentang Epik Gilgames, mitos air bah yang melibatkan ketegangan dan tipu daya para dewa Enlil, Ea, dan Utnapistim. Dengan kata lain kurikulum Universitas Babilonia itu bisa meracuni iman percaya mereka akan YHWH satu-satunya Allah yang benar dan sejati.<br /><br />Itu masih belum apa-apa dibanding hal lain yang harus mereka pelajari yaitu perklenikan atau perdukunan Babilonia. Dari literatur Babilonia yang ditemukan oleh arkeologi kita dapatkan praktik bedah hati binatang dan menafsirkan kondisinya, menafsir nasib melalui perbintangan, dan dalam konteks kitab Daniel ilmu menafsirkan mimpi menjadi bagian penting dalam perklenikan Babilonia. Sekali lagi, pendidikan yang harus dilalui oleh Daniel dkk. berbahaya karena...]]></itunes:summary><itunes:duration>580</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/844e76bf3f0d9a256a43d4c18b82c8ac.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kelaziman waktu itu adalah kerajaan yang ditaklukkan dijadikan bawahan kerajaan yang menang dan dituntut membayar upeti. Juga kerajaan yang menang akan meminta yang kalah mengirim SDM mereka untuk dijadikan pegawai dengan tujuan memantapkan cengkeraman penjajahan. Supaya tujuan itu tercapai SDM tersebut harus melalui pendidikan berbagai aspek kebudayaan kerajaan penakluk
supaya SDM tersebut menjadi serasi dengan pola budaya penakluk dan melaksanakan kepentingan penakluk atas bangsa asalnya (yang takluk).

 Pada waktu itu mungkin lebih dari empat orang Yehuda yang dikirim ke Babilonia, tetapi hanya Daniel, Hananya, Misael dan Azarya 

Daniel (Allah Hakimku), 
Hananya (Allah penuh rahmat),
 Misael (siapa seperti Allah), dan Azarya (Allah pertolonganku).

 Tindakan pertama “cuci otak” itu adalah nama mereka diganti menjadi Beltsazar (Baal melindungi), 
Sadrakh (hamba Sin – dewa bulan), Mesakh (bayangan pangeran), Abednego (hamba Ishtar / Nabu). Meski nama-nama baru itu mengandung unsur kepercayaan kepada berhala namun sepertinya tidak ada penolakan dari pihak Daniel dkk. Tetapi tidak berarti bahwa Daniel dkk. menerima saja penggantian jatidiri dengan konsep berhala asing, sebab di bagian berikutnya nama asli mereka yang tetap disebut. Di pasal 3 memang nama baru atas tiga sekawan yang dipakai. Tetapi penyebutan nama-nama tersebut dikaitkan dengan ucapan para Kasdim. Ini berarti bahwa jatidiri Daniel, Hananya, Misael dan Azarya tetap dalam perspektif keumatan, meski ada upaya dari kekuatan Babilonia yang ingin mengubah itu. Artinya, sejauh pemanggilan nama masing-masing, mereka belum merasa perlu membuat garis pemisah jatidiri mereka dari kebudayaan yang tidak percaya TUHAN Allah.

Tidak dijelaskan berapa usia mereka waktu itu. Yeladim bisa berarti remaja atau bahkan teruna. Merujuk bahwa Daniel masih berperan penting sampai tahun ke-3 Koresy (536 SK) maka waktu ia dkk. diangkut (606 SK), kemungkinan masih berusia 12-16 tahun.

Empat sekawan itu memenuhi kriteria istana: “orang-orang muda yang tidak ada sesuatu cela, yang berperawakan baik, yang memahami berbagai-bagai hikmat, berpengetahuan banyak dan yang mempunyai pengertian tentang ilmu, yakni orang-orang yang cakap untuk bekerja dalam istana raja, supaya mereka diajarkan tulisan dan bahasa orang Kasdim (ay. 4). Istana mementingkan baik tampilan jasmani maupun kemampuan jiwani. Untuk kepentingan peluasan pengaruh kerajaan Babilonia, Nebukadnezar memasukkan mereka ke proses pendidikan “Universitas Babilonia” untuk diajar “tulisan (literatur atau sastra) dan bahasa orang Kasdim.” Zaman itu, Aramaik adalah bahasa percakapan sedangkan bahasa sastra dan literatur adalah Akadian. Bukan saja Akadian adalah bahasa yang sangat sukar, isi sastra dan literatur yang harus mereka pelajari sangat berbahaya dan dapat meracuni iman kepercayaan mereka yang bersumber dalam firman-firman yang diwahyukan Tuhan Allah. Misalnya, mereka pasti harus membaca beragam mitos dan epik dari Mesopotamia, termasuk Enuma Elis dan Atrahasis. Ini adalah kisah penciptaan dunia dan manusia versi Babilonia dimana dikisahkan Marduk si dewa kepala mencipta melalui peperangan antar para dewa. Juga mereka pasti mendapat masukan tentang Epik Gilgames, mitos air bah yang melibatkan ketegangan dan tipu daya para dewa Enlil, Ea, dan Utnapistim. Dengan kata lain kurikulum Universitas Babilonia itu bisa meracuni iman percaya mereka akan YHWH satu-satunya Allah yang benar dan sejati.

Itu masih belum apa-apa dibanding hal lain yang harus mereka pelajari yaitu perklenikan atau perdukunan Babilonia. Dari literatur Babilonia yang ditemukan oleh arkeologi kita dapatkan praktik bedah hati binatang dan menafsirkan kondisinya, menafsir nasib melalui perbintangan, dan dalam konteks kitab Daniel ilmu menafsirkan mimpi menjadi bagian penting dalam perklenikan Babilonia. Sekali lagi, pendidikan yang harus dilalui oleh Daniel dkk. berbahaya karena memercayai ilah-ilah palsu yang dapat mengacaukan iman kepada TUHAN Allah, dan...</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/844e76bf3f0d9a256a43d4c18b82c8ac.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Rahasia Perjalanan Sepanjang Hari Menjadi Ringan</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/rahasia-perjalanan-sepanjang-hari-menjad</link><description><![CDATA[Lho, kamu bawa apa sampe pundak kamu bungkuk seperti itu? Boleh liat? Oh my... ngapain kamu bawa segini banyak kekhawatiran? Lama-lama bukan cuma pundak kamu yang sakit, tapi jiwa kamu juga sakit. Udah keluarin semua. Duh... ribet banget seh. <br />Ok, ok... Kamu punya banyak alasan untuk bawa semua itu. Tapi kamu harus tahu, kalo semua orang juga punya masalah dan lagi pada susah? Jangan ngerasa paling malang sedunia. Lagian, kalo kamu bawa-bawa kekhawatiran itu sepanjang hari, emangnya masalah kamu bisa selesai? <br />Engga ingat kamu, Tuhan Yesus pernah berkata kalo kesusahan sehari cukup untuk sehari? Itu artinya Beliau engga ingin anak-anak-Nya mikirin masalah kejauhan. Capek deh. Gimana bisa tersenyum? Gimana bisa bersukacita?<br />Udah bawa yang untuk hari ini aja... yang lain keluarin dan titip sama Tuhan... Yakin deh, Dia tahu apa yang harus Dia lakukan untuk kebaikan kamu. Masalah boleh bertumpuk, tapi kan hati harus tetap ringan.. Caranya? Ya, serahkan semuanya sama Tuhan... GITU AJA KOQ RIBET.<br /><br />Renungan : Pdt Benny Solihin, <br />Dibawakan : PDT Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39790242</guid><pubDate>Thu, 16 Jul 2020 09:30:16 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39790242/draft_1594883437234596_audio.mp3" length="1977364" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Lho, kamu bawa apa sampe pundak kamu bungkuk seperti itu? Boleh liat? Oh my... ngapain kamu bawa segini banyak kekhawatiran? Lama-lama bukan cuma pundak kamu yang sakit, tapi jiwa kamu juga sakit. Udah keluarin semua. Duh... ribet banget seh. 
Ok,...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Lho, kamu bawa apa sampe pundak kamu bungkuk seperti itu? Boleh liat? Oh my... ngapain kamu bawa segini banyak kekhawatiran? Lama-lama bukan cuma pundak kamu yang sakit, tapi jiwa kamu juga sakit. Udah keluarin semua. Duh... ribet banget seh. <br />Ok, ok... Kamu punya banyak alasan untuk bawa semua itu. Tapi kamu harus tahu, kalo semua orang juga punya masalah dan lagi pada susah? Jangan ngerasa paling malang sedunia. Lagian, kalo kamu bawa-bawa kekhawatiran itu sepanjang hari, emangnya masalah kamu bisa selesai? <br />Engga ingat kamu, Tuhan Yesus pernah berkata kalo kesusahan sehari cukup untuk sehari? Itu artinya Beliau engga ingin anak-anak-Nya mikirin masalah kejauhan. Capek deh. Gimana bisa tersenyum? Gimana bisa bersukacita?<br />Udah bawa yang untuk hari ini aja... yang lain keluarin dan titip sama Tuhan... Yakin deh, Dia tahu apa yang harus Dia lakukan untuk kebaikan kamu. Masalah boleh bertumpuk, tapi kan hati harus tetap ringan.. Caranya? Ya, serahkan semuanya sama Tuhan... GITU AJA KOQ RIBET.<br /><br />Renungan : Pdt Benny Solihin, <br />Dibawakan : PDT Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>124</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/1265a784454a060f32f22d82e1d337d1.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Lho, kamu bawa apa sampe pundak kamu bungkuk seperti itu? Boleh liat? Oh my... ngapain kamu bawa segini banyak kekhawatiran? Lama-lama bukan cuma pundak kamu yang sakit, tapi jiwa kamu juga sakit. Udah keluarin semua. Duh... ribet banget seh. 
Ok, ok... Kamu punya banyak alasan untuk bawa semua itu. Tapi kamu harus tahu, kalo semua orang juga punya masalah dan lagi pada susah? Jangan ngerasa paling malang sedunia. Lagian, kalo kamu bawa-bawa kekhawatiran itu sepanjang hari, emangnya masalah kamu bisa selesai? 
Engga ingat kamu, Tuhan Yesus pernah berkata kalo kesusahan sehari cukup untuk sehari? Itu artinya Beliau engga ingin anak-anak-Nya mikirin masalah kejauhan. Capek deh. Gimana bisa tersenyum? Gimana bisa bersukacita?
Udah bawa yang untuk hari ini aja... yang lain keluarin dan titip sama Tuhan... Yakin deh, Dia tahu apa yang harus Dia lakukan untuk kebaikan kamu. Masalah boleh bertumpuk, tapi kan hati harus tetap ringan.. Caranya? Ya, serahkan semuanya sama Tuhan... GITU AJA KOQ RIBET.

Renungan : Pdt Benny Solihin, 
Dibawakan : PDT Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/1265a784454a060f32f22d82e1d337d1.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Tuhan, Jadikan Aku Saluran Kasih-Mu Hari Ini</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tuhan-jadikan-aku-saluran-kasih-mu-hari-</link><description><![CDATA[Kamu pernah mikir ga, berapa juta doa yang Tuhan dengar tiap hari? Bayangin sibuknya Tuhan dengerin request doa manusia sejagat. Belum lagi yang ditulis di Facebook, bacanya aja bisa engga kelar-kelar. Kalo request lagu sih masih enak. Tuhan tinggal turn on, sambil ongkang-ongkang kaki, bisa ikut nyanyi. Lah, kalo request doa, kan Tuhan mesti jawab dan nolongin... Duh Kalo kita jadi Tuhan, mati deh kita, engga ada santuynya.<br /><br />Kamu tahu, request apa yang kebanyakan orang kirim ama Tuhan? Paling-paling isinya cuma tolong ini, tolong itu; berkatin ini, berkatin itu. Ada juga yang nanya, "Kapan, Tuhan?" Atau yang nyalahin Tuhan, "Mengapa Engkau tidak menolong?", "Mengapa Engkau biarkan ini terjadi?" Coba kamu pikir, apa Tuhan ga bosen dengerin doa yang gitu-gitu terus? Apalagi yang suka nyalahin Dia terus? Kalo kita jadi Tuhan, pasti udah kita tutup tuh channel doanya, tinggal tidur aja. Untungnya Tuhan bukan kita. Dia tetap sabar, dengerin tiap doa dan ngabulin yang sesuai dengan kehendak-Nya.<br /><br />Tapi kamu tahu, ada satu doa yang Tuhan kangen denger? Cuma jarang ada. Doa apa itu? Doa yang mohon seperti ini, "Tuhan, jadikan aku saluran kasih-Mu hari ini." Duh, tiap kali Tuhan denger doa seperti itu, meleleh deh hati Tuhan. Pasti Dia cepet-cepet ngabulin. Kamu pernah doa seperti itu? DOA DEH.<br />(Renungan; Benny Solihin)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39790151</guid><pubDate>Thu, 16 Jul 2020 08:00:17 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39790151/draft_159488262485847_audio.mp3" length="2432940" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kamu pernah mikir ga, berapa juta doa yang Tuhan dengar tiap hari? Bayangin sibuknya Tuhan dengerin request doa manusia sejagat. Belum lagi yang ditulis di Facebook, bacanya aja bisa engga kelar-kelar. Kalo request lagu sih masih enak. Tuhan tinggal...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kamu pernah mikir ga, berapa juta doa yang Tuhan dengar tiap hari? Bayangin sibuknya Tuhan dengerin request doa manusia sejagat. Belum lagi yang ditulis di Facebook, bacanya aja bisa engga kelar-kelar. Kalo request lagu sih masih enak. Tuhan tinggal turn on, sambil ongkang-ongkang kaki, bisa ikut nyanyi. Lah, kalo request doa, kan Tuhan mesti jawab dan nolongin... Duh Kalo kita jadi Tuhan, mati deh kita, engga ada santuynya.<br /><br />Kamu tahu, request apa yang kebanyakan orang kirim ama Tuhan? Paling-paling isinya cuma tolong ini, tolong itu; berkatin ini, berkatin itu. Ada juga yang nanya, "Kapan, Tuhan?" Atau yang nyalahin Tuhan, "Mengapa Engkau tidak menolong?", "Mengapa Engkau biarkan ini terjadi?" Coba kamu pikir, apa Tuhan ga bosen dengerin doa yang gitu-gitu terus? Apalagi yang suka nyalahin Dia terus? Kalo kita jadi Tuhan, pasti udah kita tutup tuh channel doanya, tinggal tidur aja. Untungnya Tuhan bukan kita. Dia tetap sabar, dengerin tiap doa dan ngabulin yang sesuai dengan kehendak-Nya.<br /><br />Tapi kamu tahu, ada satu doa yang Tuhan kangen denger? Cuma jarang ada. Doa apa itu? Doa yang mohon seperti ini, "Tuhan, jadikan aku saluran kasih-Mu hari ini." Duh, tiap kali Tuhan denger doa seperti itu, meleleh deh hati Tuhan. Pasti Dia cepet-cepet ngabulin. Kamu pernah doa seperti itu? DOA DEH.<br />(Renungan; Benny Solihin)]]></itunes:summary><itunes:duration>153</itunes:duration><itunes:keywords>doa,fkk,berkat,requestdoa,jawabandoa,salurankasih,fukwetkhiong</itunes:keywords><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/0092fd76a1ef0172b38df9fe72168deb.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kamu pernah mikir ga, berapa juta doa yang Tuhan dengar tiap hari? Bayangin sibuknya Tuhan dengerin request doa manusia sejagat. Belum lagi yang ditulis di Facebook, bacanya aja bisa engga kelar-kelar. Kalo request lagu sih masih enak. Tuhan tinggal turn on, sambil ongkang-ongkang kaki, bisa ikut nyanyi. Lah, kalo request doa, kan Tuhan mesti jawab dan nolongin... Duh Kalo kita jadi Tuhan, mati deh kita, engga ada santuynya.

Kamu tahu, request apa yang kebanyakan orang kirim ama Tuhan? Paling-paling isinya cuma tolong ini, tolong itu; berkatin ini, berkatin itu. Ada juga yang nanya, "Kapan, Tuhan?" Atau yang nyalahin Tuhan, "Mengapa Engkau tidak menolong?", "Mengapa Engkau biarkan ini terjadi?" Coba kamu pikir, apa Tuhan ga bosen dengerin doa yang gitu-gitu terus? Apalagi yang suka nyalahin Dia terus? Kalo kita jadi Tuhan, pasti udah kita tutup tuh channel doanya, tinggal tidur aja. Untungnya Tuhan bukan kita. Dia tetap sabar, dengerin tiap doa dan ngabulin yang sesuai dengan kehendak-Nya.

Tapi kamu tahu, ada satu doa yang Tuhan kangen denger? Cuma jarang ada. Doa apa itu? Doa yang mohon seperti ini, "Tuhan, jadikan aku saluran kasih-Mu hari ini." Duh, tiap kali Tuhan denger doa seperti itu, meleleh deh hati Tuhan. Pasti Dia cepet-cepet ngabulin. Kamu pernah doa seperti itu? DOA DEH.
(Renungan; Benny Solihin)</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/0092fd76a1ef0172b38df9fe72168deb.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Memulai Hari Dengan Allah</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/memulai-hari-dengan-allah</link><description><![CDATA[Buat kamu yang sedang merasa lemah, yang selalu merasa sesak jiwamu saat bangun pagi hari, yang merasa engga kuat lagi menjalani hidup yang berat karena semua solusi tertutup buntu... Aku cuma mau mengatakan "Kamu itu orang lemah..."<br /><br />Dan kamu tahu, orang lemah itu disayang Tuhan, selalu ada di hati-Nya dan mata-Nya tak pernah beralih darinya.<br /><br />Dia tahu kamu begitu lemahnya.. ditunggunya kamu siang dan malam... dan selalu Dia ingin memelukmu erat-erat. Satu hal yang Dia inginkan, kamu mengajak-Nya berjalan bersama. Ia siap menjadi telinga bagimu, Ia mau memasukkan kaki-Nya di sepatumu, bahkan Ia akan menggendong kamu saat kamu tak mampu lagi melangkah.<br /><br />Nanti kamu akan merasa ada kekuatan baru yang datang dari kehangatan kasih-Nya. (Benny Solihin)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39774930</guid><pubDate>Wed, 15 Jul 2020 09:39:31 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39774930/draft_1594805707552813_audio.mp3" length="1487516" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Buat kamu yang sedang merasa lemah, yang selalu merasa sesak jiwamu saat bangun pagi hari, yang merasa engga kuat lagi menjalani hidup yang berat karena semua solusi tertutup buntu... Aku cuma mau mengatakan "Kamu itu orang lemah..."

Dan kamu tahu,...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Buat kamu yang sedang merasa lemah, yang selalu merasa sesak jiwamu saat bangun pagi hari, yang merasa engga kuat lagi menjalani hidup yang berat karena semua solusi tertutup buntu... Aku cuma mau mengatakan "Kamu itu orang lemah..."<br /><br />Dan kamu tahu, orang lemah itu disayang Tuhan, selalu ada di hati-Nya dan mata-Nya tak pernah beralih darinya.<br /><br />Dia tahu kamu begitu lemahnya.. ditunggunya kamu siang dan malam... dan selalu Dia ingin memelukmu erat-erat. Satu hal yang Dia inginkan, kamu mengajak-Nya berjalan bersama. Ia siap menjadi telinga bagimu, Ia mau memasukkan kaki-Nya di sepatumu, bahkan Ia akan menggendong kamu saat kamu tak mampu lagi melangkah.<br /><br />Nanti kamu akan merasa ada kekuatan baru yang datang dari kehangatan kasih-Nya. (Benny Solihin)]]></itunes:summary><itunes:duration>93</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/37633c44a621285d8872269488002546.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Buat kamu yang sedang merasa lemah, yang selalu merasa sesak jiwamu saat bangun pagi hari, yang merasa engga kuat lagi menjalani hidup yang berat karena semua solusi tertutup buntu... Aku cuma mau mengatakan "Kamu itu orang lemah..."

Dan kamu tahu, orang lemah itu disayang Tuhan, selalu ada di hati-Nya dan mata-Nya tak pernah beralih darinya.

Dia tahu kamu begitu lemahnya.. ditunggunya kamu siang dan malam... dan selalu Dia ingin memelukmu erat-erat. Satu hal yang Dia inginkan, kamu mengajak-Nya berjalan bersama. Ia siap menjadi telinga bagimu, Ia mau memasukkan kaki-Nya di sepatumu, bahkan Ia akan menggendong kamu saat kamu tak mampu lagi melangkah.

Nanti kamu akan merasa ada kekuatan baru yang datang dari kehangatan kasih-Nya. (Benny Solihin)</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/37633c44a621285d8872269488002546.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Ingatlah, Kelak Orang-orang Yang Terbaik Dalam Hidup Kita Akan Pergi</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/ingatlah-kelak-orang-orang-yang-terbaik-</link><description><![CDATA[Kapan seh kamu bisa menghargai orang-orang yang ada di dekat kamu kalo yang kamu liat cuma kekurangan-kekurangan mereka? Ini salah, itu salah. Kurang ini, kurang itu. Bukan gini, bukan gitu. Semua ga ada yang bener. Semua kamu kritik sekalipun mereka udah berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu. Kan memang engga ada orang yang sempurna. Tiap orang punya kelemahan, punya kekurangan. Tapi pasti donk tiap orang juga punya kelebihan, paling engga ada satulah... Nah, apa itu ga bisa dipuji? <br /><br />Coba kamu mikir kenapa Tuhan naruh orang-orang yang engga perfect di dekat kamu? Jawabnya adalah pertama karena kamu sendiri bukan orang yang perfect. Jadi, tiap kali lihat kekurangan mereka, Tuhan pengen kamu ngaca. <br />Kedua, Tuhan tuh lagi ngasih kesempatan kamu untuk ikut membangun mereka, bukan cuma mengkritik mereka. <br />Yang ketiga, kalo Tuhan menempatkan orang-orang perfecto di sekitar kamu, nanti malah kamu yang paling minder. <br /><br />Udah jangan lagi pake kacamata kritik yang cuma liat kekurangan orang lain. Ganti pake kacamata Tuhan yang penuh maklum dan membangun. Liat positifnya mereka, kelebihan mereka, puji mereka, dan bersyukur pada Tuhan atas mereka yang di tempatkan Tuhan di dekat kamu. Bila kamu engga bisa menghargai apa yang Tuhan beri, ingatlah suatu hari kelak orang-orang terbaik dalam hidupmu itu akan pergi. (Benny Solihin)]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39772106</guid><pubDate>Wed, 15 Jul 2020 04:41:51 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39772106/draft_1594787690343961_audio.mp3" length="2095647" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kapan seh kamu bisa menghargai orang-orang yang ada di dekat kamu kalo yang kamu liat cuma kekurangan-kekurangan mereka? Ini salah, itu salah. Kurang ini, kurang itu. Bukan gini, bukan gitu. Semua ga ada yang bener. Semua kamu kritik sekalipun mereka...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kapan seh kamu bisa menghargai orang-orang yang ada di dekat kamu kalo yang kamu liat cuma kekurangan-kekurangan mereka? Ini salah, itu salah. Kurang ini, kurang itu. Bukan gini, bukan gitu. Semua ga ada yang bener. Semua kamu kritik sekalipun mereka udah berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu. Kan memang engga ada orang yang sempurna. Tiap orang punya kelemahan, punya kekurangan. Tapi pasti donk tiap orang juga punya kelebihan, paling engga ada satulah... Nah, apa itu ga bisa dipuji? <br /><br />Coba kamu mikir kenapa Tuhan naruh orang-orang yang engga perfect di dekat kamu? Jawabnya adalah pertama karena kamu sendiri bukan orang yang perfect. Jadi, tiap kali lihat kekurangan mereka, Tuhan pengen kamu ngaca. <br />Kedua, Tuhan tuh lagi ngasih kesempatan kamu untuk ikut membangun mereka, bukan cuma mengkritik mereka. <br />Yang ketiga, kalo Tuhan menempatkan orang-orang perfecto di sekitar kamu, nanti malah kamu yang paling minder. <br /><br />Udah jangan lagi pake kacamata kritik yang cuma liat kekurangan orang lain. Ganti pake kacamata Tuhan yang penuh maklum dan membangun. Liat positifnya mereka, kelebihan mereka, puji mereka, dan bersyukur pada Tuhan atas mereka yang di tempatkan Tuhan di dekat kamu. Bila kamu engga bisa menghargai apa yang Tuhan beri, ingatlah suatu hari kelak orang-orang terbaik dalam hidupmu itu akan pergi. (Benny Solihin)]]></itunes:summary><itunes:duration>131</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/b17a7b3b2bf35853915e84eef16cf93f.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kapan seh kamu bisa menghargai orang-orang yang ada di dekat kamu kalo yang kamu liat cuma kekurangan-kekurangan mereka? Ini salah, itu salah. Kurang ini, kurang itu. Bukan gini, bukan gitu. Semua ga ada yang bener. Semua kamu kritik sekalipun mereka udah berusaha melakukan yang terbaik untuk kamu. Kan memang engga ada orang yang sempurna. Tiap orang punya kelemahan, punya kekurangan. Tapi pasti donk tiap orang juga punya kelebihan, paling engga ada satulah... Nah, apa itu ga bisa dipuji? 

Coba kamu mikir kenapa Tuhan naruh orang-orang yang engga perfect di dekat kamu? Jawabnya adalah pertama karena kamu sendiri bukan orang yang perfect. Jadi, tiap kali lihat kekurangan mereka, Tuhan pengen kamu ngaca. 
Kedua, Tuhan tuh lagi ngasih kesempatan kamu untuk ikut membangun mereka, bukan cuma mengkritik mereka. 
Yang ketiga, kalo Tuhan menempatkan orang-orang perfecto di sekitar kamu, nanti malah kamu yang paling minder. 

Udah jangan lagi pake kacamata kritik yang cuma liat kekurangan orang lain. Ganti pake kacamata Tuhan yang penuh maklum dan membangun. Liat positifnya mereka, kelebihan mereka, puji mereka, dan bersyukur pada Tuhan atas mereka yang di tempatkan Tuhan di dekat kamu. Bila kamu engga bisa menghargai apa yang Tuhan beri, ingatlah suatu hari kelak orang-orang terbaik dalam hidupmu itu akan pergi. (Benny Solihin)</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/b17a7b3b2bf35853915e84eef16cf93f.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Eksplorasi Kitab Daniel 1:1-2</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/eksplorasi-kitab-daniel-1-1-2</link><description><![CDATA[Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. (Daniel 1:1-2)<br /><br />Apabila kita bandingkan dengan <br />2 Raja-raja 23, 24, jelas ada beberapa poin sama dan beda dengan pembukaan Daniel ini. Latarbelakang kejatuhan Yoyakim adalah karena ia berpaling ke Nekho Mesir dan ini menimbulkan kemarahan Babilonia. Baik kitab Raja-raja maupun kitab Daniel, sama menegaskan “Tuhan menyerahkan” Yoyakim kepada Babel.<br /><br /> Maka kemenangan Babel bukan karena kehebatan Babel melainkan karena tindakan Allah dan ada maksud Dia menyebabkan Yehuda dikalahkan Babel. <br /><br />Kalau di kitab Raja-raja disebutkan adalah karena amarah Tuhan terhadap raja Yehuda yang sangat jahat yaitu Manasye, sementara kitab Daniel tidak mengungkap latarbelakang itu karena beda tujuan penulisan kitab. Tujuan kitab Daniel adalah menegaskan kedaulatan Allah yang berdampak pada penghiburan bagi umat di pembuangan.<br /><br />Israel bukan bangsa yang ibadahnya memakai patung ukiran sebagaimana penyembahan berhala bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Keluaran 20:4-6 melarang pembuatan dan penyembahan patung. Maka kemungkinan besar yang diangkut adalah peralatan Bait seperti cawan dan perabotan lain seperti yang dicatat dalam kisah Belsyazar (psl. 5). Pada zaman itu bangsa yang menaklukkan juga mengangkut dewa dari bangsa yang dikalahkan dan biasanya ditempatkan di kuil dewa utama bangsa yang menang. <br />Ini menyiratkan dua kemungkinan: <br />1) allah bangsa yang kalah lebih lemah daripada allah bangsa yang menang, atau <br />2) allah bangsa yang kalah memihak allah bangsa yang menang.<br /> Dalam kasus Filistin menaklukkan Israel ternyata dua alternatif ini tidak berlaku. Tabut di kuil Dagon berulang kali menyebabkan patung Dagon tumbang sampai mereka terpaksa mengembalikan Tabut <br />(1 Samuel 4 – 6).<br /><br />Satu poin penting lagi ialah perkakas Bait itu diangkut ke “tanah Sinear” – tempat di mana menara Babel dibangun. Tentu ada maksud penulis Kitab Daniel dengan menyebut Sinear kembali. Yaitu, Babilonia zaman itu pada intinya sedang melakukan hal yang sama dengan pembangunan menara Babel: meninggikan diri sendiri dan dengan demikian menolak untuk mengakui kedaulatan Tuhan Allah.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Di balik jatuh bangun sikon dunia ada kuat kuasa Tuhan Allah bekerja.<br /><br />2) Meski dalam sikon umat terpuruk dihajar kekuatan jahat seizin Tuhan, ada Tuhan yang memberi izin, mengatur segala sesuatu dan mengerjakan maksud-maksud baik-Nya sendiri baik bagi umat-Nya maupun bagi yang bukan umat.<br /><br />3) Berbagai kekuatan yang seakan berkibar di panggung dunia yang melawan Allah, ada saatnya akan ditindak Tuhan Allah juga.<br /><br />By: Paul Hidayat]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/39602395</guid><pubDate>Tue, 14 Jul 2020 02:18:13 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/39602395/draft_1594691554103338_audio.mp3" length="4304561" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya....</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. (Daniel 1:1-2)<br /><br />Apabila kita bandingkan dengan <br />2 Raja-raja 23, 24, jelas ada beberapa poin sama dan beda dengan pembukaan Daniel ini. Latarbelakang kejatuhan Yoyakim adalah karena ia berpaling ke Nekho Mesir dan ini menimbulkan kemarahan Babilonia. Baik kitab Raja-raja maupun kitab Daniel, sama menegaskan “Tuhan menyerahkan” Yoyakim kepada Babel.<br /><br /> Maka kemenangan Babel bukan karena kehebatan Babel melainkan karena tindakan Allah dan ada maksud Dia menyebabkan Yehuda dikalahkan Babel. <br /><br />Kalau di kitab Raja-raja disebutkan adalah karena amarah Tuhan terhadap raja Yehuda yang sangat jahat yaitu Manasye, sementara kitab Daniel tidak mengungkap latarbelakang itu karena beda tujuan penulisan kitab. Tujuan kitab Daniel adalah menegaskan kedaulatan Allah yang berdampak pada penghiburan bagi umat di pembuangan.<br /><br />Israel bukan bangsa yang ibadahnya memakai patung ukiran sebagaimana penyembahan berhala bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Keluaran 20:4-6 melarang pembuatan dan penyembahan patung. Maka kemungkinan besar yang diangkut adalah peralatan Bait seperti cawan dan perabotan lain seperti yang dicatat dalam kisah Belsyazar (psl. 5). Pada zaman itu bangsa yang menaklukkan juga mengangkut dewa dari bangsa yang dikalahkan dan biasanya ditempatkan di kuil dewa utama bangsa yang menang. <br />Ini menyiratkan dua kemungkinan: <br />1) allah bangsa yang kalah lebih lemah daripada allah bangsa yang menang, atau <br />2) allah bangsa yang kalah memihak allah bangsa yang menang.<br /> Dalam kasus Filistin menaklukkan Israel ternyata dua alternatif ini tidak berlaku. Tabut di kuil Dagon berulang kali menyebabkan patung Dagon tumbang sampai mereka terpaksa mengembalikan Tabut <br />(1 Samuel 4 – 6).<br /><br />Satu poin penting lagi ialah perkakas Bait itu diangkut ke “tanah Sinear” – tempat di mana menara Babel dibangun. Tentu ada maksud penulis Kitab Daniel dengan menyebut Sinear kembali. Yaitu, Babilonia zaman itu pada intinya sedang melakukan hal yang sama dengan pembangunan menara Babel: meninggikan diri sendiri dan dengan demikian menolak untuk mengakui kedaulatan Tuhan Allah.<br /><br />Pelajaran untuk masa kini:<br /><br />1) Di balik jatuh bangun sikon dunia ada kuat kuasa Tuhan Allah bekerja.<br /><br />2) Meski dalam sikon umat terpuruk dihajar kekuatan jahat seizin Tuhan, ada Tuhan yang memberi izin, mengatur segala sesuatu dan mengerjakan maksud-maksud baik-Nya sendiri baik bagi umat-Nya maupun bagi yang bukan umat.<br /><br />3) Berbagai kekuatan yang seakan berkibar di panggung dunia yang melawan Allah, ada saatnya akan ditindak Tuhan Allah juga.<br /><br />By: Paul Hidayat]]></itunes:summary><itunes:duration>270</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/a16e754b367e3e76e55394258d80bea9.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Pada tahun yang ketiga pemerintahan Yoyakim, raja Yehuda, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, ke Yerusalem, lalu mengepung kota itu. Tuhan menyerahkan Yoyakim, raja Yehuda, dan sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke dalam tangannya. Semuanya itu dibawanya ke tanah Sinear, ke dalam rumah dewanya; perkakas-perkakas itu dibawanya ke dalam perbendaharaan dewanya. (Daniel 1:1-2)

Apabila kita bandingkan dengan 
2 Raja-raja 23, 24, jelas ada beberapa poin sama dan beda dengan pembukaan Daniel ini. Latarbelakang kejatuhan Yoyakim adalah karena ia berpaling ke Nekho Mesir dan ini menimbulkan kemarahan Babilonia. Baik kitab Raja-raja maupun kitab Daniel, sama menegaskan “Tuhan menyerahkan” Yoyakim kepada Babel.

 Maka kemenangan Babel bukan karena kehebatan Babel melainkan karena tindakan Allah dan ada maksud Dia menyebabkan Yehuda dikalahkan Babel. 

Kalau di kitab Raja-raja disebutkan adalah karena amarah Tuhan terhadap raja Yehuda yang sangat jahat yaitu Manasye, sementara kitab Daniel tidak mengungkap latarbelakang itu karena beda tujuan penulisan kitab. Tujuan kitab Daniel adalah menegaskan kedaulatan Allah yang berdampak pada penghiburan bagi umat di pembuangan.

Israel bukan bangsa yang ibadahnya memakai patung ukiran sebagaimana penyembahan berhala bangsa-bangsa lain di sekitarnya. Keluaran 20:4-6 melarang pembuatan dan penyembahan patung. Maka kemungkinan besar yang diangkut adalah peralatan Bait seperti cawan dan perabotan lain seperti yang dicatat dalam kisah Belsyazar (psl. 5). Pada zaman itu bangsa yang menaklukkan juga mengangkut dewa dari bangsa yang dikalahkan dan biasanya ditempatkan di kuil dewa utama bangsa yang menang. 
Ini menyiratkan dua kemungkinan: 
1) allah bangsa yang kalah lebih lemah daripada allah bangsa yang menang, atau 
2) allah bangsa yang kalah memihak allah bangsa yang menang.
 Dalam kasus Filistin menaklukkan Israel ternyata dua alternatif ini tidak berlaku. Tabut di kuil Dagon berulang kali menyebabkan patung Dagon tumbang sampai mereka terpaksa mengembalikan Tabut 
(1 Samuel 4 – 6).

Satu poin penting lagi ialah perkakas Bait itu diangkut ke “tanah Sinear” – tempat di mana menara Babel dibangun. Tentu ada maksud penulis Kitab Daniel dengan menyebut Sinear kembali. Yaitu, Babilonia zaman itu pada intinya sedang melakukan hal yang sama dengan pembangunan menara Babel: meninggikan diri sendiri dan dengan demikian menolak untuk mengakui kedaulatan Tuhan Allah.

Pelajaran untuk masa kini:

1) Di balik jatuh bangun sikon dunia ada kuat kuasa Tuhan Allah bekerja.

2) Meski dalam sikon umat terpuruk dihajar kekuatan jahat seizin Tuhan, ada Tuhan yang memberi izin, mengatur segala sesuatu dan mengerjakan maksud-maksud baik-Nya sendiri baik bagi umat-Nya maupun bagi yang bukan umat.

3) Berbagai kekuatan yang seakan berkibar di panggung dunia yang melawan Allah, ada saatnya akan ditindak Tuhan Allah juga.

By: Paul Hidayat</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/a16e754b367e3e76e55394258d80bea9.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Masa Depanmu Sudah Tertulis</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/keputusasaan-sering-membisikkan-kebohong</link><description><![CDATA[Kamu pasti pernah mengalami keadaan putusasa.<br />Sebuah keadaan yang membuat kamu sampai bertanya, <br />"apakah Tuhan peduli sama hidup aku?"<br />"apakah Dia mendengar doaku?".<br /><br />Biasanya pertayaan seperti itu muncul disaat menghadapi pergumulan yang sukar;<br />saat dikhianati teman,<br />saat kehilangan pekerjaan,<br />saat kuliah yang terhenti karena masalah ekonomi,<br />saat orangtua menderita sakit,<br />saat pernikahan mengecewakan,<br />dan saat impian yang dinantikan tak tercapai.<br /><br />Keadaan demikian bisa membuat kamu kehilangan arah dan kadang ingin menyerah. Karena itu kamu tidak bisa menghadapi semua itu sendiri. Saat masalah menghadang dan keputusasaan mulai mencengkeram hatimu, ada satu hal yang perlu kamu ingat dan katakan pada dirimu;<br /><br />" Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, <br />menenun aku dalam kandungan ibuku. <br />Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, <br />ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, <br />dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; <br />mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, <br />dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya."<br /><br />Tahukah kamu bahwa hari demi hari kehidupanmu sudah tertulis dalam kitab-Nya, bahkan sebelum kamu menjalani hari pertama dalam kehidupanmu. Semua perkara yang kamu hadapi sudah diketahui oleh Tuhan. Tiada hari yang akan kamu hadapi yang tidak diketahui oleh Tuhan. Tuhan menulis isi hari-hari kamu dengan tangan-Nya sendiri. Semua yang terjadi pada kamu sudah tertulis dalam kitab-Nya. Dia juga telah menetapkan bagaimana kisah kamu berakhir. Dia menulis semuanya itu dengan Hikmat-Nya dan anugerah-Nya yang mulia. Tidak ada yang di luar kendali-Nya. Dia berdaulat atas hidupmu. Dia tahu yang terbaik bagimu dan Dia melakukan yang terbaik bagimu.<br /><br />Ketika keputusasaan mengoyahkan keteguhan hatimu, iman dalam Firman Tuhan meneguhkan hatimu.<br />Keputusasaan sering membisikkan kebohongan kepadamu tentang Tuhan, tetapi pengharapan mengatakan masa depanmu sudah tertulis dalam Firman Tuhan.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/36281471</guid><pubDate>Mon, 06 Jul 2020 10:00:19 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/36281471/draft_159401518482647_audio.mp3" length="3085792" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kamu pasti pernah mengalami keadaan putusasa.
Sebuah keadaan yang membuat kamu sampai bertanya, 
"apakah Tuhan peduli sama hidup aku?"
"apakah Dia mendengar doaku?".

Biasanya pertayaan seperti itu muncul disaat menghadapi pergumulan yang sukar;
saat...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kamu pasti pernah mengalami keadaan putusasa.<br />Sebuah keadaan yang membuat kamu sampai bertanya, <br />"apakah Tuhan peduli sama hidup aku?"<br />"apakah Dia mendengar doaku?".<br /><br />Biasanya pertayaan seperti itu muncul disaat menghadapi pergumulan yang sukar;<br />saat dikhianati teman,<br />saat kehilangan pekerjaan,<br />saat kuliah yang terhenti karena masalah ekonomi,<br />saat orangtua menderita sakit,<br />saat pernikahan mengecewakan,<br />dan saat impian yang dinantikan tak tercapai.<br /><br />Keadaan demikian bisa membuat kamu kehilangan arah dan kadang ingin menyerah. Karena itu kamu tidak bisa menghadapi semua itu sendiri. Saat masalah menghadang dan keputusasaan mulai mencengkeram hatimu, ada satu hal yang perlu kamu ingat dan katakan pada dirimu;<br /><br />" Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, <br />menenun aku dalam kandungan ibuku. <br />Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, <br />ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, <br />dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; <br />mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, <br />dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya."<br /><br />Tahukah kamu bahwa hari demi hari kehidupanmu sudah tertulis dalam kitab-Nya, bahkan sebelum kamu menjalani hari pertama dalam kehidupanmu. Semua perkara yang kamu hadapi sudah diketahui oleh Tuhan. Tiada hari yang akan kamu hadapi yang tidak diketahui oleh Tuhan. Tuhan menulis isi hari-hari kamu dengan tangan-Nya sendiri. Semua yang terjadi pada kamu sudah tertulis dalam kitab-Nya. Dia juga telah menetapkan bagaimana kisah kamu berakhir. Dia menulis semuanya itu dengan Hikmat-Nya dan anugerah-Nya yang mulia. Tidak ada yang di luar kendali-Nya. Dia berdaulat atas hidupmu. Dia tahu yang terbaik bagimu dan Dia melakukan yang terbaik bagimu.<br /><br />Ketika keputusasaan mengoyahkan keteguhan hatimu, iman dalam Firman Tuhan meneguhkan hatimu.<br />Keputusasaan sering membisikkan kebohongan kepadamu tentang Tuhan, tetapi pengharapan mengatakan masa depanmu sudah tertulis dalam Firman Tuhan.]]></itunes:summary><itunes:duration>193</itunes:duration><itunes:keywords>doa,kuliah,pekerjaan,kecewa,sakit,masadepan,putusasa,tuhanpeduli,dikhianati,mimpi</itunes:keywords><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/3efa1221842ef2faa4ce9ec65689fe80.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kamu pasti pernah mengalami keadaan putusasa.
Sebuah keadaan yang membuat kamu sampai bertanya, 
"apakah Tuhan peduli sama hidup aku?"
"apakah Dia mendengar doaku?".

Biasanya pertayaan seperti itu muncul disaat menghadapi pergumulan yang sukar;
saat dikhianati teman,
saat kehilangan pekerjaan,
saat kuliah yang terhenti karena masalah ekonomi,
saat orangtua menderita sakit,
saat pernikahan mengecewakan,
dan saat impian yang dinantikan tak tercapai.

Keadaan demikian bisa membuat kamu kehilangan arah dan kadang ingin menyerah. Karena itu kamu tidak bisa menghadapi semua itu sendiri. Saat masalah menghadang dan keputusasaan mulai mencengkeram hatimu, ada satu hal yang perlu kamu ingat dan katakan pada dirimu;

" Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, 
menenun aku dalam kandungan ibuku. 
Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, 
ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, 
dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; 
mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, 
dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya."

Tahukah kamu bahwa hari demi hari kehidupanmu sudah tertulis dalam kitab-Nya, bahkan sebelum kamu menjalani hari pertama dalam kehidupanmu. Semua perkara yang kamu hadapi sudah diketahui oleh Tuhan. Tiada hari yang akan kamu hadapi yang tidak diketahui oleh Tuhan. Tuhan menulis isi hari-hari kamu dengan tangan-Nya sendiri. Semua yang terjadi pada kamu sudah tertulis dalam kitab-Nya. Dia juga telah menetapkan bagaimana kisah kamu berakhir. Dia menulis semuanya itu dengan Hikmat-Nya dan anugerah-Nya yang mulia. Tidak ada yang di luar kendali-Nya. Dia berdaulat atas hidupmu. Dia tahu yang terbaik bagimu dan Dia melakukan yang terbaik bagimu.

Ketika keputusasaan mengoyahkan keteguhan hatimu, iman dalam Firman Tuhan meneguhkan hatimu.
Keputusasaan sering membisikkan kebohongan kepadamu tentang Tuhan, tetapi pengharapan mengatakan masa depanmu sudah tertulis dalam Firman Tuhan.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/3efa1221842ef2faa4ce9ec65689fe80.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Tuhan Ingin Mengenal Kamu</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tuhan-ingin-mengenal-kamu</link><description><![CDATA[Maukah kamu dikenal dan dimengerti oleh teman-temanmu?<br />Maukah kamu kalau teman-teman sekitar dirimu tahu banyak tentang kamu, mereka mengenal kamu dengan mendalam, tahu bagaimana cara menghiburmu ketika kamu sedih. pasti kamu mau kan?<br /><br />nah, ini ada kabar baik yang mau saya sampaikan,<br /><br />Tuhan ingin mengenal kamu. <br />Dia mengenal kamu dengan cara yang jauh melampaui pemahaman kamu.<br />Dia mengetahui kapan kamu duduk atau berdiri.<br />Dia mengetahui setiap pikiran kamu.<br />Dia melihat setiap gerakan kamu. <br />Dia mengetahui semua jalanmu tidak peduli kemanapun kamu pergi. <br />Dia mengetahui begitu banyak tentang dirimu.<br />Dia ingin mengenal kamu secara mendetil dan mendalam.<br />nah, mana ada temen ya g kayak begini.<br /><br />ada lagi nih buat kamu kabar gembira, <br />Tuhan itu Maha Tahu.<br />waduh, mati aku. bahaya nih kalau Tuhan tahu semua. refleks suara hati kamu. <br />eits...tunggu dulu....<br />tahukah kamu, mengenal Tuhan Maha Tahu adalah hal yang menghibur karena ini berarti kasih Tuhan kepada kamu bukan berdasarkan perbuatan kamu. <br />meskipun Dia mengetahui semua kesalahan dan kelemahan kamu. <br />Dia tetap ingin memiliki hubungan dengan kamu. <br />mana ada temen yang kayak gini?<br /><br />saya jamin, pasti ngak ada<br /><br />mana ada temen yang kalau kamu salah sama dia, sakiti dia, mengecewakan dia tapi tetap mengampuni dan menerima kamu apa adanya. ngak bakal ada deh.<br />tetapi coba lihat, apa yang Tuhan lakukan, <br />Dia menunjukkan kasih-Nya kepada kamu, ketika kamu masih berdosa. Dia berikan Anak-Nya mati bagi kamu di kayu salib mengampuni semua dosa kamu dan supaya kamu bisa mengenal DIA.<br />jadi setelah tahu bahwa Tuhan ingin mengenal kamu dan Dia ingin mengetahui segalanya tentang kamu, masih perlu ngak kamu takut dan kuatir akan hidupmu?]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/36232966</guid><pubDate>Mon, 06 Jul 2020 00:51:00 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/36232966/draft_1593995018798989_audio.mp3" length="2339317" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Maukah kamu dikenal dan dimengerti oleh teman-temanmu?
Maukah kamu kalau teman-teman sekitar dirimu tahu banyak tentang kamu, mereka mengenal kamu dengan mendalam, tahu bagaimana cara menghiburmu ketika kamu sedih. pasti kamu mau kan?

nah, ini ada...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Maukah kamu dikenal dan dimengerti oleh teman-temanmu?<br />Maukah kamu kalau teman-teman sekitar dirimu tahu banyak tentang kamu, mereka mengenal kamu dengan mendalam, tahu bagaimana cara menghiburmu ketika kamu sedih. pasti kamu mau kan?<br /><br />nah, ini ada kabar baik yang mau saya sampaikan,<br /><br />Tuhan ingin mengenal kamu. <br />Dia mengenal kamu dengan cara yang jauh melampaui pemahaman kamu.<br />Dia mengetahui kapan kamu duduk atau berdiri.<br />Dia mengetahui setiap pikiran kamu.<br />Dia melihat setiap gerakan kamu. <br />Dia mengetahui semua jalanmu tidak peduli kemanapun kamu pergi. <br />Dia mengetahui begitu banyak tentang dirimu.<br />Dia ingin mengenal kamu secara mendetil dan mendalam.<br />nah, mana ada temen ya g kayak begini.<br /><br />ada lagi nih buat kamu kabar gembira, <br />Tuhan itu Maha Tahu.<br />waduh, mati aku. bahaya nih kalau Tuhan tahu semua. refleks suara hati kamu. <br />eits...tunggu dulu....<br />tahukah kamu, mengenal Tuhan Maha Tahu adalah hal yang menghibur karena ini berarti kasih Tuhan kepada kamu bukan berdasarkan perbuatan kamu. <br />meskipun Dia mengetahui semua kesalahan dan kelemahan kamu. <br />Dia tetap ingin memiliki hubungan dengan kamu. <br />mana ada temen yang kayak gini?<br /><br />saya jamin, pasti ngak ada<br /><br />mana ada temen yang kalau kamu salah sama dia, sakiti dia, mengecewakan dia tapi tetap mengampuni dan menerima kamu apa adanya. ngak bakal ada deh.<br />tetapi coba lihat, apa yang Tuhan lakukan, <br />Dia menunjukkan kasih-Nya kepada kamu, ketika kamu masih berdosa. Dia berikan Anak-Nya mati bagi kamu di kayu salib mengampuni semua dosa kamu dan supaya kamu bisa mengenal DIA.<br />jadi setelah tahu bahwa Tuhan ingin mengenal kamu dan Dia ingin mengetahui segalanya tentang kamu, masih perlu ngak kamu takut dan kuatir akan hidupmu?]]></itunes:summary><itunes:duration>147</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/457eb003f420315363b0ef8004eafe98.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Maukah kamu dikenal dan dimengerti oleh teman-temanmu?
Maukah kamu kalau teman-teman sekitar dirimu tahu banyak tentang kamu, mereka mengenal kamu dengan mendalam, tahu bagaimana cara menghiburmu ketika kamu sedih. pasti kamu mau kan?

nah, ini ada kabar baik yang mau saya sampaikan,

Tuhan ingin mengenal kamu. 
Dia mengenal kamu dengan cara yang jauh melampaui pemahaman kamu.
Dia mengetahui kapan kamu duduk atau berdiri.
Dia mengetahui setiap pikiran kamu.
Dia melihat setiap gerakan kamu. 
Dia mengetahui semua jalanmu tidak peduli kemanapun kamu pergi. 
Dia mengetahui begitu banyak tentang dirimu.
Dia ingin mengenal kamu secara mendetil dan mendalam.
nah, mana ada temen ya g kayak begini.

ada lagi nih buat kamu kabar gembira, 
Tuhan itu Maha Tahu.
waduh, mati aku. bahaya nih kalau Tuhan tahu semua. refleks suara hati kamu. 
eits...tunggu dulu....
tahukah kamu, mengenal Tuhan Maha Tahu adalah hal yang menghibur karena ini berarti kasih Tuhan kepada kamu bukan berdasarkan perbuatan kamu. 
meskipun Dia mengetahui semua kesalahan dan kelemahan kamu. 
Dia tetap ingin memiliki hubungan dengan kamu. 
mana ada temen yang kayak gini?

saya jamin, pasti ngak ada

mana ada temen yang kalau kamu salah sama dia, sakiti dia, mengecewakan dia tapi tetap mengampuni dan menerima kamu apa adanya. ngak bakal ada deh.
tetapi coba lihat, apa yang Tuhan lakukan, 
Dia menunjukkan kasih-Nya kepada kamu, ketika kamu masih berdosa. Dia berikan Anak-Nya mati bagi kamu di kayu salib mengampuni semua dosa kamu dan supaya kamu bisa mengenal DIA.
jadi setelah tahu bahwa Tuhan ingin mengenal kamu dan Dia ingin mengetahui segalanya tentang kamu, masih perlu ngak kamu takut dan kuatir akan hidupmu?</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/457eb003f420315363b0ef8004eafe98.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Tanda Dewasa Rohani</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tanda-dewasa-rohani</link><description><![CDATA["...ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok...dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." Ibrani 5:12.<br /><br />Banyak orang Kristen, yang sekalipun sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun, tetap saja 'kerdil' rohani, tak pernah bertumbuh sebagaimana yang Tuhan harapkan. Tanda nyata orang yang kerdil rohani: gampang sekali tersinggung, marah, bersungut-sungut, mengeluh, tidak mudah menerima nasihat atau teguran, selalu membenarkan diri sendiri, susah untuk taat. Untuk bisa menjadi mempelai Kristus orang percaya harus dewasa.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/35559162</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2020 02:53:03 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/35559162/draft_1593743838637702_audio.mp3" length="1093799" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>"...ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok...dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." Ibrani 5:12.

Banyak orang Kristen, yang sekalipun sudah mengikut Tuhan selama...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA["...ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok...dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." Ibrani 5:12.<br /><br />Banyak orang Kristen, yang sekalipun sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun, tetap saja 'kerdil' rohani, tak pernah bertumbuh sebagaimana yang Tuhan harapkan. Tanda nyata orang yang kerdil rohani: gampang sekali tersinggung, marah, bersungut-sungut, mengeluh, tidak mudah menerima nasihat atau teguran, selalu membenarkan diri sendiri, susah untuk taat. Untuk bisa menjadi mempelai Kristus orang percaya harus dewasa.]]></itunes:summary><itunes:duration>69</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/69f9b28695f7182b12a436fccf5aced1.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>"...ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok...dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras." Ibrani 5:12.

Banyak orang Kristen, yang sekalipun sudah mengikut Tuhan selama bertahun-tahun, tetap saja 'kerdil' rohani, tak pernah bertumbuh sebagaimana yang Tuhan harapkan. Tanda nyata orang yang kerdil rohani: gampang sekali tersinggung, marah, bersungut-sungut, mengeluh, tidak mudah menerima nasihat atau teguran, selalu membenarkan diri sendiri, susah untuk taat. Untuk bisa menjadi mempelai Kristus orang percaya harus dewasa.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/69f9b28695f7182b12a436fccf5aced1.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Tuhan Mengampuni Tanpa Syarat</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tuhan-mengampuni-tanpa-syarat</link><description><![CDATA[Narasi 9 Benny solihin<br /><br />Tuhan Mengampuni Kita Tanpa Syarat<br /><br />"Rasanya engga adil banget, masa gue harus ngampunin orang biadab seperti itu?" Itu pasti suara hati kamu, kan? "Ya, donk. Pikir aja pake otak. Orang itu udah ngerusak harga diri gue, masa depan gue, bikin hati gue sakit dan nanggung malu. Masa sekarang Tuhan minta gue ngampuni dia begitu aja... Waah, apa engga kebalik? Aturan dari mana itu? Dari Hongkong? <br /><br />Memang sih, ngampunin orang yang udah ngelukain hati kita rasanya ga adil, menghina logika dan meremehkan budaya manusia. Cuma kalo Tuhan merintahin tentu ada dasarnya. Kamu pasti mau berkata, "Dasarnya apa? Di mana-mana juga orang yang nyakitin kita harus dibalas." Ok,ok. Sabar dulu, coy. Yuk kita liat apa dasarnya Tuhan minta kamu ngampuni orang biadab itu. <br /><br />Kamu pernah ga berbuat salah sama orang sengaja apa ga sengaja? Kamu pernah ga buat orang malu dan sakit hati? Kamu pernah ga guilty feeling karena berbuat dosa? Kamu pernah ga berdoa "Bapa, ampunilah kami akan segala kesalahan kami"? Kamu pernah ga nangis dan bilang sama Tuhan kamu orang kotor, ga layak? Kamu pernah ga setelah ditebus oleh darah Kristus buat dosa lagi, lalu minta ampun lagi, buat dosa lagi? Engga pernah, ya? <br /><br />Kalo Tuhan jadi kamu, pasti bilang ga adil, menghina logika, meremehkan budaya manusia. Tapi Tuhan bukan kamu, kamu diampuni lagi dan lagi. Tahu ga dosamu pada Tuhan seperti gunung-gunung ditumpuk jadi satu. Dan dosa orang yang kamu sebut biadab itu, dosanya pada kamu hanya sebesar gundukan polisi tidur. Sekarang kamu paham, kenapa Tuhan minta kamu ngampuni dia? PAHAM, YA?]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/35549274</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2020 02:28:35 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/35549274/draft_1593743056858309_audio.mp3" length="2664907" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Narasi 9 Benny solihin

Tuhan Mengampuni Kita Tanpa Syarat

"Rasanya engga adil banget, masa gue harus ngampunin orang biadab seperti itu?" Itu pasti suara hati kamu, kan? "Ya, donk. Pikir aja pake otak. Orang itu udah ngerusak harga diri gue, masa...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Narasi 9 Benny solihin<br /><br />Tuhan Mengampuni Kita Tanpa Syarat<br /><br />"Rasanya engga adil banget, masa gue harus ngampunin orang biadab seperti itu?" Itu pasti suara hati kamu, kan? "Ya, donk. Pikir aja pake otak. Orang itu udah ngerusak harga diri gue, masa depan gue, bikin hati gue sakit dan nanggung malu. Masa sekarang Tuhan minta gue ngampuni dia begitu aja... Waah, apa engga kebalik? Aturan dari mana itu? Dari Hongkong? <br /><br />Memang sih, ngampunin orang yang udah ngelukain hati kita rasanya ga adil, menghina logika dan meremehkan budaya manusia. Cuma kalo Tuhan merintahin tentu ada dasarnya. Kamu pasti mau berkata, "Dasarnya apa? Di mana-mana juga orang yang nyakitin kita harus dibalas." Ok,ok. Sabar dulu, coy. Yuk kita liat apa dasarnya Tuhan minta kamu ngampuni orang biadab itu. <br /><br />Kamu pernah ga berbuat salah sama orang sengaja apa ga sengaja? Kamu pernah ga buat orang malu dan sakit hati? Kamu pernah ga guilty feeling karena berbuat dosa? Kamu pernah ga berdoa "Bapa, ampunilah kami akan segala kesalahan kami"? Kamu pernah ga nangis dan bilang sama Tuhan kamu orang kotor, ga layak? Kamu pernah ga setelah ditebus oleh darah Kristus buat dosa lagi, lalu minta ampun lagi, buat dosa lagi? Engga pernah, ya? <br /><br />Kalo Tuhan jadi kamu, pasti bilang ga adil, menghina logika, meremehkan budaya manusia. Tapi Tuhan bukan kamu, kamu diampuni lagi dan lagi. Tahu ga dosamu pada Tuhan seperti gunung-gunung ditumpuk jadi satu. Dan dosa orang yang kamu sebut biadab itu, dosanya pada kamu hanya sebesar gundukan polisi tidur. Sekarang kamu paham, kenapa Tuhan minta kamu ngampuni dia? PAHAM, YA?]]></itunes:summary><itunes:duration>167</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/be541322cd216178569b7b34de7e83a3.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Narasi 9 Benny solihin

Tuhan Mengampuni Kita Tanpa Syarat

"Rasanya engga adil banget, masa gue harus ngampunin orang biadab seperti itu?" Itu pasti suara hati kamu, kan? "Ya, donk. Pikir aja pake otak. Orang itu udah ngerusak harga diri gue, masa depan gue, bikin hati gue sakit dan nanggung malu. Masa sekarang Tuhan minta gue ngampuni dia begitu aja... Waah, apa engga kebalik? Aturan dari mana itu? Dari Hongkong? 

Memang sih, ngampunin orang yang udah ngelukain hati kita rasanya ga adil, menghina logika dan meremehkan budaya manusia. Cuma kalo Tuhan merintahin tentu ada dasarnya. Kamu pasti mau berkata, "Dasarnya apa? Di mana-mana juga orang yang nyakitin kita harus dibalas." Ok,ok. Sabar dulu, coy. Yuk kita liat apa dasarnya Tuhan minta kamu ngampuni orang biadab itu. 

Kamu pernah ga berbuat salah sama orang sengaja apa ga sengaja? Kamu pernah ga buat orang malu dan sakit hati? Kamu pernah ga guilty feeling karena berbuat dosa? Kamu pernah ga berdoa "Bapa, ampunilah kami akan segala kesalahan kami"? Kamu pernah ga nangis dan bilang sama Tuhan kamu orang kotor, ga layak? Kamu pernah ga setelah ditebus oleh darah Kristus buat dosa lagi, lalu minta ampun lagi, buat dosa lagi? Engga pernah, ya? 

Kalo Tuhan jadi kamu, pasti bilang ga adil, menghina logika, meremehkan budaya manusia. Tapi Tuhan bukan kamu, kamu diampuni lagi dan lagi. Tahu ga dosamu pada Tuhan seperti gunung-gunung ditumpuk jadi satu. Dan dosa orang yang kamu sebut biadab itu, dosanya pada kamu hanya sebesar gundukan polisi tidur. Sekarang kamu paham, kenapa Tuhan minta kamu ngampuni dia? PAHAM, YA?</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/be541322cd216178569b7b34de7e83a3.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Doa Berkat</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/doa-berkat</link><description><![CDATA[TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; <br />TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; <br />TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/35335785</guid><pubDate>Thu, 02 Jul 2020 05:29:20 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/35335785/draft_1593667478775055_audio.mp3" length="410017" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; <br />TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; <br />TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.]]></itunes:summary><itunes:duration>26</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/fa5ed65fe5d80f58f9b3569da34b63ed.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; 
TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; 
TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/fa5ed65fe5d80f58f9b3569da34b63ed.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Harta Yang Melimpah Dari Tuhan</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/harta-yang-melimpah-dari-tuhan</link><description><![CDATA[Pernahkah kamu menghadapi perlawanan ketika memberitakan Injil?<br />Pernahkah kamu menghadapi kekecewaan ketika membagikan Injil?<br />Kalau jawaban kamu adalah belum pernah, bisa jadi itu tandanya kamu belum pernah bersaksi tentang Injil. <br />Apakah kamu ada perasaan terbeban terhadap orang yang tersesat?<br />Kamu merasa ada yang salah ngak, kalau teman kamu belum mengenal Yesus?<br />Pernahkah kamu membagikan Injil kepada temanmu?<br />Memimpin teman kepada Kristus.<br /><br />Mungkin kamu takut karena tidak pandai bicara. Kamu tidak tahu harus memulai dari mana. Kamu kuatir temanmu tersinggung, hilang deh nanti satu teman. <br />Akhirnya kamu berkata, biar tim penjangkauan penginjilan gerejaku yang melakukan.<br />Biar teman gerejaku yang melakukan, asal jangan aku. <br /><br />Ingatlah, pesan Injil yang paling berpengaruh di dunia tidak perlu dibuat-buat agar menarik dan diperhalus.<br />Pesan Injil yang paling transformatif di dunia tidak perlu disamarkan dan diubah. <br />Injil itu sendiri mempunyai kuasa untuk mengubah hidup.<br />Injil mempunyai kuasa membawa keselamatan kepada yang memberitakannya. <br />Tugas kamu hanyalah untuk menyampaikan pesan Injil itu kepada teman-teman kamu. <br />Kamu harus berbagi harta Injil dalam diri kamu.<br />Kamu harus menyaksikan betapa kasih serta karunia Tuhan telah mengubah hidupmu. <br />Kamu mungkin mengalami penganiayaan saat membagikan Injil, kamu bahkan menghadapi penderitaan saat menceritakan Injil, tetapi kamu tidak perlu takut. <br />Kamu sedang membawa Terang Injil dan itu akan bersinar menembus kegelapan.<br />Kamu sedang dipakai Tuhan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.<br />Jangan kamu lupa bahwa kesaksiamu tentang Injil masih sangat relevan hari ini. Ayo...mari jalani gaya hidup penginjilan sehingga kamu memperlihatkan kuasa Tuhan yang dapat membawa teman-teman dari kematian kekal kepada hidup kekal. <br /><br />Ingat, andalkan Tuhan dengan keyakinan penuh. Jangan berusaha keras dengan kekuatan kamu sendiri.<br />Percayalah Tuhan beserta kamu. Tuhan bekerja di dalam kamu.<br />Kamu adalah bejana tanah liat yang rapuh.<br />Kamu mempunyai harta Injil dalam diri kamu untuk memperlihatkan bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu adalah dari Tuhan, bukan dari diri kamu sendiri. <br />Kekuatan Tuhan bekerja dalam diri kamu dan melalui kamu disaat kamu melayani orang lain.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/35096871</guid><pubDate>Wed, 01 Jul 2020 06:35:17 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/35096871/draft_1593584083143363_audio.mp3" length="3410546" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Pernahkah kamu menghadapi perlawanan ketika memberitakan Injil?
Pernahkah kamu menghadapi kekecewaan ketika membagikan Injil?
Kalau jawaban kamu adalah belum pernah, bisa jadi itu tandanya kamu belum pernah bersaksi tentang Injil. 
Apakah kamu ada...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Pernahkah kamu menghadapi perlawanan ketika memberitakan Injil?<br />Pernahkah kamu menghadapi kekecewaan ketika membagikan Injil?<br />Kalau jawaban kamu adalah belum pernah, bisa jadi itu tandanya kamu belum pernah bersaksi tentang Injil. <br />Apakah kamu ada perasaan terbeban terhadap orang yang tersesat?<br />Kamu merasa ada yang salah ngak, kalau teman kamu belum mengenal Yesus?<br />Pernahkah kamu membagikan Injil kepada temanmu?<br />Memimpin teman kepada Kristus.<br /><br />Mungkin kamu takut karena tidak pandai bicara. Kamu tidak tahu harus memulai dari mana. Kamu kuatir temanmu tersinggung, hilang deh nanti satu teman. <br />Akhirnya kamu berkata, biar tim penjangkauan penginjilan gerejaku yang melakukan.<br />Biar teman gerejaku yang melakukan, asal jangan aku. <br /><br />Ingatlah, pesan Injil yang paling berpengaruh di dunia tidak perlu dibuat-buat agar menarik dan diperhalus.<br />Pesan Injil yang paling transformatif di dunia tidak perlu disamarkan dan diubah. <br />Injil itu sendiri mempunyai kuasa untuk mengubah hidup.<br />Injil mempunyai kuasa membawa keselamatan kepada yang memberitakannya. <br />Tugas kamu hanyalah untuk menyampaikan pesan Injil itu kepada teman-teman kamu. <br />Kamu harus berbagi harta Injil dalam diri kamu.<br />Kamu harus menyaksikan betapa kasih serta karunia Tuhan telah mengubah hidupmu. <br />Kamu mungkin mengalami penganiayaan saat membagikan Injil, kamu bahkan menghadapi penderitaan saat menceritakan Injil, tetapi kamu tidak perlu takut. <br />Kamu sedang membawa Terang Injil dan itu akan bersinar menembus kegelapan.<br />Kamu sedang dipakai Tuhan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.<br />Jangan kamu lupa bahwa kesaksiamu tentang Injil masih sangat relevan hari ini. Ayo...mari jalani gaya hidup penginjilan sehingga kamu memperlihatkan kuasa Tuhan yang dapat membawa teman-teman dari kematian kekal kepada hidup kekal. <br /><br />Ingat, andalkan Tuhan dengan keyakinan penuh. Jangan berusaha keras dengan kekuatan kamu sendiri.<br />Percayalah Tuhan beserta kamu. Tuhan bekerja di dalam kamu.<br />Kamu adalah bejana tanah liat yang rapuh.<br />Kamu mempunyai harta Injil dalam diri kamu untuk memperlihatkan bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu adalah dari Tuhan, bukan dari diri kamu sendiri. <br />Kekuatan Tuhan bekerja dalam diri kamu dan melalui kamu disaat kamu melayani orang lain.]]></itunes:summary><itunes:duration>214</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/2f4244721065df953af22ce9988baa89.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Pernahkah kamu menghadapi perlawanan ketika memberitakan Injil?
Pernahkah kamu menghadapi kekecewaan ketika membagikan Injil?
Kalau jawaban kamu adalah belum pernah, bisa jadi itu tandanya kamu belum pernah bersaksi tentang Injil. 
Apakah kamu ada perasaan terbeban terhadap orang yang tersesat?
Kamu merasa ada yang salah ngak, kalau teman kamu belum mengenal Yesus?
Pernahkah kamu membagikan Injil kepada temanmu?
Memimpin teman kepada Kristus.

Mungkin kamu takut karena tidak pandai bicara. Kamu tidak tahu harus memulai dari mana. Kamu kuatir temanmu tersinggung, hilang deh nanti satu teman. 
Akhirnya kamu berkata, biar tim penjangkauan penginjilan gerejaku yang melakukan.
Biar teman gerejaku yang melakukan, asal jangan aku. 

Ingatlah, pesan Injil yang paling berpengaruh di dunia tidak perlu dibuat-buat agar menarik dan diperhalus.
Pesan Injil yang paling transformatif di dunia tidak perlu disamarkan dan diubah. 
Injil itu sendiri mempunyai kuasa untuk mengubah hidup.
Injil mempunyai kuasa membawa keselamatan kepada yang memberitakannya. 
Tugas kamu hanyalah untuk menyampaikan pesan Injil itu kepada teman-teman kamu. 
Kamu harus berbagi harta Injil dalam diri kamu.
Kamu harus menyaksikan betapa kasih serta karunia Tuhan telah mengubah hidupmu. 
Kamu mungkin mengalami penganiayaan saat membagikan Injil, kamu bahkan menghadapi penderitaan saat menceritakan Injil, tetapi kamu tidak perlu takut. 
Kamu sedang membawa Terang Injil dan itu akan bersinar menembus kegelapan.
Kamu sedang dipakai Tuhan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.
Jangan kamu lupa bahwa kesaksiamu tentang Injil masih sangat relevan hari ini. Ayo...mari jalani gaya hidup penginjilan sehingga kamu memperlihatkan kuasa Tuhan yang dapat membawa teman-teman dari kematian kekal kepada hidup kekal. 

Ingat, andalkan Tuhan dengan keyakinan penuh. Jangan berusaha keras dengan kekuatan kamu sendiri.
Percayalah Tuhan beserta kamu. Tuhan bekerja di dalam kamu.
Kamu adalah bejana tanah liat yang rapuh.
Kamu mempunyai harta Injil dalam diri kamu untuk memperlihatkan bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu adalah dari Tuhan, bukan dari diri kamu sendiri. 
Kekuatan Tuhan bekerja dalam diri kamu dan melalui kamu disaat kamu melayani orang lain.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/2f4244721065df953af22ce9988baa89.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Memanggil Allah Dengan Sebutan Bapa Tetapi Pesimis Akan Hari Esok</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/memanggil-allah-dengan-sebutan-bapa-teta</link><description><![CDATA[Kamu kan sering memanggil Allah dengan sebutan Bapa, gimana perasaan kamu? Biasa aja??? Duh, kamu keterlaluan. Kamu tahu ga seh, engga ada agama yang ngajarin umatnya memanggil tuhannya dengan sebutan bapa. Hanya Yesus. Dia bilang sama murid-murid-Nya, "Apabila kamu berdoa, katakanlah 'Bapa kami yang di surga.'" Keren, ga? Allah Pencipta yang punya surga, dunia dan segala isinya, yang harusnya kita panggil Tuanku Raja dari segala raja, eeh boleh kita panggil Bapa, father, Daddy, Abeoji, Papa, Abah, Babe... Wow, itu berarti kita dianggap anak-anak-Nya. <br /><br />Sebagai anak, of course, pastilah kita disayang Bapa surgawi kita - bukan bapak jasmani lho. Dia tentu tahu kebutuhan rohani dan jasmani kita. Bahkan jumlah rambut di kepala kita aja Dia tahu. Dia punya tanggung jawab moral untuk memerhatikan anak-anak-Nya yang kekurangan, yang sedih, yang lemah, yang sakit... Gambarannya, mirip Pak Jokowi yang punya tanggung jawab moral untuk menjaga kesejahteraan 267 juta rakyat Indonesia. <br /><br />Tapi kamu heran ga, banyak anak-anak Tuhan yang memanggil Dia Bapa hidupnya selalu dalam kekhawatiran. Yang lebih heran lagi, mereka itu ekonominya jauh lebih baik ketimbang daripada kebanyakan orang. Kacau, ya? Rasanya, kalau Bapa beri mereka berkat lebih, mereka juga tetap khawatir. Kenapa? Sebab mereka seperti anak yatim piatu yang selalu pesimis akan hari esok. Apa kamu juga begitu? Jangan ya... Kalo masih seperti itu, MALU PANGGIL ALLAH, BAPA.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/34426001</guid><pubDate>Mon, 29 Jun 2020 10:04:14 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/34426001/draft_1593424764937456_audio.mp3" length="2387800" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kamu kan sering memanggil Allah dengan sebutan Bapa, gimana perasaan kamu? Biasa aja??? Duh, kamu keterlaluan. Kamu tahu ga seh, engga ada agama yang ngajarin umatnya memanggil tuhannya dengan sebutan bapa. Hanya Yesus. Dia bilang sama...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kamu kan sering memanggil Allah dengan sebutan Bapa, gimana perasaan kamu? Biasa aja??? Duh, kamu keterlaluan. Kamu tahu ga seh, engga ada agama yang ngajarin umatnya memanggil tuhannya dengan sebutan bapa. Hanya Yesus. Dia bilang sama murid-murid-Nya, "Apabila kamu berdoa, katakanlah 'Bapa kami yang di surga.'" Keren, ga? Allah Pencipta yang punya surga, dunia dan segala isinya, yang harusnya kita panggil Tuanku Raja dari segala raja, eeh boleh kita panggil Bapa, father, Daddy, Abeoji, Papa, Abah, Babe... Wow, itu berarti kita dianggap anak-anak-Nya. <br /><br />Sebagai anak, of course, pastilah kita disayang Bapa surgawi kita - bukan bapak jasmani lho. Dia tentu tahu kebutuhan rohani dan jasmani kita. Bahkan jumlah rambut di kepala kita aja Dia tahu. Dia punya tanggung jawab moral untuk memerhatikan anak-anak-Nya yang kekurangan, yang sedih, yang lemah, yang sakit... Gambarannya, mirip Pak Jokowi yang punya tanggung jawab moral untuk menjaga kesejahteraan 267 juta rakyat Indonesia. <br /><br />Tapi kamu heran ga, banyak anak-anak Tuhan yang memanggil Dia Bapa hidupnya selalu dalam kekhawatiran. Yang lebih heran lagi, mereka itu ekonominya jauh lebih baik ketimbang daripada kebanyakan orang. Kacau, ya? Rasanya, kalau Bapa beri mereka berkat lebih, mereka juga tetap khawatir. Kenapa? Sebab mereka seperti anak yatim piatu yang selalu pesimis akan hari esok. Apa kamu juga begitu? Jangan ya... Kalo masih seperti itu, MALU PANGGIL ALLAH, BAPA.]]></itunes:summary><itunes:duration>150</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/e1818d77f1cdc3ac6f7e90a06e8cb641.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kamu kan sering memanggil Allah dengan sebutan Bapa, gimana perasaan kamu? Biasa aja??? Duh, kamu keterlaluan. Kamu tahu ga seh, engga ada agama yang ngajarin umatnya memanggil tuhannya dengan sebutan bapa. Hanya Yesus. Dia bilang sama murid-murid-Nya, "Apabila kamu berdoa, katakanlah 'Bapa kami yang di surga.'" Keren, ga? Allah Pencipta yang punya surga, dunia dan segala isinya, yang harusnya kita panggil Tuanku Raja dari segala raja, eeh boleh kita panggil Bapa, father, Daddy, Abeoji, Papa, Abah, Babe... Wow, itu berarti kita dianggap anak-anak-Nya. 

Sebagai anak, of course, pastilah kita disayang Bapa surgawi kita - bukan bapak jasmani lho. Dia tentu tahu kebutuhan rohani dan jasmani kita. Bahkan jumlah rambut di kepala kita aja Dia tahu. Dia punya tanggung jawab moral untuk memerhatikan anak-anak-Nya yang kekurangan, yang sedih, yang lemah, yang sakit... Gambarannya, mirip Pak Jokowi yang punya tanggung jawab moral untuk menjaga kesejahteraan 267 juta rakyat Indonesia. 

Tapi kamu heran ga, banyak anak-anak Tuhan yang memanggil Dia Bapa hidupnya selalu dalam kekhawatiran. Yang lebih heran lagi, mereka itu ekonominya jauh lebih baik ketimbang daripada kebanyakan orang. Kacau, ya? Rasanya, kalau Bapa beri mereka berkat lebih, mereka juga tetap khawatir. Kenapa? Sebab mereka seperti anak yatim piatu yang selalu pesimis akan hari esok. Apa kamu juga begitu? Jangan ya... Kalo masih seperti itu, MALU PANGGIL ALLAH, BAPA.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/e1818d77f1cdc3ac6f7e90a06e8cb641.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Tuhan Yang Memuaskan Hasratmu</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tuhan-yang-memuaskan-hasratmu</link><description><![CDATA[Pernahkah kamu menginginkan sebuah hidup yang penuh kebahagian? <br />Kamu berusaha mengarahkan hati kepada sesuatu yang dianggap bisa membahagiakan, seperti mendapatkan cinta dari seorang, angan-angan pernikahan bahagia, punya mobil mewah dan rumah mewah.<br />Kamu berpikir tentang hidup yang bahagia itu jika disembuhkan dari sakit, bebas dari penderitaan, bisa makan lezat dan berlibur kemanapun yang kamu mau.<br /><br />Kamu berpikir akan hidup bahagia jika bisa memutuskan apa yang benar, baik, penting, dan berharga bagi dirimu sendiri. <br />Kamu yakin akan hidup bahagia jika bisa menentukan dan mengendalikan agenda hidupmu sendiri. <br />Kamu yakin lebih tahu apa yang terbaik bagi dirimu sendiri.<br /><br />Tetapi yang terjadi, semua tidak terwujud. <br />Kamu bertanya kenapa Tuhan tidak menjawab permintaan kamu?<br />Terus kamu mengeluh karena Tuhan tidak menjawab keinginanmu.<br /><br />‌Tahukah kamu bahwa pemikiran tentang hidup bahagia dalam daftarmu sebenarnya tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Kamu melepaskan diri dari Anugerah Tuhan. <br />Tuhan bukan sebagai pusat impianmu.<br />Tuhan hanya sebagai jasa pengirim kehidupan bahagia yang kamu impikan.<br />Tuhan hanya alat untuk memuaskan impianmu. Kamu pekerjakan Tuhan untuk memenuhi dan menyetujui daftar keinginanmu.<br /><br />Kamulah yang menjadi pusat kehidupan.<br />Kamulah rajanya yang memerintah kehidupanmu. <br />Jangan-jangan kamu punya keyakinan tersembunyi bahwa kebahagiaan bisa di dapat di luar Tuhan. <br />"Jangan memperalat Tuhan sebagai jalan menuju hidup bahagia menurut pengertianmu sendiri , tetapi hiduplah bergaul dengan Tuhan, miliki relasi dengan Tuhan, itulah yang membuat hidup jadi bahagia"<br /><br />Tahukah kamu, arti dari Tuhan akan memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudaku menjadi baru seperti burung rajawali?<br />"Kebaikan" yang dimaksud adalah seorang Pribadi, nama-Nya Yesus.<br />Iya, benar...itu adalah Yesus. <br />Yesuslah "hidup bahagia" yang kamu perlukan, tak peduli apapun daftar impianmu.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/32824724</guid><pubDate>Wed, 24 Jun 2020 06:56:32 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/32824724/draft_1592980731690144_audio.mp3" length="2961240" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Pernahkah kamu menginginkan sebuah hidup yang penuh kebahagian? 
Kamu berusaha mengarahkan hati kepada sesuatu yang dianggap bisa membahagiakan, seperti mendapatkan cinta dari seorang, angan-angan pernikahan bahagia, punya mobil mewah dan rumah mewah....</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Pernahkah kamu menginginkan sebuah hidup yang penuh kebahagian? <br />Kamu berusaha mengarahkan hati kepada sesuatu yang dianggap bisa membahagiakan, seperti mendapatkan cinta dari seorang, angan-angan pernikahan bahagia, punya mobil mewah dan rumah mewah.<br />Kamu berpikir tentang hidup yang bahagia itu jika disembuhkan dari sakit, bebas dari penderitaan, bisa makan lezat dan berlibur kemanapun yang kamu mau.<br /><br />Kamu berpikir akan hidup bahagia jika bisa memutuskan apa yang benar, baik, penting, dan berharga bagi dirimu sendiri. <br />Kamu yakin akan hidup bahagia jika bisa menentukan dan mengendalikan agenda hidupmu sendiri. <br />Kamu yakin lebih tahu apa yang terbaik bagi dirimu sendiri.<br /><br />Tetapi yang terjadi, semua tidak terwujud. <br />Kamu bertanya kenapa Tuhan tidak menjawab permintaan kamu?<br />Terus kamu mengeluh karena Tuhan tidak menjawab keinginanmu.<br /><br />‌Tahukah kamu bahwa pemikiran tentang hidup bahagia dalam daftarmu sebenarnya tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Kamu melepaskan diri dari Anugerah Tuhan. <br />Tuhan bukan sebagai pusat impianmu.<br />Tuhan hanya sebagai jasa pengirim kehidupan bahagia yang kamu impikan.<br />Tuhan hanya alat untuk memuaskan impianmu. Kamu pekerjakan Tuhan untuk memenuhi dan menyetujui daftar keinginanmu.<br /><br />Kamulah yang menjadi pusat kehidupan.<br />Kamulah rajanya yang memerintah kehidupanmu. <br />Jangan-jangan kamu punya keyakinan tersembunyi bahwa kebahagiaan bisa di dapat di luar Tuhan. <br />"Jangan memperalat Tuhan sebagai jalan menuju hidup bahagia menurut pengertianmu sendiri , tetapi hiduplah bergaul dengan Tuhan, miliki relasi dengan Tuhan, itulah yang membuat hidup jadi bahagia"<br /><br />Tahukah kamu, arti dari Tuhan akan memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudaku menjadi baru seperti burung rajawali?<br />"Kebaikan" yang dimaksud adalah seorang Pribadi, nama-Nya Yesus.<br />Iya, benar...itu adalah Yesus. <br />Yesuslah "hidup bahagia" yang kamu perlukan, tak peduli apapun daftar impianmu.]]></itunes:summary><itunes:duration>186</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/357bce841343b713e55973078b8e7b18.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Pernahkah kamu menginginkan sebuah hidup yang penuh kebahagian? 
Kamu berusaha mengarahkan hati kepada sesuatu yang dianggap bisa membahagiakan, seperti mendapatkan cinta dari seorang, angan-angan pernikahan bahagia, punya mobil mewah dan rumah mewah.
Kamu berpikir tentang hidup yang bahagia itu jika disembuhkan dari sakit, bebas dari penderitaan, bisa makan lezat dan berlibur kemanapun yang kamu mau.

Kamu berpikir akan hidup bahagia jika bisa memutuskan apa yang benar, baik, penting, dan berharga bagi dirimu sendiri. 
Kamu yakin akan hidup bahagia jika bisa menentukan dan mengendalikan agenda hidupmu sendiri. 
Kamu yakin lebih tahu apa yang terbaik bagi dirimu sendiri.

Tetapi yang terjadi, semua tidak terwujud. 
Kamu bertanya kenapa Tuhan tidak menjawab permintaan kamu?
Terus kamu mengeluh karena Tuhan tidak menjawab keinginanmu.

‌Tahukah kamu bahwa pemikiran tentang hidup bahagia dalam daftarmu sebenarnya tidak melibatkan Tuhan di dalamnya. Kamu melepaskan diri dari Anugerah Tuhan. 
Tuhan bukan sebagai pusat impianmu.
Tuhan hanya sebagai jasa pengirim kehidupan bahagia yang kamu impikan.
Tuhan hanya alat untuk memuaskan impianmu. Kamu pekerjakan Tuhan untuk memenuhi dan menyetujui daftar keinginanmu.

Kamulah yang menjadi pusat kehidupan.
Kamulah rajanya yang memerintah kehidupanmu. 
Jangan-jangan kamu punya keyakinan tersembunyi bahwa kebahagiaan bisa di dapat di luar Tuhan. 
"Jangan memperalat Tuhan sebagai jalan menuju hidup bahagia menurut pengertianmu sendiri , tetapi hiduplah bergaul dengan Tuhan, miliki relasi dengan Tuhan, itulah yang membuat hidup jadi bahagia"

Tahukah kamu, arti dari Tuhan akan memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudaku menjadi baru seperti burung rajawali?
"Kebaikan" yang dimaksud adalah seorang Pribadi, nama-Nya Yesus.
Iya, benar...itu adalah Yesus. 
Yesuslah "hidup bahagia" yang kamu perlukan, tak peduli apapun daftar impianmu.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/357bce841343b713e55973078b8e7b18.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Taruh Harapanmu Pada Tuhan Bukan Pada Teman</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/taruh-harapanmu-pada-tuhan-bukan-pada-te</link><description><![CDATA[Kamu pasti pernah kecewa sama teman. Kamu juga mungkin pernah mengalami konflik dengan teman.<br />Kamu merasa dilukai juga disakiti.<br /><br />Mari coba berpikir sejenak, kira-kira kekecewaan kamu karena apa?<br />Coba ajukan pertanyaan ini pada diri kamu sendiri,<br /><br />Mungkinkah kekecewaan yang kamu rasakan karena ekspektasi kamu yang terlalu tinggi sama teman? <br />Atau harapan kamu sama temen, tidak masuk akal dan tidak mungkin dicapai sama temanmu?<br />Mungkinkah kamu tanpa sadar menempatkan teman di posisi Allah?<br /><br />Sebenarnya kamu pasti kecewa kalau menaruh harapan pada teman. <br /><br />Kamu akan kecewa kalau jadikan teman sebagai sumber jati diri kamu.<br />Kamu akan kecewa kalau jadikan teman sebagai landasan kebahagiaan kamu.<br />Kamu akan kecewa kalau berharap teman menjadi pembawa harapan bagi kamu.<br /><br />Kalau Kamu mengandalkan teman untuk memenuhi kebutuhan yang hanya bisa diberikan Allah, kamu pasti kecewa.<br />Kamu ngak sadar, bahwa kamu telah menempatkan beban yang tidak mampu ditanggung oleh temanmu.<br /><br />Sadarilah;<br />Tidak ada teman yang bisa menukar masa lalu kita<br />Tidak ada satupun teman yang mampu membayar kesalahan kita<br />Tidak ada teman yang bisa mengubah hati kita.<br /><br />Yang sejati, yang mengubah hati, yang memuaskan jiwa, <br />Hanya bisa kamu temukan di dalam relasi dengan Allah. <br /><br />so, Jangan menuntut teman untuk menjadi Allah, apalagi menuding teman ketika gagal memenuhi harapan kita. <br />Jangan kamu minta teman untuk melakukan apa yang hanya bisa dikerjakan oleh DIA.<br />Tak seorang temanpun bisa menjadi penyelamat pribadimu.<br />Hanya ada satu juruselamat, hanya ada satu sahabat sejati, yaitu Tuhan.<br />Dia milik kamu selamanya.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/31379375</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2020 06:39:02 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/31379375/draft_1592374968951761_audio.mp3" length="2351438" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kamu pasti pernah kecewa sama teman. Kamu juga mungkin pernah mengalami konflik dengan teman.
Kamu merasa dilukai juga disakiti.

Mari coba berpikir sejenak, kira-kira kekecewaan kamu karena apa?
Coba ajukan pertanyaan ini pada diri kamu sendiri,...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kamu pasti pernah kecewa sama teman. Kamu juga mungkin pernah mengalami konflik dengan teman.<br />Kamu merasa dilukai juga disakiti.<br /><br />Mari coba berpikir sejenak, kira-kira kekecewaan kamu karena apa?<br />Coba ajukan pertanyaan ini pada diri kamu sendiri,<br /><br />Mungkinkah kekecewaan yang kamu rasakan karena ekspektasi kamu yang terlalu tinggi sama teman? <br />Atau harapan kamu sama temen, tidak masuk akal dan tidak mungkin dicapai sama temanmu?<br />Mungkinkah kamu tanpa sadar menempatkan teman di posisi Allah?<br /><br />Sebenarnya kamu pasti kecewa kalau menaruh harapan pada teman. <br /><br />Kamu akan kecewa kalau jadikan teman sebagai sumber jati diri kamu.<br />Kamu akan kecewa kalau jadikan teman sebagai landasan kebahagiaan kamu.<br />Kamu akan kecewa kalau berharap teman menjadi pembawa harapan bagi kamu.<br /><br />Kalau Kamu mengandalkan teman untuk memenuhi kebutuhan yang hanya bisa diberikan Allah, kamu pasti kecewa.<br />Kamu ngak sadar, bahwa kamu telah menempatkan beban yang tidak mampu ditanggung oleh temanmu.<br /><br />Sadarilah;<br />Tidak ada teman yang bisa menukar masa lalu kita<br />Tidak ada satupun teman yang mampu membayar kesalahan kita<br />Tidak ada teman yang bisa mengubah hati kita.<br /><br />Yang sejati, yang mengubah hati, yang memuaskan jiwa, <br />Hanya bisa kamu temukan di dalam relasi dengan Allah. <br /><br />so, Jangan menuntut teman untuk menjadi Allah, apalagi menuding teman ketika gagal memenuhi harapan kita. <br />Jangan kamu minta teman untuk melakukan apa yang hanya bisa dikerjakan oleh DIA.<br />Tak seorang temanpun bisa menjadi penyelamat pribadimu.<br />Hanya ada satu juruselamat, hanya ada satu sahabat sejati, yaitu Tuhan.<br />Dia milik kamu selamanya.]]></itunes:summary><itunes:duration>147</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/1f9d0ca1e2333d0255968de328ddf953.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kamu pasti pernah kecewa sama teman. Kamu juga mungkin pernah mengalami konflik dengan teman.
Kamu merasa dilukai juga disakiti.

Mari coba berpikir sejenak, kira-kira kekecewaan kamu karena apa?
Coba ajukan pertanyaan ini pada diri kamu sendiri,

Mungkinkah kekecewaan yang kamu rasakan karena ekspektasi kamu yang terlalu tinggi sama teman? 
Atau harapan kamu sama temen, tidak masuk akal dan tidak mungkin dicapai sama temanmu?
Mungkinkah kamu tanpa sadar menempatkan teman di posisi Allah?

Sebenarnya kamu pasti kecewa kalau menaruh harapan pada teman. 

Kamu akan kecewa kalau jadikan teman sebagai sumber jati diri kamu.
Kamu akan kecewa kalau jadikan teman sebagai landasan kebahagiaan kamu.
Kamu akan kecewa kalau berharap teman menjadi pembawa harapan bagi kamu.

Kalau Kamu mengandalkan teman untuk memenuhi kebutuhan yang hanya bisa diberikan Allah, kamu pasti kecewa.
Kamu ngak sadar, bahwa kamu telah menempatkan beban yang tidak mampu ditanggung oleh temanmu.

Sadarilah;
Tidak ada teman yang bisa menukar masa lalu kita
Tidak ada satupun teman yang mampu membayar kesalahan kita
Tidak ada teman yang bisa mengubah hati kita.

Yang sejati, yang mengubah hati, yang memuaskan jiwa, 
Hanya bisa kamu temukan di dalam relasi dengan Allah. 

so, Jangan menuntut teman untuk menjadi Allah, apalagi menuding teman ketika gagal memenuhi harapan kita. 
Jangan kamu minta teman untuk melakukan apa yang hanya bisa dikerjakan oleh DIA.
Tak seorang temanpun bisa menjadi penyelamat pribadimu.
Hanya ada satu juruselamat, hanya ada satu sahabat sejati, yaitu Tuhan.
Dia milik kamu selamanya.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/1f9d0ca1e2333d0255968de328ddf953.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Berkat Atas Rumah Tangga</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/berkat-atas-rumah-tangga</link><description><![CDATA[Mazmur 128:1-6 <br /><br />Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! <br />Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! <br />Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! <br />Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. <br />Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, <br />dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/31377331</guid><pubDate>Wed, 17 Jun 2020 06:15:48 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/31377331/draft_159237426156645_audio.mp3" length="1224620" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Mazmur 128:1-6 

Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 
Isterimu akan menjadi...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Mazmur 128:1-6 <br /><br />Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! <br />Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! <br />Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! <br />Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. <br />Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, <br />dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!]]></itunes:summary><itunes:duration>77</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/cdf7329efb1e90858d9992ab0ff16dc1.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Mazmur 128:1-6 

Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! 
Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! 
Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! 
Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. 
Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, 
dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/cdf7329efb1e90858d9992ab0ff16dc1.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Izinkan Roh Kudus Mengubah Hidupmu</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/izinkan-roh-kudus-mengubah-hidupmu</link><description><![CDATA[Narasi 7<br /><br />Kamu sering merasa frustasi ga menemukan kenyataan kalo karakter burukmu ga bisa hilang? Entah itu egois, sombong, pemarah, males, iri hati, minder, atau kelemahan lainnya seperti hidup dengan bertopeng, ga jujur dalam keuangan, nafsu seksual, dll yang bertahun-tahun nginep gratis dalam diri kamu. <br /><br />Mungkin kamu udah ngikutin tips dari segala pakar, but didn't work. Udah ribuan kali kamu minta ampun ama Tuhan dan ribuan kali kamu komit, tapi ya tetap sama... ga berubah. Kamu jadi males berjuang. "Udah deh emang gue kayak gini," pikir kamu to excuse yourself. Tapi hati kecil kamu bilang ini engga bener, ga boleh gini terus, harus berubah. Akhirnya, kamu frustrasi.<br /><br />Jangan frustrasi. Kabar baiknya adalah semua orang, termasuk para pendeta yang di mimbar luar biasa, juga ngalami kayak kamu. Kabar buruknya, engga ada orang yang bisa mengubah dirinya sendiri. Kabar baiknya lagi, ada satu Pribadi yang mampu mengubah kamu. The One and only. Siapa? Roh Kudus. Gimana caranya? Undang Dia untuk mengubah kamu. Taati setiap firman yang Dia ingatkan padamu. Pakai itu sebagai benteng untuk menolak karakter burukmu. Ingat, tetap fokus, turuti firman-Nya, bukan nafsumu. Dengan kuasa-Nya, cepat atau lambat KAMU PASTI BERUBAH. <br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/31047022</guid><pubDate>Tue, 16 Jun 2020 06:35:59 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/31047022/draft_1592288719412196_audio.mp3" length="2025430" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Narasi 7

Kamu sering merasa frustasi ga menemukan kenyataan kalo karakter burukmu ga bisa hilang? Entah itu egois, sombong, pemarah, males, iri hati, minder, atau kelemahan lainnya seperti hidup dengan bertopeng, ga jujur dalam keuangan, nafsu...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Narasi 7<br /><br />Kamu sering merasa frustasi ga menemukan kenyataan kalo karakter burukmu ga bisa hilang? Entah itu egois, sombong, pemarah, males, iri hati, minder, atau kelemahan lainnya seperti hidup dengan bertopeng, ga jujur dalam keuangan, nafsu seksual, dll yang bertahun-tahun nginep gratis dalam diri kamu. <br /><br />Mungkin kamu udah ngikutin tips dari segala pakar, but didn't work. Udah ribuan kali kamu minta ampun ama Tuhan dan ribuan kali kamu komit, tapi ya tetap sama... ga berubah. Kamu jadi males berjuang. "Udah deh emang gue kayak gini," pikir kamu to excuse yourself. Tapi hati kecil kamu bilang ini engga bener, ga boleh gini terus, harus berubah. Akhirnya, kamu frustrasi.<br /><br />Jangan frustrasi. Kabar baiknya adalah semua orang, termasuk para pendeta yang di mimbar luar biasa, juga ngalami kayak kamu. Kabar buruknya, engga ada orang yang bisa mengubah dirinya sendiri. Kabar baiknya lagi, ada satu Pribadi yang mampu mengubah kamu. The One and only. Siapa? Roh Kudus. Gimana caranya? Undang Dia untuk mengubah kamu. Taati setiap firman yang Dia ingatkan padamu. Pakai itu sebagai benteng untuk menolak karakter burukmu. Ingat, tetap fokus, turuti firman-Nya, bukan nafsumu. Dengan kuasa-Nya, cepat atau lambat KAMU PASTI BERUBAH. <br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>127</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/37b5a112cdb0cdb396c92ed4ae19c29a.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Narasi 7

Kamu sering merasa frustasi ga menemukan kenyataan kalo karakter burukmu ga bisa hilang? Entah itu egois, sombong, pemarah, males, iri hati, minder, atau kelemahan lainnya seperti hidup dengan bertopeng, ga jujur dalam keuangan, nafsu seksual, dll yang bertahun-tahun nginep gratis dalam diri kamu. 

Mungkin kamu udah ngikutin tips dari segala pakar, but didn't work. Udah ribuan kali kamu minta ampun ama Tuhan dan ribuan kali kamu komit, tapi ya tetap sama... ga berubah. Kamu jadi males berjuang. "Udah deh emang gue kayak gini," pikir kamu to excuse yourself. Tapi hati kecil kamu bilang ini engga bener, ga boleh gini terus, harus berubah. Akhirnya, kamu frustrasi.

Jangan frustrasi. Kabar baiknya adalah semua orang, termasuk para pendeta yang di mimbar luar biasa, juga ngalami kayak kamu. Kabar buruknya, engga ada orang yang bisa mengubah dirinya sendiri. Kabar baiknya lagi, ada satu Pribadi yang mampu mengubah kamu. The One and only. Siapa? Roh Kudus. Gimana caranya? Undang Dia untuk mengubah kamu. Taati setiap firman yang Dia ingatkan padamu. Pakai itu sebagai benteng untuk menolak karakter burukmu. Ingat, tetap fokus, turuti firman-Nya, bukan nafsumu. Dengan kuasa-Nya, cepat atau lambat KAMU PASTI BERUBAH. 

Renungan : Pdt. Benny Solihin
Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/37b5a112cdb0cdb396c92ed4ae19c29a.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Tuhan Akan Menciptakan kamu tepat seperti Kamu Sekarang Ini</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/tuhan-akan-menciptakan-kamu-tepat-sepert</link><description><![CDATA[Ada ga bagian tubuhmu yang kamu engga suka? Mungkin kamu rasa bagian itu jelek banget, kurang normal, terlalu besar, terlalu kecil, terlalu tinggi, terlalu pendek, engga paslah dan selalu bikin malu kamu. Apalagi seringkali orang-orang mengejeknya... "Duh, kenapa Tuhan jadiin gue kayak gini, seh..." jerit kamu.<br /><br />Ada ga bagian hidup kamu yang kamu nyeselin? Mungkin kamu nyesel kenapa punya bokap-nyokap seperti itu, nyesel kenapa hidup dalam keadaan ekonomi yang selalu pas-pasan, pas butuh pas engga ada, pas pengen pas engga punya. Itu sebabnya kamu engga bisa study seperti yang kamu mau, engga bisa travelling seperti yang kamu pengen... "Duh kenapa Tuhan nempatin gue pada tempat yang selalu salah seh..." keluh kamu.<br /><br />Okay. Yuk kita berandai-andai. Andai yang pertama, Tuhan itu memang salah ngedesain kamu. Katakanlah kamu itu termasuk kategori produk yang gagal; andai yang kedua, kamu punya hak mengajukan protes ama Tuhan agar diri kamu didesain ulang. Lalu Tuhan mulai menciptakan ulang kamu? Kira-kira kamu yang baru itu akan seperti apa? Seratus persen Ia akan mencipta kamu tepat seperti kamu sekarang ini. Engga lebih, engga kurang. <br /><br />Lho kenapa begitu? Apa Tuhan engga mampu buat model yang lebih baik? Apa Dia memang sengaja mau buat kamu susah? BUKAN! jawabnya adalah karena memang engga ada yang salah dengan penciptaanmu. Kamu diciptakan baik adanya, persis seperti yang dikehendaki-Nya. Kamu itu karya-Nya yang indah dan unik... keren dan satu-satunya. Yang salah hanyalah kamu belum bisa ngelihat semua potensi yang ada dalam dirimu. Dan kamu belum tahu bahwa semua pengalaman hidup yang kamu alami adalah bagian yang sedang membentuk kamu untuk menjadi orang yang seperti Dia inginkan. Kelak kamu akan jadi orang keren.<br /><br />Ingat proses hidup kamu belum selesai. Belajarlah menerima diri kamu apa adanya, jalani terus hidup kamu. Anggap ini adventure dalam suatu journey. Hanya orang-orang yang berani susah dan terus mendaki ke tempat yang tertinggi akan melihat view yang tidak pernah dilihat sama yang takut susah. So, percayalah engga ada yang salah dengan dirimu dan hidupmu. Seandainya Tuhan diminta menciptakan ulang diri kamu, maka Ia akan menciptakan kamu tepat seperti kamu sekarang ini. <br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/30384374</guid><pubDate>Fri, 12 Jun 2020 06:31:26 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/30384374/draft_1591943015790005_audio.mp3" length="3749929" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Ada ga bagian tubuhmu yang kamu engga suka? Mungkin kamu rasa bagian itu jelek banget, kurang normal, terlalu besar, terlalu kecil, terlalu tinggi, terlalu pendek, engga paslah dan selalu bikin malu kamu. Apalagi seringkali orang-orang mengejeknya......</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Ada ga bagian tubuhmu yang kamu engga suka? Mungkin kamu rasa bagian itu jelek banget, kurang normal, terlalu besar, terlalu kecil, terlalu tinggi, terlalu pendek, engga paslah dan selalu bikin malu kamu. Apalagi seringkali orang-orang mengejeknya... "Duh, kenapa Tuhan jadiin gue kayak gini, seh..." jerit kamu.<br /><br />Ada ga bagian hidup kamu yang kamu nyeselin? Mungkin kamu nyesel kenapa punya bokap-nyokap seperti itu, nyesel kenapa hidup dalam keadaan ekonomi yang selalu pas-pasan, pas butuh pas engga ada, pas pengen pas engga punya. Itu sebabnya kamu engga bisa study seperti yang kamu mau, engga bisa travelling seperti yang kamu pengen... "Duh kenapa Tuhan nempatin gue pada tempat yang selalu salah seh..." keluh kamu.<br /><br />Okay. Yuk kita berandai-andai. Andai yang pertama, Tuhan itu memang salah ngedesain kamu. Katakanlah kamu itu termasuk kategori produk yang gagal; andai yang kedua, kamu punya hak mengajukan protes ama Tuhan agar diri kamu didesain ulang. Lalu Tuhan mulai menciptakan ulang kamu? Kira-kira kamu yang baru itu akan seperti apa? Seratus persen Ia akan mencipta kamu tepat seperti kamu sekarang ini. Engga lebih, engga kurang. <br /><br />Lho kenapa begitu? Apa Tuhan engga mampu buat model yang lebih baik? Apa Dia memang sengaja mau buat kamu susah? BUKAN! jawabnya adalah karena memang engga ada yang salah dengan penciptaanmu. Kamu diciptakan baik adanya, persis seperti yang dikehendaki-Nya. Kamu itu karya-Nya yang indah dan unik... keren dan satu-satunya. Yang salah hanyalah kamu belum bisa ngelihat semua potensi yang ada dalam dirimu. Dan kamu belum tahu bahwa semua pengalaman hidup yang kamu alami adalah bagian yang sedang membentuk kamu untuk menjadi orang yang seperti Dia inginkan. Kelak kamu akan jadi orang keren.<br /><br />Ingat proses hidup kamu belum selesai. Belajarlah menerima diri kamu apa adanya, jalani terus hidup kamu. Anggap ini adventure dalam suatu journey. Hanya orang-orang yang berani susah dan terus mendaki ke tempat yang tertinggi akan melihat view yang tidak pernah dilihat sama yang takut susah. So, percayalah engga ada yang salah dengan dirimu dan hidupmu. Seandainya Tuhan diminta menciptakan ulang diri kamu, maka Ia akan menciptakan kamu tepat seperti kamu sekarang ini. <br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>235</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/5bd2f8a55de076e0590d36643f7cb043.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Ada ga bagian tubuhmu yang kamu engga suka? Mungkin kamu rasa bagian itu jelek banget, kurang normal, terlalu besar, terlalu kecil, terlalu tinggi, terlalu pendek, engga paslah dan selalu bikin malu kamu. Apalagi seringkali orang-orang mengejeknya... "Duh, kenapa Tuhan jadiin gue kayak gini, seh..." jerit kamu.

Ada ga bagian hidup kamu yang kamu nyeselin? Mungkin kamu nyesel kenapa punya bokap-nyokap seperti itu, nyesel kenapa hidup dalam keadaan ekonomi yang selalu pas-pasan, pas butuh pas engga ada, pas pengen pas engga punya. Itu sebabnya kamu engga bisa study seperti yang kamu mau, engga bisa travelling seperti yang kamu pengen... "Duh kenapa Tuhan nempatin gue pada tempat yang selalu salah seh..." keluh kamu.

Okay. Yuk kita berandai-andai. Andai yang pertama, Tuhan itu memang salah ngedesain kamu. Katakanlah kamu itu termasuk kategori produk yang gagal; andai yang kedua, kamu punya hak mengajukan protes ama Tuhan agar diri kamu didesain ulang. Lalu Tuhan mulai menciptakan ulang kamu? Kira-kira kamu yang baru itu akan seperti apa? Seratus persen Ia akan mencipta kamu tepat seperti kamu sekarang ini. Engga lebih, engga kurang. 

Lho kenapa begitu? Apa Tuhan engga mampu buat model yang lebih baik? Apa Dia memang sengaja mau buat kamu susah? BUKAN! jawabnya adalah karena memang engga ada yang salah dengan penciptaanmu. Kamu diciptakan baik adanya, persis seperti yang dikehendaki-Nya. Kamu itu karya-Nya yang indah dan unik... keren dan satu-satunya. Yang salah hanyalah kamu belum bisa ngelihat semua potensi yang ada dalam dirimu. Dan kamu belum tahu bahwa semua pengalaman hidup yang kamu alami adalah bagian yang sedang membentuk kamu untuk menjadi orang yang seperti Dia inginkan. Kelak kamu akan jadi orang keren.

Ingat proses hidup kamu belum selesai. Belajarlah menerima diri kamu apa adanya, jalani terus hidup kamu. Anggap ini adventure dalam suatu journey. Hanya orang-orang yang berani susah dan terus mendaki ke tempat yang tertinggi akan melihat view yang tidak pernah dilihat sama yang takut susah. So, percayalah engga ada yang salah dengan dirimu dan hidupmu. Seandainya Tuhan diminta menciptakan ulang diri kamu, maka Ia akan menciptakan kamu tepat seperti kamu sekarang ini. 

Renungan : Pdt. Benny Solihin
Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/5bd2f8a55de076e0590d36643f7cb043.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Berhasil Dan Beruntung</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/berhasil-dan-beruntung</link><description><![CDATA["Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." Yosua 1:8.<br /><br />Membaca firman Tuhan (Alkitab) setiap hari dan merenungkan firman itu siang dan malam adalah bagian penting dalam hidup orang percaya. Jelas sekali Alkitab menyatakan bahwa kunci supaya perjalanan hidup kita berhasil dan beruntung (diberkati) adalah kita harus tekun membaca firman Tuhan, memperkatakan, merenungkan siang dan malam, dan melakukannya. GBU All.<br /><br />GBU All.]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/30223364</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2020 02:26:02 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/30223364/draft_159184213711079_audio.mp3" length="1083768" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau...</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA["Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." Yosua 1:8.<br /><br />Membaca firman Tuhan (Alkitab) setiap hari dan merenungkan firman itu siang dan malam adalah bagian penting dalam hidup orang percaya. Jelas sekali Alkitab menyatakan bahwa kunci supaya perjalanan hidup kita berhasil dan beruntung (diberkati) adalah kita harus tekun membaca firman Tuhan, memperkatakan, merenungkan siang dan malam, dan melakukannya. GBU All.<br /><br />GBU All.]]></itunes:summary><itunes:duration>68</itunes:duration><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/a46c6cabdab9f0b58739d55fa91f74c7.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung." Yosua 1:8.

Membaca firman Tuhan (Alkitab) setiap hari dan merenungkan firman itu siang dan malam adalah bagian penting dalam hidup orang percaya. Jelas sekali Alkitab menyatakan bahwa kunci supaya perjalanan hidup kita berhasil dan beruntung (diberkati) adalah kita harus tekun membaca firman Tuhan, memperkatakan, merenungkan siang dan malam, dan melakukannya. GBU All.

GBU All.</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/a46c6cabdab9f0b58739d55fa91f74c7.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item><item><title>Hiduplah Dari Apa Yang Tuhan katakan</title><link>https://www.spreaker.com/user/12636907/hiduplah-dari-apa-yang-tuhan-katakan</link><description><![CDATA[Kamu pernah pikir ga, kenapa banyak seleb bunuh diri padahal kekayaanya luar biasa? Tentu mereka punya persoalan pribadi, tapi persoalan apa sampe nekad gitu? Apa mungkin tuntutan acting di depan kamera yang harus makin perfekto? Rasanya engga juga. Bagi seleb yang senang seni peran justru itu menjadi satu tantangan yang dia banget, bukan?<br />Lalu, apa? <br />Kamu mungkin engga tahu, yang paling menekan jiwa seleb adalah karena dia berusaha menjadi figur seperti yang fansnya katakan.<br /><br />Kamu bisa bayangkan kalau fans-nya ratusan ribu, pasti ada jutaan keinginan yang harus dia turuti. Salah dikit aja, abis deh dikomen. Makanya, dia harus ngatur cara ngomongnya, perilakunya, make-upnya, model rambutnya, bajunya, tasnya, sepatunya, cara jalannya, cara duduknya, cara nyengirnya, cara jarinya mencet gadgetnya. duh ruwet banget. Makanya, lama-lama jiwanya capek, sakit, dan depresi... Lalu, bunuh diri.<br /><br />Kamu memang bukan seleb, tapi kalo hidupmu ribet untuk jadi seperti yang orang lain katakan, kamu seperti papan selancar tanpa pemilik di tengah lautan. Tiap saat cuma mikiran jumlah like dan komen orang. Akhirnya, jiwamu capek. Yang bener itu, kamu harus hidup menurut TUHAN, Penciptamu. Dia yang paling berhak atas hidupmu dan paling tahu apa yang baik bagi kamu. Ayo baca firman-Nya, banyak ngobrol sama Dia, dan belajar hidup dari apa yang Dia katakan, bukan apa yang orang lain katakan. Dalam Dia, pastilah jiwamu akan mengalami kelegaan.<br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></description><guid isPermaLink="false">https://api.spreaker.com/episode/30138278</guid><pubDate>Wed, 10 Jun 2020 12:30:20 +0000</pubDate><enclosure url="https://api.spreaker.com/download/episode/30138278/draft_159179171485373_audio.mp3" length="2401175" type="audio/mpeg"/><itunes:author>Fu Kwet Khiong</itunes:author><itunes:subtitle>Kamu pernah pikir ga, kenapa banyak seleb bunuh diri padahal kekayaanya luar biasa? Tentu mereka punya persoalan pribadi, tapi persoalan apa sampe nekad gitu? Apa mungkin tuntutan acting di depan kamera yang harus makin perfekto? Rasanya engga juga....</itunes:subtitle><itunes:summary><![CDATA[Kamu pernah pikir ga, kenapa banyak seleb bunuh diri padahal kekayaanya luar biasa? Tentu mereka punya persoalan pribadi, tapi persoalan apa sampe nekad gitu? Apa mungkin tuntutan acting di depan kamera yang harus makin perfekto? Rasanya engga juga. Bagi seleb yang senang seni peran justru itu menjadi satu tantangan yang dia banget, bukan?<br />Lalu, apa? <br />Kamu mungkin engga tahu, yang paling menekan jiwa seleb adalah karena dia berusaha menjadi figur seperti yang fansnya katakan.<br /><br />Kamu bisa bayangkan kalau fans-nya ratusan ribu, pasti ada jutaan keinginan yang harus dia turuti. Salah dikit aja, abis deh dikomen. Makanya, dia harus ngatur cara ngomongnya, perilakunya, make-upnya, model rambutnya, bajunya, tasnya, sepatunya, cara jalannya, cara duduknya, cara nyengirnya, cara jarinya mencet gadgetnya. duh ruwet banget. Makanya, lama-lama jiwanya capek, sakit, dan depresi... Lalu, bunuh diri.<br /><br />Kamu memang bukan seleb, tapi kalo hidupmu ribet untuk jadi seperti yang orang lain katakan, kamu seperti papan selancar tanpa pemilik di tengah lautan. Tiap saat cuma mikiran jumlah like dan komen orang. Akhirnya, jiwamu capek. Yang bener itu, kamu harus hidup menurut TUHAN, Penciptamu. Dia yang paling berhak atas hidupmu dan paling tahu apa yang baik bagi kamu. Ayo baca firman-Nya, banyak ngobrol sama Dia, dan belajar hidup dari apa yang Dia katakan, bukan apa yang orang lain katakan. Dalam Dia, pastilah jiwamu akan mengalami kelegaan.<br /><br />Renungan : Pdt. Benny Solihin<br />Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong]]></itunes:summary><itunes:duration>151</itunes:duration><itunes:keywords>korea,gadget,tas,fashiob,selebkorea,fanskorea,sepatu,baju</itunes:keywords><itunes:explicit>clean</itunes:explicit><itunes:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/b62c1e3aa24c33bae5a93ce212d5e5d0.jpg"/><itunes:episodeType>full</itunes:episodeType><googleplay:author>Fu Kwet Khiong</googleplay:author><googleplay:description>Kamu pernah pikir ga, kenapa banyak seleb bunuh diri padahal kekayaanya luar biasa? Tentu mereka punya persoalan pribadi, tapi persoalan apa sampe nekad gitu? Apa mungkin tuntutan acting di depan kamera yang harus makin perfekto? Rasanya engga juga. Bagi seleb yang senang seni peran justru itu menjadi satu tantangan yang dia banget, bukan?
Lalu, apa? 
Kamu mungkin engga tahu, yang paling menekan jiwa seleb adalah karena dia berusaha menjadi figur seperti yang fansnya katakan.

Kamu bisa bayangkan kalau fans-nya ratusan ribu, pasti ada jutaan keinginan yang harus dia turuti. Salah dikit aja, abis deh dikomen. Makanya, dia harus ngatur cara ngomongnya, perilakunya, make-upnya, model rambutnya, bajunya, tasnya, sepatunya, cara jalannya, cara duduknya, cara nyengirnya, cara jarinya mencet gadgetnya. duh ruwet banget. Makanya, lama-lama jiwanya capek, sakit, dan depresi... Lalu, bunuh diri.

Kamu memang bukan seleb, tapi kalo hidupmu ribet untuk jadi seperti yang orang lain katakan, kamu seperti papan selancar tanpa pemilik di tengah lautan. Tiap saat cuma mikiran jumlah like dan komen orang. Akhirnya, jiwamu capek. Yang bener itu, kamu harus hidup menurut TUHAN, Penciptamu. Dia yang paling berhak atas hidupmu dan paling tahu apa yang baik bagi kamu. Ayo baca firman-Nya, banyak ngobrol sama Dia, dan belajar hidup dari apa yang Dia katakan, bukan apa yang orang lain katakan. Dalam Dia, pastilah jiwamu akan mengalami kelegaan.

Renungan : Pdt. Benny Solihin
Disampaikan : Pdt. Fu Kwet Khiong</googleplay:description><googleplay:image href="https://d3wo5wojvuv7l.cloudfront.net/t_rss_itunes_square_1400/images.spreaker.com/original/b62c1e3aa24c33bae5a93ce212d5e5d0.jpg"/><googleplay:explicit>No</googleplay:explicit></item></channel></rss>
